Prasasti Ganggo Hilia
Prasasti Ganggo Hilia adalah sebuah prasasti yang ditemukan di Jorong Pasar, Nagari Ganggo Hilia, Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat.[1][2][3][4][5] Prasasti ini ditemukan oleh tim survei Balai Arkeologi Medan pada bulan September tahun 2004.[1] Prasasti ini ditulis dalam bahasa Sansekerta dan aksara Jawa Kuno,[2][3] dan berlokasi di dataran tinggi dengan ketinggian 232 meter di atas permukaan laut, tidak jauh dari sungai Batang Bubus.[1][3] Prasasti terletak pada koordinat astronomis 0° 00' 19.8" S 100° 13' 37.9" E.[4]
Prasasti ini telah terdaftar sebagai cagar budaya tidak bergerak pada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat dengan nomor inventaris 12/BCB-TB/A/08/2007.[4]
Deskripsi
[sunting | sunting sumber]Prasasti ini dipahatkan pada batu andesit alami yang tidak dirapikan.[1][3][5] Ukuran panjang prasasti sekitar 135 cm, lebar 105 cm, dan tebal 100 cm.[6] Prasasti ini ditulis dalam bahasa Sansekerta, dengan menggunakan aksara Jawa Kuno yang bercampur aksara Jawa Baru.[3][4][7] Berdasarkan kajian paleografi, prasasti ini diperkirakan berasal dari abad ke-14 hingga ke-15 Masehi, yaitu pada sekitar masa pemerintahan Raja Adityawarman.[3][4]
Tulisan prasasti terbagi menjadi dua bagian: sisi selatan dan sisi timur laut-utara.[5] Pada sisi selatan terdapat satu baris tulisan yang melingkar di bawah cap telapak tangan kanan,[2][5][6] sedangkan pada sisi timur laut memiliki gambar tiga buah segitiga simetris berderet horisontal,[5] yang bentuknya menyerupai atap rumah gadang (gonjong)[6] Pada sisi utara terdapat dua kelompok pertulisan.[8] Kelompok pertama terdiri dari tujuh baris berukuran lebih besar, dan terletak di bagian paling bawah; sedangkan kelompok kedua terdiri dari lima baris yang terletak di bawah, tetapi yang dapat dibaca hanya dua baris saja karena aus terkena aliran sungai.[6][8]
Isi
[sunting | sunting sumber]Isi prasasti mencakup pengumuman mengenai pemanfaatan air di lokasi tersebut yang dapat diminum dan digunakan oleh manusia maupun hewan.[4]
Alih aksara
[sunting | sunting sumber]Berikut alih aksara prasasti, menurut pembacaan Setianingsih dan Marsis Sutopo (2005):[9]
Sisi selatan (di sekeliling telapak tangan kanan):
- garja o
- dāryasathya
- jalahā
Sisi utara kanan (tujuh baris):
- vajayair drerana
- dejargar
- dānavar
- udāryagarā
- go - enjera
- unusuj - n
- dahar ha dhe - enjane
Sisi utara kiri (lima baris, terbaca hanya dua baris):
- dhayapanasajadajana
- .....da dha da da la...ra
Alih bahasa
[sunting | sunting sumber]Berikut alih bahasa prasasti, menurut pembacaan Setianingsih dan Marsis Sutopo (2005):[10]
Sisi selatan (di sekeliling telapak tangan kanan)
- hiruk pikuk atau kericuhan
- memberikan atau menghasilkan kebohongan, kedurhakaan orang
- membuang kebodohan
Sisi utara kanan (tujuh baris)
- diumumkan
- ?
- mempersembahkan air
- orang yang minum air
- kerbau atau sapi
- ?
- ?
Sisi utara kiri (lima baris, terbaca hanya dua baris)
- masyarakat atau orang dapat bersama-sama minum sedikit-sedikit atau hanya membasahi bibir
- (tidak dapat diartikan)
Kondisi
[sunting | sunting sumber]Prasasti Ganggo Hilia merupakan situs cagar budaya yang terletak dalam wilayah kanagarian Ganggo Hilia, yang bertanggung jawab atas perawatan dan pengelolaannya. Nagari Ganggo Hilia merupakan salah satu desa wisata menawarkan daya tarik budaya dan sejarah.[2] Prasasti saat ini berada dekat jembatan di pinggir sungai Batang Bubus, kira-kira 150 meter ke arah timur dari Pasar Bonjol.[3][4][5] Lokasi prasasti telah dipindahkan 100 meter dari tempat awal penemuannya di belakang gedung Puskesmas desa.[1][3][4] Lingkungan sekitar prasasti merupakan ladang kelapa sawit, pinang, dan lain-lain milik penduduk setempat.[5] Akses menuju situs harus melewati sungai dan semak-semak sejauh kurang lebih 200 meter.[3][4]
Pada tahun 1983, prasasti ini mengalami penambahan pahatan grafiti huruf Latin bertuliskan "Azwar Anas".[3][4]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]Catatan kaki
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 5 Setianingsih 2005, hlm. 65.
- 1 2 3 4 "Produk Wisata Situs Cagar Budaya Prasasti Ganggo Hilia". sumbar.jadesta.com. Jadesta Sisparnas, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Diakses tanggal 2025-04-12.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "Cagar Budaya Situs Prasasti Ganggo Hilia". sidadok.disbud.sumbarprov.go.id. Sistem Database Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. Diakses tanggal 2025-04-12.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Yuandha, Ade (2021-12-13). "Sejarah Cagar Budaya Situs Prasasti Ganggo Hilia di Kabupaten Pasaman". Halonusa News. Diakses tanggal 2025-04-12.
- 1 2 3 4 5 6 7 Oetomo et al. 2007, hlm. 26.
- 1 2 3 4 Setianingsih 2005, hlm. 67.
- ↑ Setianingsih 2005, hlm. 68-70.
- 1 2 Oetomo et al. 2007, hlm. 27.
- ↑ Setianingsih 2005, hlm. 68.
- ↑ Setianingsih 2005, hlm. 69.
Bacaan lanjutan
[sunting | sunting sumber]- Setianingsih, Rita Margaretha (2005). "Prasasti Ganggo Hilia: Temuan Baru Dari Sumatera Barat" (PDF). Berkala Arkeologi Sangkhakala. November 2005 (16). Medan: Balai Arkeologi Medan, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata: 65–78. ISSN 1410-3974. Diakses tanggal 2025-04-12.
- Oetomo, Repelita Wahyu; Soedewo, Ery; Wiradnyana, Ketut; Koestoro, Lucas Pratanda (2007). "Arkeologi Di Bagian Barat Laut Provinsi Sumatera Barat" (PDF). Berita Penelitian Arkeologi No. 18. Medan: Balai Arkeologi Medan, Puslitbang Pengembangan Arkeologi Nasional, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata: 26–27. ISSN 1416-7708. Diakses tanggal 2025-04-12. ; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)