Prasasti Purwokerto
Prasasti Purwokerto adalah sebuah prasasti batu yang ditemukan di Dusun Purwokerto, Desa Purwokerto, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.[1] Prasasti ini saat ditemukan sudah pecah menjadi lima bagian. Tulisan pada prasasti sudah sangat aus, tetapi di beberapa tempat beberapa baris aksaranya masih dapat diamati. Dari jejak aksara yang teramati, diduga prasasti ini ditulis dalam aksara dan bahasa Jawa Kuno yang bercirikan abad ke-11 M. Tidak terbaca keterangan tarikh pada prasasti ini.[2][3]
Prasasti Purwokerto saat ini telah secara resmi dimasukkan ke dalam daftar benda cagar budaya di wilayah Lamongan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Lamongan, yang menegaskan pentingnya pelestarian artefak bersejarah ini.[2][4]
Kondisi prasasti
[sunting | sunting sumber]Keberadaan Prasasti Purwokerto ini sebelumnya sempat dilaporkan oleh Machi Suhadi dan Richardianan Kartakusuma dalam penelitian efigrafi mereka di Jawa Timur pada tahun 1996,[1] serta disebutkan pula oleh penelitian Titi Surti Nastiti pada tahun 2014.[3] Saat ditemukan, prasasti ini sudah dalam keadaan terpecah menjadi lima bagian. Sebagian prasasti ada yang menancap di tanah, sebagian lagi tertimbun serta tertutupi rerumputan dan tanah pematang sawah. Lokasi penemuan pecahan prasasti ini cukup jauh dari pemukiman penduduk di dataran yang lebih tinggi dari perkampungan.[2]
Setelah pecahan-pecahan Prasasti Purwokerto ini disusun kembali, maka dapat dibentuk sebuah prasasti yang utuh.[3] Pada tempat yang tidak terlalu jauh dari sana, juga ditemukan sebuah lapik tempat prasasti ini dulunya ditancapkan. Bentuk prasasti ini secara utuh berupa lempeng batu kapur (stela) dengan ukuran tinggi 145 cm, lebar 77 cm, dan tebal 23 cm.[1] Secara umum, seluruh permukaan prasasti sudah sangat aus, tetapi beberapa baris aksara masih bisa diamati. Pada fragmen paling bawah terdapat hiasan padmasana. Dalam survey bersama EFEO dan BRIN pada tahun 2022 dilakukan pengambilan fotogrametri oleh Adeline Levivier.[3]
Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur Ismail Lutfi saat melakukan rekonstruksi dan identifikasi terhadap prasasti ini menyatakan bahwa bila dilihat bentuk dasarnya, maka prasasti ini diduga berasal dari abad ke-11 M, dengan raja utamanya adalah Raja Airlangga. Sedangkan dari jejak aksaranya yang masih terlacak menunjukkan bahwa aksara yang dipakai adalah aksara Jawa kuno dengan ciri-ciri aksara pada abad ke-11 M.[2]
Isi prasasti
[sunting | sunting sumber]Pembacaan sementara prasasti ini dari sebanya tujuh baris kata yang dapat terbaca, menghasilkan dugaan bahwa prasasti ini berhubungan dengan penetapan sima (tanah perdikan). Apalagi mengingat bahwa prasasti ini berbentuk prasasti panjang, serta kondisi geografis letak prasasti sangat masuk akal, karena prasasti yang menetapkan sima cenderung dikaitkan dengan bentang lahan seperti lahan pertanian, hutan, dan lain-lain sebagai pendukungnya. Dengan demikian, perlu diteliti lebih jauh apakah ada bekas situs bangunan suci di sekitar lokasi prasasti, untuk mendukung dugaan tersebut.[2]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 Suhadi, Machi; Kartakusuma (Richadiana). "LAPORAN PENELITIAN EPIGRAFI DI WILAYAH PROVINSI JAWA TIMUR" (PDF). Berita Penelitian Arkeologi. 47 (Edisi 1996/1997). Jakarta: 43.
- 1 2 3 4 5 Sudjarwo, Eko. "Prasasti Purwokerto, Peninggalan Airlangga di Lamongan yang Tak Utuh Lagi". detikjatim. Diakses tanggal 2025-06-19.
- 1 2 3 4 Nastiti, Titi Surti; Prihatmoko, Hedwi; Meyanti, Lisda; Griffiths, Arlo; Bastiawan, Eko; Levivier, Adeline; Supriyo (2023-05-09). "Laporan Survei Prasasti Zaman Hindu-Buddha Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Lamongan, Tuban, Jombang, Mojokerto dan Sidoarjo, Tahun 2022". Hal Open Science. École française d’Extrême-Orient, 2022 - Badan Riset dan Inovasi Nasional, 2023: 27. Diakses tanggal 2025-06-19. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ "DAFTAR CAGAR BUDAYA DI KABUPATEN LAMONGAN" (PDF). Pemerintah Kabupaten Lamongan.