Lompat ke isi

Poliandri pada hewan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jacana spinosa  Taman Nasional Palo Verde, Kosta Rika

Dalam ekologi perilaku, poliandri adalah kelas sistem perkawinan di mana satu betina kawin dengan beberapa jantan dalam satu musim kawin. Poliandri sering dibandingkan dengan sistem poligini berdasarkan kerugian dan manfaat yang ditanggung oleh individu masing-masing jenis kelamin. Poligini adalah keadaan di mana satu jantan kawin dengan beberapa betina dalam satu musim kawin (misalnya, singa, rusa, sejumlah spesies primata, dan sistem-sistem lain yang terdapat jantan alfa). Contoh umum perkawinan poliandri dapat ditemukan pada jangkrik kalung ( Gryllus bimaculatus ) dari ordo serangga Orthoptera (yang berisi jangkrik, belalang, dan wereng tanah). Perilaku poliandri juga menonjol pada banyak spesies serangga, antara lain lebah madu, kumbang tepung merah, kumbang kacang adzuki, dan spesies laba-laba Stegodyphus lineatus. Poliandri juga terjadi pada beberapa mamalia termasuk primata seperti marmoset dan genus marsupial Antechinus dan kusu tanah, dan sekitar 1% dari semua spesies burung . seperti burung jacana dan dunnock, dan pada ikan seperti bajulan .

Faktor-faktor yang menyebabkan poliandri

[sunting | sunting sumber]

Teori mengatakan bahwa poliandri lebih umum terjadi pada organisme di mana ketidakcocokan lebih merugikan dan lebih mungkin terjadi.[1] Hal tersebut lebih berlaku pada organisme vivipar.[2] Namun, pada kondisi di mana kerugian akibat memiliki pejantan berkualitas rendah bersifat signifikan, organisme tersebut cenderung memiliki probabilitas yang lebih rendah untuk berperilaku poliandri.[1]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 Colegrave, Nick; Kotiaho, Janne S.; Tomkins, Joseph L. (2002). "Mate choice or polyandry: reconciling genetic compatibility and good genes sexual selection". Evolutionary Ecology Research. 4 (6): 911–917. ISSN 1522-0613.
  2. Zeh, Jeanne A.; Zeh, David W. (2001). "Reproductive mode and the genetic benefits of polyandry". Animal Behaviour. 61 (6): 1051–1063. doi:10.1006/anbe.2000.1705. ISSN 0003-3472.