ProtonMail

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
ProtonMail
Protonmail logo.svg
ProtonMail screenshot.jpg
Tangkapan layar situs web ProtonMail.
Jenis situs
Webmail
BahasaInggris, Spanyol, Jerman, Prancis, Italia, Jepang, Belanda, Polandia, Portugis, Romania, Rusia, Turki, Ukraina
PemilikProton Technologies AG, Jenewa, Swiss
Tokoh penting
  • Dr. Andy Yen (Direktur Utama/Pendiri)
  • Dr. Bart Butler (Direktur Teknologi)
[1]
Situs web
Peringkat Alexa1,791
KomersialYa
Daftar akunDiperlukan
Pengguna10 juta[2]
Diluncurkan16 Mei 2014; 7 tahun lalu (2014-05-16)
StatusDaring
klien
Repositorigithub.com/ProtonMail
Bahasa pemrogramanJavaScript dan PHP
Lisensi
Situs web

ProtonMail adalah layanan surel terenkripsi ujung ke ujung yang didirikan pada tahun 2013 di Jenewa, Swiss oleh para ilmuwan yang bertemu di fasilitas penelitian CERN.[7] ProtonMail menggunakan enkripsi sisi klien untuk melindungi isi surel dan data pengguna sebelum dikirimkan ke peladen ProtonMail, tidak seperti penyedia surel lain seperti Gmail dan Outlook.com. Layanan ini dapat diakses melalui klien webmail, jaringan Tor, atau aplikasi iOS dan Android.[8]

ProtonMail dioperasikan oleh Proton Technologies AG, sebuah perusahaan yang berbasis di Kanton Jenewa.[9] Peladen ProtonMail terletak di dua lokasi di Swiss, di mana dua lokasi tersebut terlepas dari jangkauan yurisdiksi AS dan UE.[10] Perusahaan ProtonMail juga mengoperasikan ProtonVPN, sebuah layanan VPN. ProtonMail menerima pendanaan awal melalui kampanye urun dana. Meskipun pengaturan baku akun ialah gratis, layanan ini didukung oleh layanan opsional yang berbayar. Per Januari 2017, ProtonMail memiliki 2 juta pengguna,[11] dan meningkat menjadi lebih dari 5 juta pengguna pada bulan September 2018[12] dan lebih dari 10 juta pada akhir tahun 2018.[2] Awalnya sistem registrasi hanya dengan undangan, ProtonMail dibuka untuk umum pada bulan Maret 2016.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pengembangan[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 16 Mei 2014, ProtonMail memasuki tahap beta publik.[13] Beta publik tersebut disambut dengan respons yang cukup besar sampai-sampai tiga hari kemudian mereka perlu menghentikan pendaftaran versi beta untuk memperluas kapasitas peladennya.[14] Dua bulan kemudian, ProtonMail menerima US$550.377 dari 10.576 donatur melalui kampanye urun dana di Indiegogo, yang sebelumnya menargetkan pencapaian sebesar US$100.000.[15] Selama masa kampanye, PayPal membekukan akun PayPal ProtonMail, sehingga mencegah penarikan donasi senilai US$251.721. PayPal menyatakan bahwa akun tersebut dibekukan karena keraguan tentang legalitas enkripsi, pernyataan yang dikatakan penentang tidaklah berdasar.[16][17] Pembatasan akun tersebut dicabut pada hari berikutnya.[18]

Pada tanggal 18 Maret 2015, ProtonMail menerima US$2 juta dari Charles River Ventures dan Fondation Genevoise pour l'Innovation Technologique (Fongit).[19] Pada tanggal 14 Agustus 2015, ProtonMail merilis versi utama 2.0, beserta pangkalan kode yang ditulis ulang untuk antarmuka webnya. Tim ProtonMail serentak merilis kode sumber untuk antarmuka web di bawah lisensi sumber terbuka.[20] Pada tanggal 17 Maret 2016, ProtonMail merilis versi utama 3.0, yang merupakan peluncuran resmi ProtonMail dan keluar dari versi beta. Dengan antarmuka baru untuk klien web, versi 3.0 juga termasuk peluncuran publik untuk aplikasi iOS dan Android ProtonMail versi beta.[21]

