Prunus salicina

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Prunus salicina Edit the value on Wikidata
W sumomo4061.jpg
Data
Sumber dariJapanese plum (en) Terjemahkan dan Japanese plum juice (en) Terjemahkan Edit the value on Wikidata
Tumbuhan
Jenis buahbuah berbiji Edit the value on Wikidata
Status konservasi
Status iucn3.1 LC.svg
Risiko rendah
IUCN50247990 Edit the value on Wikidata
Taksonomi
DivisiTracheophyta
SubdivisiSpermatophytina
KladAngiospermae
Kladmesangiosperms
Kladeudicots
Kladcore eudicots
KladSuperrosidae
Kladrosids
Kladfabids
OrdoRosales
FamiliRosaceae
SubfamiliAmygdaloideae
TribusAmygdaleae
GenusPrunus
SpesiesPrunus salicina Edit the value on Wikidata
Lindl.
Tata nama
Sinonim takson
  • Cerasus salicina (Lindl.) Loudon
  • Cerasus triflora Wall.
  • Prunus triflora Roxb.
  • Prunus trifolia Roxb.
  • Prunus thibetica Franch.
  • Prunus armeniaca Blanco
  • Prunus botan André
  • Prunus ichangana C.K.Schneid.
  • Prunus masu Koehne
  • Prunus staminata Hand.-Mazz.
  • Prunus gymnodonta Koehne

Prunus salicina (sinonim: Prunus triflora atau Prunus thibetica), umumnya disebut prem cina atau prem jepang adalah sejenis pohon peluruh kecil yang merupakan flora asli Tiongkok.[2][3] Saat ini, tanaman ini tersebar luas di zona beriklim sedang di seluruh dunia.[4] Prunus salicina merupakan pohon berbunga kecil yang mekar lebih awal di musim semi dan buahnya matang lebih awal di musim panas daripada prem eropa, dan sering dibingungkan dengan Prunus mume.[5]

Di antara sekian banyaknya spesies prem, hanya dua spesies yakni Prunus salicina dan Prunus domestica, yakni prem eropa, yang memiliki signifikansi komersial di seluruh dunia.[6]

Pengenalan[sunting | sunting sumber]

Prunus salicina termasuk dalam genus Prunus dalam famili Rosaceae, yang mencakup sekitar 430 spesies. Tanaman ini berasal dari lembah Sungai Yangtze di Tiongkok sekitar tahun 300 SM, dengan populasi liar saat ini dapat ditemukan. Prunus salicina diperkenalkan ke Jepang dari Tiongkok lebih dari 2000 tahun yang lalu. Pada akhir abad ke-19, tanaman ini diperkenalkan ke California dari Jepang, sehingga disebut "prem jepang".[4]

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Prunus salicina tumbuh setinggi 10 meter (33 ft), dan memiliki pucuk berwarna cokelat kemerahan. Daunnya memiliki panjang 6―12 cm dan lebar 2,5―5 cm, dengan tepi bergerigi. Bunganya dihasilkan di awal musim semi, berdiameter 2 cm dengan lima kelopak putih. Buahnya adalah buah berbiji dengan diameter 4―7 cm dengan daging buah berwarna kuning―merah muda dan dapat dipanen pada musim panas. Jika sudah matang, buahnya bisa dimakan langsung.[7] Buahnya sangat tahan terhadap pembusukan dan berisi satu biji besar.[8]

Kultivar[sunting | sunting sumber]

Beberapa nama kultivar dari Prunus salicina di antaranya adalah "Santa Rosa", "Burbank", "Shiro", "Beauty", "Gold", "Methley", "Red Beaut", dan "Ozark Premier", yang ditanam di beberapa negara. Selain itu, kultivar "Friar" dan "Simka" populer di Amerika Serikat. Seperti prem eropa, banyak warna daging dan kulit buah terjadi pada kultivar Prunus salicina ini.[9]

Benih yang menghasilkan kultivar "Burbank" diterima dari Jepang pada tahun 1883 oleh Luther Burbank, yang melakukan seleksi ini, yang diberi nama oleh Kementerian Pertanian Amerika Serikat sesuai namanya pada tahun 1887. Prem berkualitas baik ini berbentuk bulat, merah tua, berukuran sedang, berair, aromatik, dan daging buahnya melekat pada bijinya. Buahnya matang tidak merata, dimulai pada akhir Agustus di Vineland.[10]

