Prasasti Tanjore

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Prasasti Tanjore merupakan sekumpulan dari 5 buah keping tembaga yang terdapat pada kuil Parijatavanesvara di Tirukkalar, berada pada distrik Tanjore (Thanjavur), India.

Prasasti ini merupakan peninggalan dari raja-raja yang berbeda dinasti Chola, di Koromandel, selatan India.

Penafsiran teks prasasti[sunting | sunting sumber]

Isi dari teks prasasti dengan penanggalan paling awal dimulai tentang sejarah raja, peristiwa Rajendra Chola I naik tahta pada tahun 1012, kemudian menceritakan tentang penaklukan yang dilakukannya atas beberapa kawasan termasuk beberapa kawasan di nusantara serta penawanan raja Kadaram yang bernama Sangrama-Vijayottunggawarman, beserta kawasan Sriwijaya lainnya.[1]

Transliterasi[sunting | sunting sumber]

  • Salam sejahtera! pada tahun ke 18 raja Parakesarivarman alias Udaya Sri Rajendra Choladeva, hidup dalam kemakmuran, ketika Tiru telah menetap, berkembang menjadi Mahadewi bumi, dewi keberuntungan dalam peperangan, yang ketenarannya tiada tandingan, menjadi Maharatu dengan sukacita, bersama tentara yang hebat menaklukan musuh pada negeri:
  1. Idaidurai-Nadu, Vanavasi, yang diselubungi hutan luas;
  2. Kollippakkai, yang pertahanannya dikelilingi dengan semak belukar;
  3. Mannaikkadakkam, yang bentengnya susah didekati, tempat raja Ilam yang diperangi, ... merebut mahkota ratu dan kalung mutiara Indra, raja selatan;
  4. Seluruh Ila-mandala di laut; sebuah pulau, tempat raja Kerala, yang memiliki tentara...
  5. ... benteng Sandimattivu, ditembus,...;
  6. Sakkarakottam punya prajurit berani, Madura-mandala kawasan utara yang kuat;
  7. Namanaikkonam, yang dikelilingi oleh pepohonan padat;
  8. Panchapalli ... prajurit senjata panah;
  9. Masunidesa; yang memiliki harta, dikuasai setelah ditangkap Indraratha bersama keluarganya di kota indah Adinagar...;
  10. Odda-vishaya, yang sulit untuk didekati, ... ;
  11. Kosalai-Nadu, di mana Brahmana berlimpah;
  12. Dandabutti, memiliki kebun yang luas dikuasai setelah mengalahkan Dharmapala;
  13. Takkana-Ladam, yang terkenal tunduk setelah diserang Ranasura;
  14. Vangaladesa, hujan angin tiada berhenti, Govindachandra melarikan diri, turun dari gajahnya ;
  15. Uttira-Ladam di laut luas yang berlimpah mutiara;
  16. Gangal yang airnya berbalik ...
  17. Setelah banyak kapal dikirim berputar di tengah laut dan tertangkap Sangrama-Vijayaottungavarman, raja Kadaram, bersama dengan gajahnya, yang disiapkan melawan dan kemenangan besar,... tumpukan harta yang banyak, Vidyadhara-torana membuka gerbang kota pedalaman yang luas yang dilengkapi perlengkapan perang, berhiaskan permata dengan kemuliaan besar, gerbang kemakmuran Sriwijaya; Pannai dengan kolam air, Malaiyur dengan benteng terletak di atas bukit; Mayirudingam dikelilingi oleh parit; Ilangasogam yang tak gentar dalam pertempuran sengit...; Mappappalam dengan air sebagai pertahanan; Mevilimbangam, dengan dinding tipis sebagai pertahanan; Valaippanduru, memiliki lahan budidaya dan hutan; Takkolam yang memiliki ilmuwan; pulau Madamalingam berbenteng kuat; Ilamuri-Desam, yang dilengkapi dengan teknologi hebat; Nakkavaram yang memiliki kebun madu berlimpah; dan Kadaram berkekuatan seimbang, dengan tentara memakai kalal
  18. Mahadeva tanah Devadana dari Vengurkkala-Tirukkalar....

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Sastri, K.A.N., (1949). History of Sri Vijaya. University of Madras.