Pada tanggal 19 Januari 2017, ProtonMail mengumumkan dukungan platform menggunakan jaringan Tor di alamat layanan tersembunyi protonirockerxow.onion.[22][23] Pada tanggal 21 November 2017, ProtonMail memperkenalkan ProtonMail Contacts, manajer kontak enkripsi akses-nol. ProtonMail Contacts juga memanfaatkan tanda tangan digital untuk memverifikasi integritas data kontak.[24] Pada tanggal 6 Desember 2017, ProtonMail meluncurkan ProtonMail Bridge, sebuah aplikasi yang menyediakan enkripsi surel ujung ke ujung di klien desktop mana pun yang mendukung IMAP dan SMTP, seperti Microsoft Outlook, Mozilla Thunderbird, dan Apple Mail, untuk Windows dan MacOS.[25]

Pada tanggal 25 Juli 2018, ProtonMail memperkenalkan verifikasi alamat dan dukungan PGP, membuat ProtonMail dapat bertukar informasi dengan klien PGP yang lain.[26] Pada tanggal 30 Oktober 2019, ProtonMail membuka kode sumber aplikasi iOS-nya ke publik, merilis kodenya di GitHub dan memublikasikan hasil audit oleh SEC Consult.[27] Pada bulan Desember 2019, ProtonMail meluncurkan ProtonCalendar, sebuah kalender yang sepenuhnya terenkripsi.[28]

Pada tanggal 15 April 2020, ProtonMail membuka kode sumber aplikasi ProtonMail Bridge ke publik, merilis kodenya di GitHub dan memublikasikan hasil audit oleh SEC Consult.[29] Setelah itu, pada tanggal 23 April 2020, ProtonMail juga membuka kode sumber aplikasi Android-nya ke publik. Kode untuk aplikasi Android dirilis di GitHub dan memublikasikan hasil audit oleh SEC Consult.[30]

Serangan DDoS[sunting | sunting sumber]

Dari tanggal 3 hingga 7 November 2015, ProtonMail terkena beberapa serangan DDoS yang membuat layanan ProtonMail sebagian besar tidak tersedia bagi para pengguna.[31] Selama serangan berlangsung, ProtonMail mengumumkan di Twitter bahwa mereka sedang mencari pusat data baru di Swiss, mengatakan, "banyak yang takut karena besarnya serangan terhadap kami".[32]

Pada bulan Juli 2018, ProtonMail melaporkan bahwa mereka terkena serangan DDoS lagi, CEO Andy Yen mengklaim bahwa para penyerang telah dibayar oleh pihak tak dikenal untuk meluncurkan serangan tersebut.[33] Pada bulan September 2018, salah satu tersangka penyerang ProtonMail ditangkap oleh penegak hukum Inggris dan didakwa sehubungan dengan serangkaian serangan siber kalangan atas lainnya terhadap sekolahan dan maskapai penerbangan.[34]

Pemblokiran di Belarus[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 15 November 2019, Proton Technologies mengonfirmasi bahwa Belarus telah memblokir secara nasional ProtonMail dan alamat IP ProtonVPN. Namun, pemblokiran dicabut setelah 4 hari kemudian. Tidak ada penjelasan yang diberikan kepada ProtonMail atas pemblokiran tersebut, maupun untuk pemblokiran yang dicabut.[35]

Pemblokiran di Rusia[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 29 Januari 2020, Layanan Federal untuk Penaungan Komunikasi, Teknologi Informasi dan Media Massa Rusia melaporkan bahwa mereka telah menerapkan pemblokiran menyeluruh terhadap layanan ProtonMail di Rusia.[36] Sebagai alasan pemblokiran, mereka menyebut penolakan ProtonMail untuk memberikan informasi terkait akun yang diduga mengirim spam dengan ancaman teror.[37][38] Akan tetapi, ProtonMail mengklaim bahwa mereka tidak menerima permintaan apa pun dari otoritas Rusia terkait akun tersebut.[39][40] Merespons atas pemblokiran tersebut, ProtonMail di Twitter merekomendasikan para pengguna untuk menghindari pemblokiran dengan mengakses melalui VPN atau Tor.

Pada bulan Maret 2020, ProtonMail mengumumkan bahwa pemblokiran oleh Rusia tidak terlalu berhasil dan layanan ProtonMail terus tersedia di Rusia tanpa menggunakan VPN, ProtonMail akan merilis fitur anti penyensoran baru di aplikasi desktop dan seluler ProtonMail dan ProtonVPN yang memungkinkan upaya pemblokiran akan dielakkan secara otomatis.[41]

Pusat data[sunting | sunting sumber]

Arsitektur pusat data ProtonMail.

