Prasejarah Malaysia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Lukisan gua Tambun, yang berusia 2000 tahun, di Ipoh, Perak, Malaysia.
Bagian dari seri artikel mengenai
Sejarah Malaysia
Kemerdekaan Malaya dan proklamasi penggabungan Borneo Utara dan Serawak bagi membentuk Malaysia.

Tengkorak manusia modern anatomik terawal di Semenanjung Malaysia, Menusia Perak, berasal dari 11,000 tahun yang lalu dan Wanita Perak berasal dari 8,000 tahun yang lalu, ditemukan di Lenggong. Situs tersebut memiliki sebuah kawasan produksi alat batu yang tidak mengganggu, dibuat menggunakan peralatan seperti anvil dan batu palu. Lukisan Gua Tambun juga terletak di Perak. Dari Malaysia Timur, Gua-Gua Niah di Sarawak, terdapat bukti jenazah manusia tertua di Malaysia, yang berasal dari 40,000 tahun yang lalu.

Kronologi[sunting | sunting sumber]

35,000+ tahun yang lalu – Paleolitikum (Zaman Batu Awal)[sunting | sunting sumber]

Gua-Gua Niah di Sarawak adalah sebuah situs prasejarah penting dimana jenazah manusia dari sekitar 40,000 tahun yang lalu ditemukan .[1] Para arkeolog mengklaim pada waktu yang lebih awal, peralatan batu ditemukan di lembah Mansuli, dekat Lahad Datu, Sabah, namun analisis penanggalan pasti belum dipublikasikan.[2]

10,000–5,000 tahun yang lalu- Neolitikum (Zaman Batu Baru)[sunting | sunting sumber]

Penemuan arkeologi dari lembah Lenggong di Perak menunjukkan bahwa orang-orang membuat peralatan batu dan menggunakan perhiasan. Data arkeologi dari masa tersebut datang dari situs gua dan tempat perlindungan batu, dan dikatikan dengan pemburu-peramu Hoabinhian. Diyakini para petani Neolitikum membuat pemukiman mereka di kawasan tersebut antara 3–4000 tahun yang lalu.[3]

2,500 tahun yang lalu – Zaman Perunggu[sunting | sunting sumber]

Lebih banyak orang yang datang, yang meliputi suku-suku baru dan para penjelajah laut. Semenanjung Malaya menjadi jalan lintas perdagangan maritim pada zaman kuno. Para penjelajah laut yang datang ke pesisir Malaysia meliputi orang India, Mesir, orang-orang Timur Tengah, Jawa dan Tionghoa. Prolemi menyebut Semenanjung Malaya dengan sebutan Chersonese Emas.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Barker, Graeme; et al. (2007). "The 'human revolution' in lowland tropical Southeast Asia: the antiquity and behavior of anatomically modern humans at Niah Cave (Sarawak, Borneo)". Journal of Human Evolution. Elsevier. 52 (3): 243–261. doi:10.1016/j.jhevol.2006.08.011. PMID 17161859. Diakses tanggal 7 April 2012. 
  2. ^ Fong, Durie Rainer (10 April 2012). "Archaeologists hit 'gold' at Mansuli". The Star. Diakses tanggal 15 April 2012. 
  3. ^ Lekenvall, Henrik. LATE STONE AGE COMMUNITIES IN THE THAI-MALAY PENINSULA. Journal of Indo-Pacific Archaeology 32 (2012): 78-86.
  • The Encyclopedia of Malaysia: Early History, Volume 4 / edited by Nik Hassan Shuhaimi Nik Abdul Rahman [1]
  • The Encyclopedia of Malaysia: Languages and Literature, Volume 9 / edited by Prof. Dato' Dr. Asmah Haji Omar [2]
  • Crawford's 1822 Malay of Champa
  • The Book of Anushirwan, The Cham Muslims of Southeast Asia: A Historical Note.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Templat:Topik Malaysia Templat:Teknologi pra-sejarah