Portal:Pertanian/Artikel pilihan/2017

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Minyak sawit murni yang dihasilkan di desa Jukwa, Ghana. Perhatikan warna merah minyak sawit yang merupakan beta karoten yang secara alami terdapat di minyak sawit. Pemurnian oleh industri minyak goreng menghilangkan beta karoten ini

Minyak sawit atau minyak kelapa sawit adalah minyak nabati edibel yang didapatkan dari mesocarp buah pohon kelapa sawit, umumnya dari spesies Elaeis guineensis, dan sedikit dari spesies Elaeis oleifera dan Attalea maripa. Minyak sawit secara alami berwarna mereha karena kandungan beta-karoten yang tinggi. Minyak sawit berbeda dengan minyak inti kelapa sawit (palm kernel oil) yang dihasilkan dari inti buah yang sama.Minyak kelapa sawit juga berbeda dengan minyak kelapa yang dihasilkan dari inti buah kelapa (Cocos nucifera). Perbedaan ada pada warna (minyak inti sawit tidak memiliki karotenoid sehingga tidak berwarna merah), dan kadar lemak jenuhnya. Minyak sawit mengandung 41% lemak jenuh, minyak inti sawit 81%, dan minyak kelapa 86%. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: VanillaPeternakan pabrikKebijakan pertanian
Artikel pilihan lainnya...

frames

Pertanian subsisten adalah pertanian swasembada (self-sufficiency) di mana petani fokus pada usaha membudidayakan bahan pangan dalam jumlah yang cukup untuk mereka sendiri dan keluarga. Ciri khas pertanian subsisten adalah memiliki berbagai variasi tanaman dan hewan ternak untuk dimakan, terkadang juga serat untuk pakaian dan bahan bangunan. Keputusan mengenai tanaman apa yang akan ditanam biasanya bergantung pada apa yang ingin keluarga tersebut makan pada tahun yang akan datang, juga mempertimbangkan harga pasar jika dirasakan terlalu mahal dan mereka memilih menanamnya sendiri.

Meski dikatakan mengutamakan swasembada diri sendiri dan keluarga, sebagian besar petani subsisten juga sedikit memperdagangkan hasil pertanian mereka (secara barter maupun uang) demi barang-barang yang tidak terlalu berpengaruh bagi kelangsungan hidup mereka dan yang tidak bisa dihasilkan di lahan, seperti garam, sepeda, dan sebagainya. Kebanyakan petani subsisten saat ini hidup di negara berkembang. Banyak petani subsisten menanam tanaman pertanian alternatif dan memiliki kemampuan bertani yang tidak ditemukan di metode pertanian maju. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Minyak sawitVanillaPeternakan pabrik
Artikel pilihan lainnya...

Biji kopi yang telah digaringkan

Biji kopi adalah biji dari tumbuhan kopi dan merupakan sumber dari minuman kopi. Warna bijinya adalah putih dan sebagian besar berupa endosperma. Setiap buah umumnya memiliki dua biji. Buah yang hanya mengandung satu biji disebut dengan peaberry dan dipercaya memiliki rasa yang lebih baik.

Dua varietas yang paling banyak dibudidayakan yaitu kopi arabika (75%) dan kopi robusta (20%). Kopi arabika mengandung sekitar 0.8-1.4 persen kafein, sedangkan kopi robusta 1.7-4% kafein. Kopi merupakan salah satu tanaman perkebunan dan komoditas ekspor utama dari setengah negara berkembang di dunia. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Pertanian subsistenMinyak sawitVanilla
Artikel pilihan lainnya...

Terdapat banyak hal yang menyebabkan kematian ikan secara masal, namun kekurangan oksigen menjadi penyebab yang paling umum

Kebinasaan ikan atau kematian ikan massal (fish kill, fish die-off) adalah gejala kematian populasi ikan dan hewan laut pada umumnya secara lokal. Penyebab utama adalah berkurangnya oksigen di dalam air, yang dapat terjadi karena berbagai hal seperti kekeringan, ledakan alga, populasi berlebih, atau peningkatan temperatur air. Penyakit dan parasit ikan juga mampu menyebabkan kebinasaan ikan. Keracunan akibat pencemaran air juga dapat menjadi penyebab namun jarang terjadi. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Biji kopiPertanian subsistenMinyak sawit
Artikel pilihan lainnya...

Pertumbuhan produksi pangan per kapita selalu meningkat sejak tahun 1961

Ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya. Sebuah rumah tangga dikatakan memiliki ketahanan pangan jika penghuninya tidak berada dalam kondisi kelaparan atau dihantui ancaman kelaparan. Ketahanan pangan merupakan ukuran kelentingan terhadap gangguan di masa depan atau ketiadaan suplai pangan penting akibat berbagai faktor seperti kekeringan, gangguan perkapalan, kelangkaan bahan bakar, ketidak stabilan ekonomi, peperangan, dan sebagainya. Penilaian ketahanan pangan dibagi menjadi keswadayaan atau keswasembadaan perorangan (self-sufficiency) dan ketergantungan eksternal yang membagi serangkaian faktor risiko. Meski berbagai negara sangat menginginkan keswadayaan secara perorangan untuk menghindari risiko kegagalan transportasi, namun hal ini sulit dicapai di negara maju karena profesi masyarakat yang sudah sangat beragam dan tingginya biaya produksi bahan pangan jika tidak diindustrialisasikan. Kebalikannya, keswadayaan perorangan yang tinggi tanpa perekonomian yang memadai akan membuat suatu negara memiliki kerawanan produksi. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Kebinasaan ikanBiji kopiPertanian subsisten
Artikel pilihan lainnya...

Karkas sapi muda di Marché d'Intérêt National de Rungis, Prancis

Daging sapi muda (veal) adalah daging yang didapatkan dari sapi yang masih muda, yang disembelih ketika hanya berusia beberapa hari hingga 12 bulan. Daging sapi muda umumnya dihasilkan dari sapi jantan dari ras sapi penghasil susu (sapi perah) karena tidak mampu menghasilkan susu dan tidak menguntungkan jika digemukkan hingga dewasa karena bukan dari ras sapi pedaging. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Ketahanan panganKebinasaan ikanBiji kopi
Artikel pilihan lainnya...

Terowongan tanaman yang terbuat dari plastik, melindungai tanaman dari hujan sekaligus optimisasi penyerapan panas oleh tanaman

Plastikultura adalah praktek penggunaan bahan berbasis plastik di dalam usaha pertanian. Bahan plastik sendiri merupakan bahan yang memiliki aplikasi yang cukup luas di berbagai bidang. Namun dalam plastikultura, plastik digunakan sebagai bahan yang berperan penting dalam menunjang pertumbuhan tanaman, seperti plastik pelapis sebagai mulsa, penggunaan plastik transparan untuk fumigasi tanah secara termal, penggunaan plastik sebagai bahan pembuat pipa penyalur air dan nutrisi dalam praktek hidroponik, penggunaan plastik sebagai penampung media tanam yang juga ada pada hidroponik, pembuatan rumah tanaman dari plastik, dan sebagainya. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Daging sapi mudaKetahanan panganKebinasaan ikan
Artikel pilihan lainnya...

frames

Lahan tidur adalah lahan pertanian yang sudah tidak digunakan selama lebih dari dua tahun. Lahan tidur umumnya merupakan sebuah bagian dari sistem peladangan berpindah di mana petani membuka hutan, menanamnya selama beberapa musim tanam, dan meninggalkannya untuk membuka lahan baru. Lahan tidur seringkali berupa lahan yang kritis dan miskin nutrisi sehingga sulit untuk ditanami tanaman penghasil pangan maupun tanaman pertanian lain yang cepat menghasilkan.

Penyebab terbentuknya lahan tidur bisa dilihat secara fisik dan sosial. Ketika suatu lahan tidak lagi mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal, biasanya lahan ditinggalkan. Hal ini umum terjadi pada sistem ladang berpindah. Sistem ladang berpindah diketahui sebagai penyebab terjadinya degradasi lahan yang dapat menuju ke desertifikasi. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: PlastikulturaDaging sapi mudaKetahanan pangan
Artikel pilihan lainnya...

frames

Ledakan populasi alga adalah suatu kondisi di mana populasi alga (umumnya alga mikroskopis) di dalam ekosistem perairan mengalami peningkatan populasi dikarenakan perubahan kondisi lingkungan. Umumnya spesies yang terlibat hanya sedikit. Ledakan populasi alga dapat menyebabkan perubahan warna pada ekosistem perairan dengan warna sesuai dengan jenis alga. Misal warna hijau muda dapat disebabkan oleh cyanobacteria dan warna merah disebabkan oleh dinoflagellata.

Ledakan populasi alga dapat memberian dampak negatif bagi organisme lainnya dengan memproduksi toksin atau akibat dekomposisi alga. Ledakan populasi alga seringkali terkait dengan kematian organisme skala besar (misal kebinasaan ikan) dan keracunan kerang. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Lahan tidurPlastikulturaDaging sapi muda
Artikel pilihan lainnya...

Relief Candi Borobudur yang menggambarkan orang tengah membajak menggunakan dua ekor lembu

Bajak merupakan sebuah alat di bidang pertanian yang digunakan untuk menggemburkan tanah sebelum melakukan penanaman dan penaburan benih, juga merupakan salah satu alat paling sederhana dan berguna dalam sejarah.

Pada awal masa pertanian mulai berkembang, manusia hanya menggunakan sekop. Adalah mudah bagi penduduk yang tinggal di daerah yang sangat subur seperti di tepi sungai Nil, di mana banjir tahunan selalu memperbaharui tanah di daerah tersebut. Tetapi, untuk secara teratur bercocok-tanam di daerah yang kurang subur, tanah harus digemburkan terlebih dahulu agar setelahnya dapat membuat alur untuk menabur benih. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Ledakan populasi algaLahan tidurPlastikultura
Artikel pilihan lainnya...

Tenaga pertanian

Tenaga pertanian adalah disiplin ilmu yang membahas penggunaan energi di bidang pertanian. Secara umum, ada dua jenis energi yang digunakan secara langsung di bidang pertanian, yaitu energi kinetik untuk menggerakkan alat dan mesin pertanian dan panas untuk pengeringan dan pengolahan. Energi kinerik digunakan untuk beberapa hal seperti menarik beban. Misalnya pengolahan tanah dengan menggunakan bajak biasa, menarik trailer, dan sebagainya. Energi kinetik juga digunakan untuk memutar poros misalnya memompa air, perontokan padi, dan sebagainya. Ada juga pekerjaan yang menggunakan tenaga tarik dan putar sekaligus, seperti penanaman, pemanenan, dan pengolahan tanah dengan menggunakan bajak yang memanfaatkan daya dari poros PTO traktor. Penggunaan panas misalnya untuk mengeringkan, mendinginkan, dan mengolah hasil pertanian. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: BajakLedakan populasi algaLahan tidur
Artikel pilihan lainnya...

Bahaya pestisida

Residu pestisida adalah pestisida yang masih tersisa pada bahan pangan setelah diaplikasikan ke tanaman pertanian. Tingkat residu pada bahan pangan umumnya diawasi dan ditetapkan batas amannya oleh lembaga yang berwenang di berbagai negara. Paparan populasi secara umum dari residu ini lebih sering terjadi melalui konsumsi bahan pangan yang ditanam dengan perlakuan pestisida, ditanam atau diproses di tempat yang dekat dengan area berpestisida.

Banyak dari residu pestisida ini merupakan pestisida sintetik berbahan dasar klor yang menunjukan sifat bioakumulasi yang dapat terkumpul dan menumpuk di dalam tubuh dan lingkungan hingga pada jumlah yang membahayakan. Senyawa kimiawi yang persisten dapat terakumulasi di dalam rantai makanan tanpa terurai, dan telah terdeteksi di berbagai produk hewan mulai dari daging sapi, daging ayam, telur ayam, dan daging ikan. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Tenaga pertanianBajakLedakan populasi alga
Artikel pilihan lainnya...

Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 13 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 14 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 15 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 16 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 17 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 18 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 19 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 20 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 21 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 22 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 23 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 24 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 25 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 26 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 27 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 28 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 29 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 30 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 31 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 32 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 33 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 34 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 35 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 36 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 37 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 38 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 39 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 40 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 41 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 42 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 43 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 44 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 45 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 46 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 47 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 48 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 49 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 50 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 51 2017


Portal:Pertanian/Artikel pilihan/Minggu 52 2017