ProtonMail mengurus dan memiliki perangkat keras dan jaringan peladen sendiri untuk menghindari penggunaan perkakas pihak ketiga. ProtonMail mengurus dua pusat data, satu di Lausanne dan satunya lagi di Attinghausen (di bekas bungker militer K7 di bawah 1.000 meter batu granit) sebagai cadangan pusat data.[42][43][44] Karena pusat data berlokasi di Swiss, maka pusat data tersebut secara hukum di luar yurisdiksi AS dan UE. Di bawah hukum Swiss, semua permintaan pengawasan (surveillance) dari negara asing harus melalui pengadilan Swiss dan merupakan subjek untuk traktat. Target bakal calon pengawasan segera diberitahu dan dapat mengajukan banding atas permintaan di pengadilan.[butuh rujukan]

Setiap pusat data menggunakan load balancing di seluruh peladen web, surel, dan SQL, catu daya yang mubazir, cakram keras dengan enkripsi diska menyeluruh, dan penggunaan eksklusif Linux dan perangkat lunak sumber terbuka.[45] Pada bulan Desember 2014, ProtonMail bergabung dengan RIPE NCC dalam upaya untuk memiliki kontrol lebih langsung atas infrastruktur Internet di sekitarnya.[46]

Enkripsi[sunting | sunting sumber]

ProtonMail menggunakan kombinasi protokol kriptografi kunci publik dan enkripsi simetris untuk enkripsi ujung ke ujung. Ketika seorang pengguna membuat sebuah akun ProtonMail, peramban web mereka menghasilkan sepasang kunci RSA publik dan pribadi:

  • Kunci publik digunakan untuk mengenkripsi surel pengguna dan data pengguna lainnya.
  • Kunci pribadi digunakan untuk mendekripsi data pengguna yang dienkripsi secara simetris dengan kata sandi kotak surat pengguna.

Enkripsi simetris ini terjadi di peramban web pengguna menggunakan AES-256. Setelah pendaftaran akun, pengguna diminta memberikan kata sandi masuk log untuk akun mereka. ProtonMail juga menawarkan para pengguna sebuah pilihan untuk masuk log dengan mode dua kata sandi yang memerlukan kata sandi masuk log dan kata sandi kotak surat.

  • Kata sandi masuk log digunakan untuk autentikasi.
  • Kata sandi kotak surat mengenkripsi kotak surat pengguna yang berisi surel yang diterima, kontak, dan informasi pengguna serta kunci enkripsi pribadi.

Setelah masuk log, pengguna harus memberikan kedua kata sandi. Hal ini untuk mengakses akun dan kotak surat yang terenkripsi dan kunci enkripsi pribadinya. Pendekripsiannya terjadi di sisi klien baik di peramban web atau di salah satu aplikasi. Kunci publik dan kunci pribadi yang terenkripsi disimpan di peladen ProtonMail. Dengan demikian, ProtonMail menyimpan kunci dekripsi hanya dalam bentuk terenkripsi sehingga pengembang ProtonMail tidak bisa mendapatkan surel pengguna atau mengatur ulang kata sandi kotak surat pengguna.[47] Sistem ini membebaskan ProtonMail dari:

  • Menyimpan data yang tidak terenkripsi atau kata sandi kotak surat.
  • Membocorkan isi surel masa lampau, tetapi tidak dengan surel masa mendatang.
  • Mendekripsi kotak surat jika diminta atau dipaksa oleh perintah pengadilan.[48]

ProtonMail mendukung protokol HTTPS dan menggunakan TLS dengan pertukaran kunci sesaat untuk mengenkripsi semua trafik Internet antara pengguna dan peladen ProtonMail. Sertifikat SSL RSA 4096-bit ProtonMail ditandatangani oleh QuoVadis Trustlink Schweiz AG dan mendukung Extended Validation, Certificate Transparency,[49] Public Key Pinning, dan Strict Transport Security. Protonmail.com memiliki peringkat "A+" dari Qualys SSL Labs.[50]

Pada bulan September 2015, ProtonMail menambahkan dukungan natif ke antarmuka web dan aplikasi seluler mereka untuk Pretty Good Privacy (PGP). Ini memungkinkan pengguna untuk mengekspor kunci publik mereka yang dienkodekan PGP ProtonMail kepada orang lain di luar ProtonMail, mengizinkan mereka menggunakan kuncinya untuk enkripsi surel. Tim ProtonMail berencana untuk mendukung enkripsi PGP dari ProtonMail ke pengguna luar.[51]

Pengiriman surel[sunting | sunting sumber]

Sebuah surel yang dikirim dari satu akun ke akun ProtonMail yang lain secara otomatis dienkripsi dengan kunci publik si penerima. Setelah dienkripsi, hanya kunci pribadi si penerima yang dapat mendekripsi surel. Ketika penerima masuk log, kata sandi kotak surat mereka yang mendekripsi kunci pribadi mereka dan membuka kunci kotak masuk mereka.

