Lompat ke isi

Protobothrops flavoviridis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Protobothrops flavoviridis
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Viperidae
Genus: Protobothrops
Spesies:
P. flavoviridis
Nama binomial
Protobothrops flavoviridis
(Hallowell, 1861)
Sinonim[2]
  • Bothrops flavoviridis Hallowell, 1861
  • Trimeresurus riukiuanus
    Hilgendorf, 1880
  • T[rimeresurus]. flavoviridis
    Boulenger, 1890
  • Lachesis flavoviridis
    Boulenger, 1896
  • Trimeresurus flavoviridis tinkhami Gloyd, 1955
  • Trimeresurus flavoviridis flavoviridis Gloyd, 1955

Protobothrops flavoviridis atau yang juga dikenal sebagai ular habu atau habu okinawa merupakan spesies ular dari subfamili Crotalinae yang endemik di Kepulauan Ryukyu, Jepang.[3] Saat ini tidak ada subspesies yang diakui untuk jenis ini.[4][5] Ular ini dikenal dengan nama lokal “habu” saja atau “Kume Shima habu”.[6][7] Dalam bahasa Okinawa, istilah “habu” juga digunakan untuk menyebut ular berbisa lain, seperti Sakishima habu (Protobothrops elegans).

Deskripsi

[sunting | sunting sumber]

Ular ini dapat mencapai panjang rata-rata sekitar 120–150 cm, dan maksimum hingga 240 cm, menjadikannya spesies terbesar dalam genusnya.[8] Tubuhnya ramping dengan proporsi yang elegan serta kepala berukuran besar yang ditutupi sisik-sisik kecil di bagian mahkota. Warna dasarnya bervariasi antara zaitun muda hingga cokelat, dihiasi pola bercak hijau tua atau kecokelatan yang memanjang. Setiap bercak memiliki tepi kekuningan, terkadang disertai bintik kuning di dalamnya, dan sering kali menyatu membentuk garis bergelombang di sepanjang tubuh. Bagian perut berwarna pucat keputihan dengan tepian yang cenderung lebih gelap.[3]

Tingkat kejadian gigitan ular di Kepulauan Amami mencapai sekitar dua kasus per 1.000 penduduk, angka yang tergolong sangat tinggi. Racun spesies ini memiliki toksisitas yang kuat karena mengandung komponen sitotoksik dan hemoragin,[9] meskipun tingkat kematiannya relatif rendah, yakni kurang dari 1%.[10] Gigitan ular habu dapat menimbulkan gejala seperti mual, muntah, tekanan darah rendah, hingga kematian dalam kasus tertentu. Beberapa korban juga melaporkan kehilangan fungsi motorik pada tangan atau kaki setelah menjalani perawatan.[11] Meskipun gigitan umumnya tidak fatal bila segera ditangani secara medis, sekitar 6–8% penderita mengalami cacat permanen akibat luka tersebut.[3]

Di Pulau Okinawa, spesies ini sering ditangkap untuk dijadikan bahan utama dalam pembuatan habushu (ハブ酒), sejenis minuman beralkohol berbasis awamori atau aamuri (泡盛) yang diyakini memiliki manfaat pengobatan. Seperti halnya pada pembuatan minuman anggur ular pada umumnya, ular dapat dimasukkan ke dalam wadah berisi alkohol dalam keadaan hidup hingga tenggelam, atau dibuat pingsan terlebih dahulu sebelum dimasukkan. Proses fermentasinya melibatkan tubuh ular, dan hasil akhirnya dipasarkan dalam botol yang terkadang berisi tubuh ular atau hewan lain seperti kadal maupun kalajengking.[12]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Ota, H.; Kidera, N. (2018). "Protobothrops flavoviridis". 2018 e.T96265495A96265515. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-2.RLTS.T96265495A96265515.en. ;
  2. McDiarmid RW, Campbell JA, Touré TA (1999). Snake Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference, Volume 1. Washington, District of Columbia: Herpetologists' League. 511 pp. ISBN 1-893777-00-6 (series). ISBN 1-893777-01-4 (volume).
  3. 1 2 3 U.S. Navy (1991). Poisonous Snakes of the World. New York: US Government / Dover Publications Inc. 203 pp. ISBN 0-486-26629-X.
  4. Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama RDB
  5. "Protobothrops flavoviridis". Integrated Taxonomic Information System. Diakses tanggal 13 August 2022.
  6. Gumprecht A, Tillack F, Orlov NL, Captain A, Ryabov S (2004). Asian Pitvipers. 1st Edition. Berlin: GeitjeBooks. 368 pp. ISBN 3-937975-00-4.
  7. Mehrtens JM (1987). Living Snakes of the World in Color. New York: Sterling Publishers. 480 pp. ISBN 0-8069-6460-X.
  8. "沖縄県における平成 23 年の毒蛇咬症" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-12-17. Diakses tanggal 2013-02-25.
  9. O'Shea, M. (2008). Venomous Snakes of the World. Sydney: New Holland Publishers.
  10. "沖縄県における平成 23 年の毒蛇咬症" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2013-05-02. Diakses tanggal 2013-03-11.. According to this report, 8901 snakebites from this snake were reported during 1964-2011 in Okinawa prefecture(Amami excluded). Among those, fatalities are 53. So, fatality rate is around 0.6%.
  11. "An experimental study of emergency care for habu bites : estimation of amount of venom removed by suction". Ryukyu Medical Association. 5 (3): 196–200. 1982.
  12. "Okinawa's potent habu sake packs healthy punch, poisonous snake". Diarsipkan dari asli tanggal 27 December 2008. Diakses tanggal 2008-12-07.