Budidaya[sunting | sunting sumber]

Prunus salicina cukup tahan dingin, menoleransi suhu di musim dingin hingga -15 °C atau mungkin lebih rendah. Namun, tanaman ini membutuhkan musim panas yang panas untuk mematangkan kayunya dan sering kali tidak tumbuh subur di daerah dekat laut dan musim panas yang sejuk. Tanaman ini juga dapat tumbuh lebih awal di daerah musim dingin yang nyaman dan kemudian rentan terhadap kerusakan oleh salju akhir. Tumbuh subur di tanah lempung tahan kelembaban yang dikeringkan dengan baik. Lebih suka tanah berkapur tetapi cenderung mengalami klorosis jika terlalu banyak mengandung kapur. Tumbuh subur di bawah sinar matahari atau teduh sebagian meskipun berbuah lebih baik di tempat yang cerah terkena sinar matahari.[11]

Penggunaan[sunting | sunting sumber]

Buah untuk konsumsi[sunting | sunting sumber]

Buah Prunus salicina bisa dimakan mentah atau dimasak, dengan rasa yang unik, manis dan berair, bisa dimakan langsung, dibuat pastei, diawetkan, atau dikeringkan untuk dikonsumsi nanti.[8]

Medis[sunting | sunting sumber]

Buah Prunus salicina memiliki khasiat meningkatkan nafsu makan atau membantu pencernaan. Dikatakan baik untuk menghilangkan rasa haus dan diberikan dalam pengobatan arthritis. Meskipun tidak disebutkan secara spesifik untuk spesies ini, semua anggota genus ini mengandung amigdalin dan prunasin, zat yang terurai dalam air untuk membentuk larutan hidrogen sianida (sianida atau asam sianida). Dalam jumlah kecil, senyawa yang sangat beracun ini merangsang pernapasan, meningkatkan pencernaan, dan memberikan rasa segar.[8]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Rhodes, L. & Maxted, N. 2016. Prunus salicina. The IUCN Red List of Threatened Species 2016: e.T50247990A50247993. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T50247990A50247993.en. Diunduh pada 8 November 2021.
  2. ^ Chaohui Li, Yifan Jia, Yun Tian, Lan Zhou, Weibo SUN, Jialin Deng, Fengquan Liu (2019). "First Report of Necrotic Disease Caused by Pantoea agglomerans on Plum (Prunus salicina) in China". Researcher. Diakses tanggal 8 November 2021. 
  3. ^ Peng Li, Weifeng Wu, Faxing Chen, Xinghui Liu, Yongan Lin, dan Jianjun Chen (Desember 2015). "Prunus salicina 'Crown', a Yellow-fruited Chinese Plum". American Society for Horticultural Science. 50. Diakses tanggal 8 November 2021. 
  4. ^ a b Brenda I. Guerrero, M. Engracia Guerra, Sara Herrera, Patricia Irisarri, Ana Pina, dan Javier Rodrigo (30 Agustus 2021). "Genetic Diversity and Population Structure of Japanese Plum-Type (Hybrids of P. salicina) Accessions Assessed by SSR Markers". MDPI. Diakses tanggal 8 November 2021. 
  5. ^ "Prunus salicina". N.C. Cooperative Extension. Diakses tanggal 9 November 2021. 
  6. ^ "Prunus salicina - Agronomical Effects of Deficit Irrigation in Apricot, Peach, and Plum Trees". ScienceDirect. Diakses tanggal 10 November 2021. 
  7. ^ "Plum (PRUNUS SALICINA)". PlantSnap Inc. Diakses tanggal 9 November 2021. 
  8. ^ a b c "Prunus salicina - Lindl". Plants For A Future. Diakses tanggal 10 November 2021. 
  9. ^ "Plum – Prunus domestica, Prunus salicina". Fruit-Crops.com. Diakses tanggal 10 November 2021. 
  10. ^ Ken Slingerland - Tender Fruit & Grape Specialist/OMAFRA; Bill Lay - University of Guelph. "Plum Cultivars - European and Japanese". MINISTRY OF AGRICULTURE, FOOD AND RURAL AFFAIRS. Diakses tanggal 10 November 2021. 
  11. ^ "Prunus salicina". Useful Temperate Plants Database. Diakses tanggal 10 November 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]