Surel yang dikirim dari ProtonMail kepada alamat surel non-ProtonMail secara opsional dapat dikirim dalam teks biasa atau dengan enkripsi ujung ke ujung. Dengan enkripsi, surel dienkripsi dengan AES di bawah kata sandi yang diberikan oleh pengguna. Si penerima menerima sebuah tautan menuju situs web ProtonMail yang mana mereka dapat memasukkan kata sandinya dan membaca surel yang terdekripsi. ProtonMail berasumsi bahwa si pengirim dan si penerima telah berbagi kata sandi melalui kanal belakang.[47] Surel dapat diatur agar melakukan penghancuran sendiri (self-destruct) setelah jangka waktu tertentu.[42]

Autentikasi dua faktor[sunting | sunting sumber]

ProtonMail saat ini mendukung autentikasi dua faktor dengan token TOTP untuk proses masuk lognya.[52] Per Oktober 2019, menurut blog ProtonMail, dukungan U2F untuk kunci keamanan fisik YubiKey dan FIDO sedang dalam pengembangan dan akan segera tersedia setelah rilis versi 4.0[53]

Jenis akun[sunting | sunting sumber]

Per 21 Juli 2017, ProtonMail menawarkan beberapa paket:[54]

Paket Pesan Per Hari Folder/Label Penyimpanan Alias Domain Harga Dukungan
Gratis 150 3/20 500 MB 1 alamat - Gratis Dukungan terbatas
Plus 1000 200/200 5 GB 5 alamat 1 $5/bln atau $48/thn Dukungan [c 1]
Profesional Tak terbatas Tak terbatas/Tak terbatas 5 GB 5 alamat/pengguna 2 $8/bln atau $75/thn Dukungan prioritas [c 1]
Visioner Tak terbatas Tak terbatas/Tak terbatas 20 GB 50 alamat 10 $30.00/bln atau $288/thn Dukungan prioritas [c 1][c 2]
  1. ^ a b c Domain kustom dapat menggunakan SPF, DKIM, dan DMARC[55]
  2. ^ Termasuk ProtonVPN[54]

Dalam budaya populer[sunting | sunting sumber]

ProtonMail disebutkan dalam novel Bear Grylls tahun 2015, Ghost Flight.[56]

ProtonMail ditampilkan dalam musim pertama dan ketiga seri drama TV Amerika Mr. Robot pada bulan Desember 2017.[57]

