Proposal penelitian

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Proposal penelitian adalah dokumen yang digunakan dalam pengusulan proyek penelitian. Lingkup pengusulan proposal penelitian berada dalam bidang sains atau akademik. Tujuan penulisan proposal penelitian umumnya sebagai permintaan untuk mencari dana penelitian dari sponsor.[1] Bagian awal dari proposal penelitian berisi latar belakang, masalah, tujuan, dan kegunaan penelitian. Sedangkan bagian pendukung proposal penelitian berisi tinjauan pustaka, kerangka pikir, dan hipotesis.[2] Bentuk penulisan proposal penelitian dalam suatu lembaga penelitian maupun lembaga pendidikan dapat berbeda-beda. Pemilihan bentuk penulisan proposal penelitian ditentukan oleh kesepakatan bersama yang berlaku dalam lembaga penelitian atau lembaga pendidikan. Rancangan penelitian di dalam proposal penelitian harus memberikan prosedur yang bersifat praktis dan tepat guna.[3] Kelayakan suatu proposal penelitian ditentukan oleh gagasan yang ditawarkan sebagai solusi atas suatu permasalahan dalam penelitian.[4] Evaluasi proposal penelitian ditinjau dari segi biaya dan dampak potensial dari penelitian yang diusulkan. Peninjauan kelayakan proposal penelitian juga memperhatikan tingkat kemungkinan keberhasilan dari rencana yang diusulkan untuk dilaksanakan.[5]

Unsur[sunting | sunting sumber]

Judul penelitian[sunting | sunting sumber]

Judul penelitian dibuat secara ringkas, jelas, dan sesuai dengan permasalahan penelitian. Pemilihan judul tidak boleh menimbulkan ambiguitas. Judul yang menggunakan banyak kata harus dibagi menjadi dua. Satu sebagai judul utama, dan satu sebagai subjudul. Pembagian judul untuk memudahkan pemahaman terhadap pembaca atas topi penelitian. Penggunaan kata-kata klise harus dihindari dalam pemilihan judul penelitian.[6]

Tujuan penelitian[sunting | sunting sumber]

Tujuan penelitian merupakan uraian yang menjelaskan maksud atau tujuan diadakannya penelitian secara spesifik dan jelas. Bagian yang dijelaskan di dalam tujuan penelitian mencakup tujuan utama maupun tujuan tambahan.[7] Tujuan penelitian merupakan aspek terpenting dalam peneltian yang pernyataan keinginan utama peneliti dalam melakukan penelitian. Segala kegiatan penelitian didasari oleh tujuan penelitian. Informasi yang disampaikan di dalam tujuan penelitian berupa pencarian jawaban terhadap masalah penelitian yang dihadapi atau diminati oleh peneliti.[8]

Manfaat penelitian[sunting | sunting sumber]

Manfaat penelitian berguna sebagai pengambilan keputusan praktik dalam artian yang cukup jelas. Secara khusus, penelitian harus memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan, manfaat bagi objek yang diteliti dan manfaat bagi peneliti. Sedangkan secara umum, penelitian harus memberi manfaat bagi pengembangan negara.[9]

Metode penelitian[sunting | sunting sumber]

Metode penelitian diperlukan agar hasil penelitian dapat dipertanggung jawabkan. Selain itu, keberadaan metode penelitian menjadi tolok ukur bagi validitas data sehingga peneliti lain dapat melanjutkan penelitian dengan berlandaskan pada temuan penelitian.[10]

Tinjauan pustaka[sunting | sunting sumber]

Tinjauan pustaka berisi hasil-hasil penelitian orang lain dan teori yang mendukung pelaksanaan penelitian. Kebaruan suatu solusi dalam penelitian dapat diketahui melalui tinjauan pustaka. Pada tinjauan pustaka terdapat penjelasan tentang masalah penelitian.[11] Pembuatana tinjauan pustaka dilakukan dengan pembuatan rujukan secara kritis dan sistematik kepada dokumen-dokumen yang berkaitan dengan judul peneltiian yang akan dilaksanakan. Dokumen-dokumen tersebut memuat informasi, ide, data dan metode dalam memperoleh informasi yang terkait dengan penelitian. Tujuan utama tinjauan pustaka adalah memberikan gambaran penelitian melalui perspektif ilmiah. Penelitian dikaitkan dengan pengetahuan yang telah ada. Informasi yang diperoleh dalam tinjauan pustaka berupa teori. desain penelitian, dan metode pengumpulan dan analisis data.[12]

Tujuan khusus pembuatan tinjauan pustaka adalah:[13]

