Pintu Gobang, Kuantan Tengah, Kuantan Singingi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pintu Gobang
Negara Indonesia
ProvinsiRiau
KabupatenKuantan Singingi
KecamatanKuantan Tengah
Kodepos
29511
Kode Kemendagri14.09.02.2019 Edit the value on Wikidata
Luas11 km2
Jumlah penduduk1969 jiwa
Kepadatan177.8 jiwa/km2

Pintu Gobang adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Kuantan Tengah, Kuantan Singingi, Riau, Indonesia. tempat ini merupakan daerah pengembangan dari kenegerian kari yang melahirkan tokoh perjuangan di kabupaten kuantan singingi. seperti datuk Badaro Lelo Budi, Datuak Lida Itam dll.

Desa ini juga memiliki olahragawan yang berkiprah di tingkat nasional dan internasional. seperti pemain sepak bola nasional Ambrizal, dan April Hadi.

SEJARAH DESA PINTU GOBANG KARI[sunting | sunting sumber]

Benteng Pertahanan Rakyat Kuantan Menentang Penjajah Belanda[sunting | sunting sumber]

Rantau Kuantan Singingi dijajah Belanda Selama  ± 40 Tahun[sunting | sunting sumber]

Perjuangan heroic rakyat Indonesia tercermin dalam perlawanan rakyatnya menentang dan mengandang serbuan bala tentara belanda untuk menjajah negeri nusantara, diberbagai daerah terjadi perlawanan rakyat menentang penjajah Belanda.Tidak terkecuali rakyat Rantau di Rantau Kuantan. Berkat perjuangan gigi rakyatnya maka pada tahun 1905 M barulah Kuantan Singingi yang dikenal dengan sebutan “rantau nan kurang aso duo pulua jatuah” ke dalam kekuasaan penjajah Belanda. Dengan kata lain Kabupaten Kuantan Singingi sekarang ini hanya dijajah Belanda selama ±40 tahun.  Padahal Nusantara Indonesia secara resmi dijajah Belanda selama ± 350 tahun. Demikian itulah satu kenyataan yang perlu diherankan, karena ternyata daerah lain di nusantara Indonesia ada diantaranya yang tidak pernah tahluk dibawa penjajahan Belanda. Daerah yang dimaksud adalah kawasan provinsi Aceh sekarang ini, berkat perjuangan yang gigih rakyatnya yang dipimpin oleh pemimpinnya antara lain Teuku Umar, Sri Kandi, Cut Nyak Dien dan lain-lain.

Tugu Peringatan Perjuangan Rakyat Kuantan Menentang Penjajah Belanda[sunting | sunting sumber]

Sehubungan dengan itu guna mengenang dan menghargai jasa perjuangan rakyat Kuantan sehingga dapat dijadikan suri tauladan bagi penerus perjuangan pembangunan negeri minimal dibangun sebuah tugu peringatan dengan mencantumkan nama-nama para pemimpin perjuangannya.Disamping pembuatan tugu hendaknya sekaligus dibangun kembali beberapa benteng petahanan raknyat kuantan mengacu kepada tata letak, bentuk serta keberadaanya di masa perang termasuk mengembalikan berbagai peralatan perang yang pernah dipergunakan seperti meriam, bedil dan sebagainya.

Benteng Manggis dan Benteng Pintu Gobang[sunting | sunting sumber]

Dari sekian banyak benteng pertahanan rakyat Kuantan maka dua diantaranya adalah yang sudah terkenal dengan nama Benteng Manggis dan Benteng Pintu Gobang. Sehingga perlawanan rakyat Kuantan menenteng penjajah Belanda itu lebih dikenal dengan nama perang manggis dan perang pintu gobang. Benteng manggis terletak dibagian selatan sungai kuantan tepatnya dalam kawasan desa Bandar Alai, sedangkan benteng pintu gobang terletak dibagian utara sungai kuantan tepatnya berada dalam kawasan Desa Pintu Gobang Kari sekarang ini. Mengenai pembangunan tugu dapat didirikan pada lokasi benteng Manggis maupun benteng Pintu Gobang dan bila mengamati kemudahan jangkauan dan maka benteng pintu gobang lebih strategis tempat berdirinya suatu tugu peringatan.Bila tugu peringatan itu benar dibangun maka dapatlah dicantumkan minimal nama para pemimpin perjuangan antara lain sebagai berikut :

Ø  Nur Rahim Panglima dari Jambi

Ø  Bomo Gelar Serobi – Dari Lubuk Jambi

Ø  Panglimo Dubalang Rantau Dari Kari

Ø Lamtohudi Datuak Sinaro Putih dan Bidun Datuak Godang Dilelo Dari Taluk Kuantan