ProtonMail juga ditampilkan dalam film tahun 2019, Knives Out. ProtonMail tidak membayar untuk penampilan layanannya di film, tetapi dihubungi oleh pembuat film untuk meminta izin menggunakan nama merek ProtonMail.[58]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "About ProtonMail". 
  2. ^ a b Andy Yen (31 Desember 2018). "A look back at 2018 and our vision for the future". ProtonMail Blog (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 25 Januari 2019. 
  3. ^ "license.md". github.com/ProtonMail/WebClient. Proton Technologies A.G. 8 Juni 2016. 
  4. ^ "iOS mobile app repository". github.com/ProtonMail/ios-mail. Proton Technologies A.G. 11 Desember 2019. 
  5. ^ "Android mobile app repository". github.com/ProtonMail/proton-mail-android. Proton Technologies A.G. 24 April 2020. 
  6. ^ "Proton bridge repository". github.com/ProtonMail/proton-bridge. Proton Technologies A.G. 24 April 2020. Diakses tanggal 24 April 2020. 
  7. ^ O'Luanaigh, Cian (23 Mei 2014). "CERN inspires entrepreneurs for email encryption". CERN. Diakses tanggal 22 Mei 2020. 
  8. ^ "ProtonMail, the Easy-to-Use Encrypted Email Service, Opens Up to the Public". 17 Maret 2016. 
  9. ^ "Registre du Commerce du Canton de Genève". République et canton de Genève. 18 Juli 2014. Diakses tanggal 20 Februari 2018. 
  10. ^ "Why Switzerland?". ProtonMail Blog. 19 Mei 2014. Diakses tanggal 19 Oktober 2015. 
  11. ^ "Fighting Censorship with ProtonMail Encrypted Email Over Tor". ProtonMail Blog. 19 Januari 2017. Diakses tanggal 20 Januari 2017. 
  12. ^ "ProtonMail Hits 5 Million Accounts and Wants Users to Ditch Google by 2021". Inverse. Diakses tanggal 16 Juli 2020. 
  13. ^ "ProtonMail now in Public Beta!!". ProtonMail Blog. 16 Mei 2014. Diakses tanggal 31 Januari 2016. 
  14. ^ "Über-Secure ProtonMail Beta Maxes Out Servers in Just 60 Hours". Infosecurity Magazine. 22 Mei 2014. Diakses tanggal 19 Oktober 2015. 
  15. ^ Yen, Andy (31 Juli 2014). "ProtonMail". Indiegogo. Diakses tanggal 19 Oktober 2014. 
  16. ^ Halfacree, Gareth (1 Juli 2014). "ProtonMail hit by PayPal account freeze". bit-tech. Diakses tanggal 19 Oktober 2015. 
  17. ^ Howell O'Neill, Patrick (1 Juli 2014). "PayPal freezes account of email encryption startup ProtonMail [Update]". The Daily Dot. Diakses tanggal 19 Oktober 2015. 
  18. ^ Yen, Andy (30 Juni 2014). "Paypal Freezes ProtonMail Campaign Funds". ProtonMail Blog. Diakses tanggal 19 Oktober 2015. 
  19. ^ Yen, Andy (18 Maret 2015). "ProtonMail has raised $2M USD to protect online privacy". ProtonMail Blog. Diakses tanggal 19 Oktober 2015. 
  20. ^ "ProtonMail goes Open Source with version 2.0". ProtonMail Blog. 13 Agustus 2015. Diakses tanggal 31 Januari 2016. 
  21. ^ "Announcement: ProtonMail has launched worldwide!". ProtonMail Blog. 17 Maret 2016. Diakses tanggal 21 Juli 2016. 
  22. ^ "Fighting Censorship with ProtonMail Encrypted Email Over Tor". ProtonMail Blog. 19 Januari 2017. Diakses tanggal 27 Januari 2017. 
  23. ^ Martin, Alexander J. (19 Januari 2017). "ProtonMail launches Tor hidden service to dodge totalitarian censorship". The Register. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 Januari 2017. 
  24. ^ "Introducing ProtonMail Contacts – the world's first encrypted contacts manager". ProtonMail Blog. 21 November 2017. 
  25. ^ M., Irina (6 Desember 2017). "Introducing ProtonMail Bridge, email encryption for Outlook, Thunderbird, and Apple Mail". ProtonMail Blog. Diakses tanggal 16 Desember 2017. 
  26. ^ "Introducing Address Verification and Full PGP Support - ProtonMail Blog". ProtonMail Blog (dalam bahasa Inggris). 25 Juli 2018. Diakses tanggal 28 September 2018. 
  27. ^ "ProtonMail iOS app is open source". ProtonMail Blog (dalam bahasa Inggris). 30 Oktober 2019. Diakses tanggal 12 Desember 2019. 
  28. ^ "ProtonMail launches ProtonCalendar, a calendar fully encrypted". PPC Land (dalam bahasa Inggris). 1 Januari 2020. Diakses tanggal 1 Januari 2020. 
  29. ^ "ProtonMail Bridge is open source on macOS, Windows, and Linux". ProtonMail Blog (dalam bahasa Inggris). 15 April 2020. Diakses tanggal 24 April 2020. 
