Standar praktik akuntansi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Akuntansi
Emblem-money.svg
Konsep dasar
Akuntan · Pembukuan · Neraca percobaan · Buku besar · Debit dan kredit · Harga pokok · Pembukuan berpasangan · Standar praktik · Basis kas dan akrual · PABU / IFRS
Bidang akuntansi
Biaya · Dana · Forensik · Keuangan · Manajemen · Pajak
Laporan keuangan
Neraca · Laba rugi · Perubahan ekuitas · Arus kas · Catatan
Audit
Audit keuangan · GAAS · Audit internal · Sarbanes-Oxley · Empat Besar

Standar praktik akuntansi adalah sekumpulan aturan akuntansi yang harus dipenuhi perusahaan dalam rangka pembuatan laporan keuangan agar pembaca laporan akan mudah memperbandingkan dengan laporan perusahaan lain.

Standar praktik akuntansi mengacu pada prinsip akuntansi yang berlaku umum atau PABU (merupakan padanan dari frasa generally accepted accounting principles atau GAAP), yaitu konvensi aturan, dan prosedur yang diperlukan untuk membatasi praktik akuntansi yang berlaku umum di wilayah tertentu pada saat tertentu. Prinsip akuntansi yang berlaku umum di suatu wilayah tertentu mungkin berbeda dari prinsip akuntansi yang berlaku di wilayah lain.

Kurang transparannya standar akuntansi di beberapa negara dianggap sebagai hambatan dalam menjalin hubungan bisnis dengan mereka. Secara umum, krisis keuangan di Asia pada akhir tahun 1990-an sebagian disebabkan standar akuntansi yang kurang rinci. Perusahaan-perusahaan raksasa di negara-negara Asia berhasil keluar dari kesulitan keuangan dengan memanfaatkan standar akuntansi untuk menutup hutang dan kerugian yang begitu besarnya di mana secara kolektif membawa negara-negara di wilayah tersebut menuju krisis keuangan.

Namun, skandal akuntansi di awal abad ke-21 yang melibatkan perusahaan seperti Worldcom and Enron menunjukan batasan standar akuntansi di Amerika Serikat.

Standardisasi internasional[sunting | sunting sumber]

Banyak negara mulai menggunakan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) yang disusun dan diterbitkan oleh International Accounting Standards Board.

Seluruh perusahaan terdaftar bursa di Uni Eropa diwajibkan mengikuti IFRS sejak 2005, Kanada pada tahun 2009,[1] Taiwan pada tahun 2013,[2] dan negara-negara lain mengadopsi IFRS dalam standar praktik akuntansi lokal.[3][4]

Pada tahun 2015 Indonesia resmi berkiblat pada IFRS dalam Standar Akuntansi Keuangan yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.[5]

Prinsip dan Standar Praktek Akuntansi[sunting | sunting sumber]

Prinsip akuntansi adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan akuntansi secara keseluruhan baik itu metode, prosedur, serta ketentuan yang mengandung teori atau pun secara praktis. Penggunaan prinsip akuntansi sangat penting agar terdapat keseragaman dalam hal, cara, metode, prosedur tertentu untuk menghasilkan format laporan keuangan yang relevan dan mudah dipahami. Prinsip akuntansi adalah berbagai acuan dasar yang telah dijadikan rujukan dan dijadikan sebagai standarisasi dalam menyampaikan sebuah konsep keuangan yang rapi dan mudah dipahami. Untuk itu anda membutuhkan Harmony Accounting Software, yang mana dapat menyediakan 20 lebih jenis laporan keuangan secara real-time yang bisa membantu dalam menganalisa, memeriksa dan mengembangkan bisnis Anda.

           Praktik akuntansi adalah proses dan aktivitas pencatatan operasi keuangan sehari-hari dari suatu entitas bisnis. Praktik akuntansi diperlukan untuk menghasilkan laporan keuangan tahunan perusahaan yang diwajibkan secara hukum. Ada berbagai metode akuntansi yang dapat dipilih perusahaan untuk digunakan, dan ada prinsip yang harus dipatuhi oleh perusahaan. Prinsip akuntansi yang diterima secara umum  (GAAP) mengacu pada seperangkat prinsip, standar, dan prosedur akuntansi umum yang dikeluarkan oleh  Dewan Standar Akuntansi Keuangan  (FASB). Perusahaan publik di Amerika Serikat harus mengikuti GAAP ketika akuntan mereka menyusun laporan keuangan mereka. Praktik akuntansi diperlukan agar perusahaan dapat menghasilkan laporan keuangan tahunan dan wajib hukum: laporan laba rugi, laporan laba rugi komprehensif, neraca , laporan arus kas , dan laporan ekuitas pemegang saham .Berbagai metode akuntansi digunakan oleh perusahaan untuk praktik akuntansi mereka. Dua metode utama adalah akuntansi kas dan akuntansi akrual.

Referensi[sunting | sunting sumber]