  1. Melakukan identifikasi terhadap persetujuan peneliti terdahulu atas penelitian baru yang akan dikerjakan.
  2. Mengetahui perbedaan antara hasil-hasil penelitian lama dengan penelitian baru.
  3. Melakukan identifikasi masalah penelitian dari segi variabel-variabel dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
  4. Memperoleh informasi mengenai rekomendasi atas hasil peneltian di masa depan. Rekomendasi penelitian dapat digunakan sebagai panduan untuk desain penelitian baru.
  5. Melakukan identifikasi gidentifikasi bidang penelitian yang bermanfaat dalam memperoleh pemahaman dan pengetahuan penting mengenai masalah penelitian.
  6. Mengetahui cara peneliti lain menghubungkan antara teori-teori dengan desain penelitian.
  7. Mengetahui cara peneliti lain mengukur variabel-variabel penelitian, menyusun instrumen penelitian dan skala pengukuran item serta menyederhanakan pengukuran.

Hipotesis[sunting | sunting sumber]

Hipotesis merupakan dugaan sementara dari suatu peristiwa yang sudah terjadi atau akan terjadi. Penggunaan hipotesis dilakukan pada dua jenis kategori penelitian. Pertama, penelitian komparatif yang bertujuan membandingkan dua atau lebih objek maupun subjek. Tujuan penelitian komparatif adalah menemukan perbedaan antara dua atau lebih objek maupun subjek. Kedua, penelitian korelatif yang bertujuan untuk mengkaji keberadaan hubungan antara peristiwa dengan peristiwa yang lain maupun suatu gejala dengan gejala yang lainnya.[14]

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Sebagai panduan pelaksanaan penelitian[sunting | sunting sumber]

Bagi peneliti, proposal penelitian berperan sebagai panduan pelaksanaan penelitian. Penyusunan proposal penelitian dapat menjadi acuan kerja yang mengendalikan kinerja penelitian secara optimal, terarah, serta menghemat tenaga, waktu, dan dana yang digunakan selama penelitian berlangsung. Selain itu, kualitas dan kredibilitas hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan dengan mengacu kepada proposal penelitian.[15]

Sebagai penentu kelayakan penelitian[sunting | sunting sumber]

Kelayakan penelitian umumnya dinilai oleh pembimbing yang merupakan pakar, konsultan, atau narasumber dalam suatu bidang penelitian tertentu. Proposal penelitian menjadi tolok ukur kelayakan suatu penelitian. Jika proposal penelitian layak, maka penelitian dapat dilakukan. Sebalinya, jika proposal penelitian belum layak atau tidak layak, maka rancangan penelitian dapat diperbaiki terlebih dahulu, diganti topik dan permasalahannya, atau ditolak sama sekali. Proposal penelitian juga menjadi penilaian kelayakan pemberian dana oleh sponsor kepada suatu penelitian. Jumlah dana yang diberikan oleh sponsor sagat ditentukan oleh tingkat kualitas proposal penelitian.[15]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Research proposal". BusinessDictionary.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-02-05. Diakses tanggal 21 June 2016. 
  2. ^ Mustari dan Rahman 2012, hlm. 28.
  3. ^ Santosa 2015, hlm. 27.
  4. ^ Handoko, dkk. 2017, hlm. 29.
  5. ^ Wong, Paul T. P. "How to Write a Research Proposal". International Network on Personal Meaning. Diakses tanggal 21 June 2016. 
  6. ^ Ahyar 2018, hlm. 47.
  7. ^ Ahyar 2018, hlm. 49-50.
  8. ^ Mustari dan Rahman 2012, hlm. 29.
  9. ^ Ahyar 2018, hlm. 50.
  10. ^ Ahyar 2018, hlm. 56.
  11. ^ Handoko, dkk. 2017, hlm. 31.
  12. ^ Mustari dan Rahman 2012, hlm. 33.
  13. ^ Mustari dan Rahman 2012, hlm. 33-34.
  14. ^ Ahyar 2018, hlm. 54.
  15. ^ a b Santosa 2015, hlm. 28.

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  1. Ahyar, Juni (2018). Penuntun Membuat Skripsi dan Menghadapi Presentasi Tanpa Stres (PDF). Bojonegoro: Penerbit Pustaka Intermedia. 
  2. Handoko, dkk. (2017). Panduan Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik bagi Pemula (PDF). Jakarta: LIPI Press. ISBN 978-979-799-947-6. 
  3. Mustari, M., dan Rahman, M. T. (2012). Pengantar Metode Penelitian (PDF). Yogyakarta: LaksBang Pressindo. ISBN 978-979-2685-62-6. 
  4. Santosa, Puji (2015). Metode Penelitian Sastra: Paradigma, Proposal, Pelaporan, dan Penerapan (PDF). Sleman: Azzagrafika. ISBN 978-602-1048-42-9.