Lompat ke isi

Prasasti Sutan Nasinok Harahap

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara.

Prasasti Sutan Nasinok Harahap adalah peninggalan bersejarah berupa prasasti dalam aksara Batak yang berada di kompleks makam kuno Sutan Nasinok Harahap. Kompleks makam kuno Sutan Nasinok terletak di Desa Padang Garugur, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara. Kompleks makam kuno ini merupakan milik keturunan marga Harahap.[1] Prasasti dan kompleks makam kuno ini diperkirakan dibuat pada sekitar abad ke-16 hingga ke-17 Masehi.[1]

Makam kuno ini tersusun dari batu-batu pipih yang dihiasi beberapa ornamen. Sejumlah artefak dilaporkan telah hilang.[1] Prasasti yang dipahat pada batu pipih di makam tersebut menampilkan motif hiasan burung dan sulur, suatu simbolisme kehidupan dan spiritualitas dalam tradisi Batak. Motif serupa juga masih sering terdapat pada seni pahat Batak dan Nias pada masa yang terkemudian.[2]

Karakteristik prasasti

[sunting | sunting sumber]

Prasasti ini berada di salah satu gundukan makam, tepatnya di makam Sutan Nasinok Harahap, terletak di bagian tengah sisi timur. Prasasti ini ditulis menggunakan aksara Batak mengenai seorang tokoh bernama Sutan Nasinok Harahap. Prasasti ini dipahatkan pada sebuah batu pipih dengan hiasan dua hiasan burung berhadapan dan saling mematuk sesuatu yang berbentuk bulat. Pada bagian atas terdapat hiasan sulur serta hiasan segitiga (bindu). Prasasti ini memiliki tinggi 75 cm.[2][3]

Makam Sutan Nasinok Harahap tersusun atas susunan batu dengan bentuk pipih, disusun mengelilingi bagian pinggir gundukan makam. Di beberapa sisi terdapat beberapa papan batu yang memiliki hiasan, terutama papan batu yang terdapat di sisi timur. Menurut informasi pada masa lalu terdapat beberapa batu berhias atau bertulis yang saat ini telah hilang, demikian juga dengan beberapa patung yang diperkirakan juga telah hilang.[1][2][3]

Tulisan prasasti

[sunting | sunting sumber]

Di makam kuno Sutan Nasinok Harahap ini, pada sisi tengah sebelah timur terdapat batu bertulis atau prasasti yang ditulis dengan menggunakan aksara Batak, yang menampilkan kata-kata “Sutan Nasinok Harahap”. Prasasti tersebut dibuat dengan cara dipahat, terlihat sangat sederhana serta posisi penulisannya kurang simetris.[2][3]

Berdasarkan penggunaan aksara Batak, yaitu suatu aksara turunan aksara Pallawa yang berkembang setelah masa aksara Melayu Kuno di Sumatera, maka dapat diperkirakan bahwa prasasti ini dibuat pada sekitar abad ke-16 hingga ke-17 Masehi.[1]

Nilai sejarah dan budaya

[sunting | sunting sumber]

Prasasti dan makam Sutan Nasinok Harahap tidak hanya berfungsi sebagai penanda makam, tetapi juga sebagai bukti sejarah keberadaan marga Harahap di wilayah Padang Lawas Utara.[4] Hiasan burung dan sulur pada prasasti mencerminkan simbolisme dalam budaya Batak, sering dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan, harmoni, dan spiritualitas, yang juga masih dapat ditemukan dalam seni pahat warisan budaya lokal suku Batak dan Nias pada masa yang lebih kemudian.[5]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 4 5 Nasoichah, Churmatin (07-04-2017). "MAKAM KUNO SUTAN NASINOK HARAHAP, POLA PENGUBURAN ETNIS BATAK ANGKOLA-MANDAILING DI PADANG LAWAS UTARA". Balai Arkeologi Sumatra Utara.
  2. 1 2 3 4 Nasoichah, Churmatin; Andhifan, Wahyu Rizky (2020). "Prasasti-Prasasti Beraksara Pasca-Palawa: Bukti Keberagaman di Kawasan Kepurbakalaan Padang Lawas, Sumatera Utara" (PDF). Jurnal Arkeologi Siddhayatra. 25 (1).
  3. 1 2 3 Nasoichah, Churmatin (2018-01-07). "Tokoh Surrya (Juru Pāndai) dalam Penulisan Prasasti Gunung Tua (Bhatāra Lokanātha)". Berkala Arkeologi Sangkhakala. 12 (24): 113–127. doi:10.24832/bas.v12i24.212. ISSN 2580-8907.
  4. Nasoichah, Churmatin; Susilowati, Nenggih; Oetomo, Repelita Wahyu; Setiawan, Taufiqurrahman; Siahaan, Pesta H.H. (2018). "Sebaran Makam Kuna Di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Harahap, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara". Berita Penelitian Arkeologi (33). Balai Arkeologi Sumatera Utara. ISSN 1.
  5. B.A, M. Saleh (1980-01-01). Seni Patung Batak dan Nias. Direktorat Jenderal Kebudayaan.