  30. ^ "The ProtonMail Android app is open source". ProtonMail Blog (dalam bahasa Inggris). 23 April 2020. Diakses tanggal 24 April 2020. 
  31. ^ Leyden, John (5 November 2015). "ProtonMail still under attack by DDoS bombardment". The Register. Diakses tanggal 5 November 2015. 
  32. ^ @ProtonMail (5 November 2015). "We are seeking a datacenter in Switzerland brave enough to host ProtonMail, many are afraid due to the magnitude of the attack against us" (Tweet) – via Twitter. 
  33. ^ Lynch, Justin (2 Juli 2018). "ProtonMail CEO: 'The attacks are continuing'". Sightline Media Group. 
  34. ^ "Apophis Squad member responsible for attacks against ProtonMail has been arrested - ProtonMail Blog". ProtonMail Blog (dalam bahasa Inggris). 6 September 2018. Diakses tanggal 28 September 2018. 
  35. ^ Wolford, Ben (15 November 2019). "Update on Belarus blocking Proton servers". ProtonMail Blog. Diakses tanggal 16 Juli 2020. 
  36. ^ Tsydenova, Nadezhda; Ivanova, Polina (29 Januari 2020). Heinrich, Mark, ed. "Russia blocks encrypted email service ProtonMail". Reuters. 
  37. ^ "Почтовый сервис ProtonMail заблокировали в России из-за сообщений о минированиях". www.kommersant.ru (dalam bahasa Rusia). 29 Januari 2020. Diakses tanggal 29 Januari 2020. 
  38. ^ Reuters (29 Januari 2020). "Russia Blocks Encrypted Swiss Email Service ProtonMail". The Moscow Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 29 Januari 2020. 
  39. ^ "Protonmail не получала просьб о помощи в поисках лжеминеров". Interfax.ru (dalam bahasa Rusia). Diakses tanggal 29 Januari 2020. 
  40. ^ "Россия не обращалась за информацией о "минерах", заявили в ProtonMail". РИА Новости (dalam bahasa Rusia). 29 Januari 2020. Diakses tanggal 29 Januari 2020. 
  41. ^ ProtonMail (13 Maret 2020). "We are rolling out technologies which will help us better overcome attempts to block ProtonMail". Reddit (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 Maret 2020. 
  42. ^ a b "ProtonMail Security Details". ProtonMail Security. 31 Januari 2016. Diakses tanggal 31 Januari 2016. 
  43. ^ Patterson, Dan (13 November 2015). "Exclusive: Inside the ProtonMail siege: how two small companies fought off one of Europe's largest DDoS attacks". TechRepublic. Diakses tanggal 31 Januari 2016. 
  44. ^ "Im geheimen Datenbunker von Attinghausen". Schweiz aktuell (video) (dalam bahasa German). SRF. 5 September 2012. Diakses tanggal 20 Februari 2017. 
  45. ^ Yen, Andy (17 Desember 2014). "Infrastructure Upgrades". ProtonMail Blog. Diakses tanggal 19 Oktober 2015. 
  46. ^ Yen, Andy (17 Desember 2014). "ProtonMail joins Réseaux IP Européens (RIPE NCC)". ProtonMail Blog. Diakses tanggal 19 Oktober 2015. 
  47. ^ a b Stockman, Jason (22 Mei 2014). "How are ProtonMail keys distributed?". Stack Exchange. Diakses tanggal 19 Oktober 2015. 
  48. ^ Khandelwal, Swati (26 Mei 2014). "ProtonMail: 'NSA-Proof' End-to-End Encrypted Email Service". The Hacker News. Diakses tanggal 19 Oktober 2015. 
  49. ^ "SSL Certificate Update". Qualys SSL Labs. 19 Januari 2016. Diakses tanggal 31 Januari 2016. 
  50. ^ "SSL Report: protonmail.com". Qualys SSL Labs. 7 Maret 2016. Diakses tanggal 7 Maret 2016. 
  51. ^ Yen, Andy (22 September 2015). "ProtonMail adds Facebook PGP integration". ProtonMail Blog. Diakses tanggal 19 Oktober 2015. 
  52. ^ "Two Factor Authentication (2FA)". ProtonMail Support. 
  53. ^ "If you aren't using two-factor authentication, your accounts are vulnerable". Customer Feedback for ProtonMail. 10 Oktober 2019. Diakses tanggal 29 Mei 2020. 
  54. ^ a b "ProtonMail Pricing". ProtonMail. Diakses tanggal 21 Juli 2017. 
  55. ^ "Anti-spoofing for Custom Domains (SPF, DKIM & DMARC)". ProtonMail. 2016. 
  56. ^ Grylls, Bear (2015). Ghost FlightPerlu mendaftar (gratis). 
  57. ^ Yen, Andy (25 Agustus 2015). "ProtonMail on Mr. Robot". ProtonMail Blog. Diakses tanggal 18 Maret 2018. 
  58. ^ @ProtonMail (10 Desember 2019). "It's the latter. We were just contacted for permission to use our brand in the movie. Not more" (Tweet) – via Twitter. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]