Portal:Pertanian/Berita terkini/Juni

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
30 Juni 2017
  • "Meningkatnya biaya hidup memicu beberapa rumah tangga penerima manfaat bank pangan harus melewatkan jam makan mereka. Oxford University melakukan survey terbesar terhadap penerima manfaat bank pangan dan menemukan bahwa jumlah makanan yang mereka terima tidaklah mencukupi, dan kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan mereka. Kalangan pekerja yang sebelumnya tidak memanfaatkan bank pangan pun mulai beralih ke sana. Survey ini juga menunjukkan bahwa kemiskinan dan kerawanan pangan di Inggris semakin nyata." (BBC) (The Guardian)

  • Akinwumi Adesina
    Akinwumi Adesina
  • "Presiden African Development Bank, Akinwumi Adesina, memenangi Penghargaan Pangan Dunia tahun 2017. Adesina dinilai telah berperan penting dalam meningkatkan produksi pangan di benua yang rawan kelaparan tersebut. Adesina mencapai prestasi tersebut dengan membiayai wirausaha yang menyuplai pupuk dan benih. Ia memiliki visi agar pemuda Afrika menjadikan pertanian sebagai bisnis." (BBC) (Agriculture.com)

  • 13 Juni 2017
    Sapi perah
    Sapi perah
  • "Demi mempertahankan suplai susu sapi di Qatar, seorang pengusaha menerbangkan sapi perah sebanyak 4000 ekor dari Australia dan Amerika Serikat lewat jalur penerbangan baru yang terbentuk lewat zona udara Turki dan Iran. Selama ini Qatar mendapatkan suplai susu dan produk susu dari Arab Saudi melalui perbatasan darat. Ke 4000 sapi tersebut akan diterbangkan lewat 60 kali penerbangan, dan didaulat sebagai penerbangan hewan ternak terbesar di dunia." (Independent.co.uk) (The Guardian)

  • 12 Juni 2017
    Negara Teluk Persia
    Negara
    Teluk Persia
  • "Pasca blokade yang dilakukan negara tetangganya, Qatar melakukan kerja ekstra untuk mempertahankan suplai pangan dan mempertahankan harga di negerinya. Impor bahan baku meningkat dari negara non pendukung blokade dan ekspor makanan dihentikan sementara waktu. Dan berbagai perusahaan manufaktur makanan di negara tersebut mencari jalur dan sumber alternatif pengadaan makanan, bahkan mengimpornya menggunakan pesawat terbang kargo." (Peninsula Watar) (Gulf Times)

  • Arsip: