Pondok Pesantren An-Nuqayah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Annuqayah[sunting | sunting sumber]

Pondok Pesantren Annuqayah yang berlokasi di Guluk-Guluk Sumenep Madura didirikan pada tahun 1887. Pendirinya K.H. Moh. Syarqawi. Dia lahir di Kudus Jawa tengah. Kiai Syarqawi muda sebelum mendirikan pesantren pernah menuntut ilmu di berbagai pesantren di Madura, Pontianak, merantau ke Malaysia, Patani (Thailand Selatan), dan bermukim di Mekah. Pengembaraan dia dalam menuntut ilmu tersebut dilakukan selama sekitar 13 tahun.

Dalam kiprahnya menyebarkan ilmu, Kiai Syarqawi mula-mula membuka pengajian al-Qur’an dan kitab-kitab klasik di Prenduan Sumenep. 14 tahun kemudian, Kiai Syarqawi bersama dua istrinya dan K Bukhari (putra dari isteri pertama) pindah ke Guluk-Guluk dengan maksud mendirikan pesantren. Atas bantuan seorang saudagar kaya bernama H. Abdul Aziz, dia diberi sebidang tanah dan bahan bangunan. Di atas sebidang tanah itu, dia mendirikan rumah tinggal dan sebuah langgar. Tempat ini kemudian disebut Dalem Tenga. Selain itu, dia juga membangun tempat tinggal untuk isterinya yang ketiga, Nyai Qamariyah berjarak sekitar 200 meter ke arah barat dari Dalem Tenga. Kediaman Nyai Qamariyah ini kemudian dikenal dengan Lubangsa.

Di langgar itulah Kiai Syarqawi mulai mengajar membaca al-Qur’an dan dasar-dasar ilmu agama. Tempat itulah yang merupakan cikal bakal PP Annuqayah. Sekitar 23 tahun Kiai Syarqawi memimpin pesantren Annuqayah. Setelah Kiai Syarqawi meninggal dunia pada bulan Januari 1911, pesantren dipimpin oleh putra dia dari isteri pertama, K.H. Bukhari, yang dibantu oleh K.H. Moh. Idris dan K.H. Imam.

Mulai tahun 1917, kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh salah seorang putra Kiai Syarqawi, yakni K.H. Moh. Ilyas. Pada masa kepemimpinan Kiai Ilyas inilah, Annuqayah mengalami banyak perkembangan, misalnya pola pendekatan masyarakat, sistem pendidikan dan pola hubungan dengan birokrasi pemerintah. Perkembangan lain yang terjadi adalah ketika pada tahun 1923 K. Abdullah Sajjad, saudara Kiai Ilyas, membuka pesantren sendiri. Tempat baru itu kemudian dikenal dengan nama Latee ini berjarak sekitar 100 meter di sebelah timur kediaman K. Ilyas. Sejak K. Abdullah Sajjad membuka pesantren sendiri, pesantren-pesantren daerah di Annuqayah terus berkembang dan bermunculan, sehingga sekarang Annuqayah tampak sebagai “pesantren federasi”. Setelah Kiai Ilyas meninggal dunia di penghujung 1959, kepemimpinan di Annuqayah untuk selanjutnya berbentuk kolektif, yang terdiri dari para kiai sepuh generasi ketiga. Sepeninggal Kiai Ilyas, kepemimpinan kolektif Annuqayah diketuai oleh K.H. Moh. Amir Ilyas (w. 1996), dan kemudian dilanjutkan oleh K.H. Ahmad Basyir AS.

Letak Geografis dan Demografi[sunting | sunting sumber]

Pondok Pesantren Annuqayah berada di desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-guluk Kabupaten Sumenep, kabupaten paling timur di pulau Madura. Sedangkan letak Kecamatan Guluk-Guluk berada pada paling barat kecamatan yang ada di kabupaten Sumenep, berjarak sekitar 30 km dari kota Sumenep, berbatasan dengan Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan.

Secara geografis, desa Guluk-guluk berada di antara 6°00'-7°30' dengan ketinggian ± 117 meter dari permukaan laut, dengan luas wilayah 1.675.955 ha dari luas kecamatan Guluk-Guluk yang memiliki lahan seluas 6.691.316 ha.

Wilayah yang cukup luas ini ternyata tidak memberikan harapan penghidupan bagi masyarakat Guluk-guluk karena susunan tanahnya , sebagaimana daerah Madura lainnya cenderung terdiri dari batu-batu berkapur (lime store rock) dan sebagian besar tanahnya berjenis mediteran. Sedangkan curah hujan rata-rata pertahunnya 2176 mm, dengan jumlah hariannya kurang lebih 100 hari per tahun.

Perkembangan Pondok Pesantren Annuqayah[sunting | sunting sumber]

Annuqayah merupakan pesantren yang berbentuk federasi. Hal itu dimulai sejak Kyai Abdullah Sajjad mendirikan pesantren sendiri yang bernama Latee pada tahun 1923. Inisiatif itu dilakukan ketika Annuqayah daerah Lubangsa yang didirikan Kyai Syarqawi tidak mampu lagi menampung santrinya. Berdirinya daerah Latee kemudian diikuti oleh berdirinya daerah-daerah lain. Hingga tahun 1972 Annuqayah sudah terdiri dari lima daerah yang seluruhnya diasuh oleh keturunan dan menantu Kyai Syarqawi.

Saat ini, Pondok Pesantren Annuqayah menampung sedikitnya 6000 orang santri dari berbagai jenjang pendidikan, dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi.

Pondok Pesantren Annuqayah dikenal karena usahanya dalam pengembangan masyarakat yang secara khusus diselenggarakan oleh Biro Pengabdian Masyarakat Pondok Pesantren Annuqayah (BPM-PPA). Pesantren ini memiliki perhatian yang sangat besar terhadap lingkungan, berupa penanaman pohon dan pelestarian alam sekitar. Itu sebabnya, tahun 1981 Presiden Soeharto menganugerahi hadiah Kalpataru kepada pesantren Annuqayah karena dinilai berjasa sebagai penyelamat lingkungan (Sumber: Ensiklopedi NU).

Lembaga Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  1. TK Annuqayah
  2. MI 1 Annuqayah
  3. MI 2 Annuqayah
  4. MI 3 Annuqayah (Putri)
  5. MTs. 1 Annuqayah
  6. MTs. 2 Annuqayah
  7. MTs. 3 Annuqayah (Putri)
  8. MA 1 Annuqayah (Putra-Putri)
  9. MA 2 Annuqayah
  10. MA Tahfidz Annuqayah
  11. SMA Annuqayah
  12. SMA 3 Annuqayah (Putri)
  13. SMK Annuqayah
  14. INSTIKA (Institut Ilmu Keislaman Annuqayah)

Daerah[sunting | sunting sumber]

Pondok Pesantren Annuqayah terdiri dari beberapa daerah yang tersebar di lingkungan desa Guluk-guluk yang mengelola santri dengan pendidikan diniyah secara sendiri-sendiri.

  1. PPA Al Furqon
  2. PPA Latee
  3. PPA Latee II
  4. PPA Lubangsa
  5. PPA Lubangsa Tengah/ PPA. Dhelem Tengah
  6. PPA Lubangsa Putri
  7. PPA Lubangsa Selatan
  8. PPA Nirmala
  9. PPA Kebon Jeruk
  10. PPA Al Amir
  11. PPA Karang Jati Putra
  12. PPA Assaudah Karang Jati Putri

Dewan Pengasuh[sunting | sunting sumber]

Berikut ini personalia pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Masa Bakti 2006-2010.

  1. KH. Ahmad Basyir AS. (Ketua)
  2. KH. Moh. Mahfoudh Husaini
  3. KH. Moh. Ishomuddin AS.
  4. Drs. K.H. Warits Ilyas
  5. KH. A. Muqsith Idris
  6. KH. A. Basith AS. BA.
  7. KH. Abbasi Ali

Pengurus Harian[sunting | sunting sumber]

  1. Ketua : K.H. A. Hanif Hasan
  2. Wakil Ketua I : K.H. A. Naufal Ashiem
  3. Wakil Ketua II : K.H. A. Hamidi Hasan
  4. Wakil Ketua III : K.H. Muhammad Muhsin Amir
  5. Wakil Ketua IV : K. Alawi Thaha
  6. Sekretaris : K. M. Mushthafa
  7. Wakil Sekretaris : K. Muhammad-Affan
  8. Bendahara : K. M. Hazmi Basyir
  9. Wakil Bendahara : K. M. Halimi Ishom

Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Al Amir berdiri tahun 1998 diasuh oleh Drs. KH. Muhammad Muhsin bin Amir bin Ilyas bin Moh. Assyarqowi terletak kl. 500 meter arah utara Masjid Jamik Annuqayah atau tempat tinggal almarhum KH. Moh. Amir bin Ilyas sebagai salah salah satu Pengasuh Pon. Pes. Annuqayah 1960-1996. Dia dikenal Mukasyafah (bermata bathin) dan disiplin serta istiqomah. Dia adalah pendiri MTS Annuqayah. Wafat tahun 1996 di rumah kediamannya dalam usia 71 tahun.Dia aktif sebagi pengurus NU dan Partai PPP Sumenep. Makbaroh dia terletak di Makbaroh kelurga, miliknya sendiri barat laut TK Annuqayah yang dibelinya kepada almarhum KH. Mahfudz Husaini pada tahun 1994. Kuburan dia dibagian shaf paling utara no. 2 dari arah barat setelah kuburan Ny. Mamduhah binti Ilyas binti Moh.Syarqowi. Ketika dia wafat, seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep bahakn luar Sumenep dan luar Madura, terdiri dari para wali santri. datang ke Guluk-Guluk untuk mengantarkan janazahnya yang di sholati di Masjid Annuqayah. Jalan-jalan di kec. Guluk=Guluk penuh sesak dengan sang pelawat, mulai dari pertigaan Kapolsek Guluk-Guluk hingga halaman Masjid Jamik dan Makbarohnya penuh dengan ratusan ribu pelayat... semoga amal dia di Ridloi oleh Allah SWT. Amin ! Website Annuqayah