Pika manipuri
| Pika manipuri | |
|---|---|
| Foto pika manipuri di Sikkim, India | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Mammalia |
| Ordo: | Lagomorpha |
| Famili: | Ochotonidae |
| Genus: | Ochotona |
| Spesies: | O. thibetana |
| Nama binomial | |
| Ochotona thibetana (A. Milne-Edwards, 1871)[2] | |
| Subspesies[3] | |
| |
| Jangkauan pika manipuri | |
| Sinonim[3] | |
| |
Pika manipuri (Ochotona thibetana) atau dalam bahasa Inggris disebut moupin pika,[4] adalah sejenis mamalia kecil dari famili pika (Ochotonidae).[5] Hewan ini memiliki beberapa subspesies, dan sebagian di antaranya kemungkinan merupakan spesies yang berbeda. Pada musim panas, bulunya berwarna cokelat kemerahan gelap dengan sedikit bintik terang di bagian punggung dan warna kekuningan pucat di bagian perut. Saat musim dingin, warnanya berubah menjadi lebih terang, dari kuning muda hingga cokelat kusam. Pika Manipuri adalah hewan herbivora yang hidup di pegunungan tinggi wilayah timur Dataran Tinggi Tibet, meliputi daerah di Tiongkok seperti Gansu, Qinghai selatan, Yunnan, dan Sichuan, Bhutan, India (Sikkim), serta Myanmar utara. Berdasarkan Daftar Merah IUCN dan Red List of China's Vertebrates, spesies ini dikategorikan sebagai “Risiko Rendah” atau tidak terancam punah, meskipun ada satu subspesies yang diduga menghadapi risiko kepunahan.
Deskripsi
[sunting | sunting sumber]Pika manipuri memiliki panjang tubuh sekitar 14 hingga 18 cm dan berat antara 71 hingga 136 gram. Tengkoraknya berukuran 3,6 hingga 4,2 cm, lebih besar dibandingkan dengan pika gansu. Bagian tulang dahi datar dan rendah, tanpa rongga gigi di atasnya. Telinga bagian dalam (bullae pendengaran) berukuran kecil, dan bagian belakang tulang pipinya hampir sejajar. Lubang palatina anterior dan palatina (bukaan di langit-langit mulut tempat saraf dan pembuluh darah lewat) menyatu menjadi satu.[6]
Pada musim panas, bulu di bagian punggung berwarna cokelat kemerahan gelap dengan sedikit bintik terang, sementara bagian perutnya berwarna kekuningan pucat. Subspesies O. t. xunhuaensis memiliki perut berwarna keabu-abuan dan bagian tenggorokan berwarna kemerahan.[7] Selain itu, terdapat pita berwarna kekuningan di sepanjang bagian tengah perut. Saat musim dingin, warna bulunya berubah menjadi cokelat kusam. Telinganya berwarna cokelat tua dengan panjang sekitar 1,7 hingga 2,3 cm dan memiliki tepian putih yang tipis. Telapak kakinya ditutupi bulu, sedangkan kaki belakangnya berukuran antara 2,4 hingga 3,2 cm.[6]
Persebaran
[sunting | sunting sumber]Spesies ini hidup di wilayah pegunungan Dataran Tinggi Tibet bagian timur, mencakup provinsi Gansu, Qinghai bagian selatan, Yunnan, dan Sichuan di Tiongkok. Selain itu, juga ditemukan di Bhutan, Sikkim (India), dan wilayah utara Myanmar.[6] Subspesies utamanya, O. t. thibetana, tersebar di Qinghai selatan, Sichuan barat, Tibet tenggara, dan Yunnan barat laut. Sementara itu, O. t. nangquenica ditemukan di Tibet, O. t. sacraria di Sichuan barat, O. t. osgoodi di timur laut Myanmar, O. t. sikimaria di Sikkim, dan O. t. xunhuaensis di Qinghai timur.
Pika Manipuri umumnya hidup di daerah berbatu di bawah naungan semak Rhododendron dan hutan bambu di dataran menengah, serta di hutan subalpin pada ketinggian yang lebih tinggi. Spesies ini dapat ditemukan mulai dari ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut, tetapi lebih sering menempati area antara 2.400 hingga 4.100 meter. Luas wilayah persebarannya diperkirakan mencapai 11 hingga 500 km², sementara area yang masih dihuni saat ini berkisar antara 5.001 hingga 20.000 km².[5]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Smith, A.T.; Liu, S. (2016). "Ochotona thibetana". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T41271A45185018. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T41271A45185018.en. Diakses tanggal 17 November 2021.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ David, A. (1871). Rapport adressé a mm. les professeurs-administrateurs du Muséum d'histoire naturelle. Nouvelles archives du Muséum d'histoire naturelle de Paris (Bulletin) 7: 93. The full text
- 1 2 Hoffmann, R.S.; Smith, A.T. (2005). "Order Lagomorpha". Dalam Wilson, D.E.; Reeder, D.M (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3rd). Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm. 193. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494.
- ↑ Wrobel 2007, hlm. 355.
- 1 2 Molur, S., Srinivasulu, C., Srinivasulu, B., Walker, S., Nameer, P. O., & Ravikumar, L. (2005). Status of south Asian non-volant small mammals: conservation assessment and management plan (CAMP) workshop report (PDF). Zoo Outreach Organisation/CBSG-South Asia, Coimbatore, India. pp. 170
- 1 2 3 Smith, Andrew T.; Xie, Yan; Hoffmann, Robert S.; Lunde, Darrin; MacKinnon, John; Wilson, Don E.; Wozencraft, W. Chris (2010). A Guide to the Mammals of China (dalam bahasa Inggris). Princeton University Press. hlm. 286. ISBN 978-1-4008-3411-2.
- ↑ Chapman & Flux 1990, hlm. 52.
Daftar pustaka
[sunting | sunting sumber]- Chapman, Joseph A.; Flux, John E.C., ed. (1990). Rabbits, Hares and Pikas: Status Survey and Conservation Action Plan (dalam bahasa Inggris). Gland, Switzerland: World Conservation Union IUCN. hlm. 19, 52. ISBN 978-2-8317-0019-9. Diakses tanggal September 9, 2017.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Wrobel, Murray, ed. (2007). Elsevier's Dictionary of Mammals: in Latin, English, German, French and Italian. Amsterdam Boston, MA: Elsevier. hlm. 355. ISBN 978-0-08-048882-0.