Lompat ke isi

Phylliidae

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Serangga daun
Rentang waktu: Eosen - Masa kini
Pulchriphyllium dari Ghat Barat
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Subordo:
Euphasmatodea
Superfamili:
Phyllioidea (Brunner von Wattenwyl, 1893)
Famili:
Phylliidae (Brunner von Wattenwyl, 1893)
Genera

lihat teks

Phylliidae (sering salah dieja Phyllidae) adalah famili hewan yang didalamnya hanya serangga daun saja. serangga daun adalah serangga yang berbentuk seperti daun (bahasa Inggris : leaf insect). serangga daun dapat ditemukan di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Australia. Sejauh ini belum ada kesepakatan lebih lanjut untuk mengkasifikasikan famili ini; beberapa sumber mengaggap Phylliidae sebagai takson yang jauh lebih besar yang terdiri dari genus-genus yang saat ini dianggap sebagai beberapa famili yang berbeda.

Karakteristik

[sunting | sunting sumber]

Serangga ini dapat berkamuflase dengan sangat sempurna sehingga pemangsanya tak mampu mengenalinya. Ada juga beberapa spesies serangga daun yang mempunyai tepi tubuh mirip tanda gigitan.

Serangga daun berjalan dengan menggoyang-goyangkan badannya ke arah depan dan ke belakang seperti daun yang tertiup angin. Cara ini cukup membingungkan pemangsanya.[1]

Spesies serangga daun (Pulchriphyllium) di Pakke Tiger Reserve

Antonio Pigaffeta adalah cendekiawan pertama yang perdana mendokumentasikan serangga ini hingga serangga daun dikenali oleh dunia barat. Walaupun begitu, orang-orang dari daerah tropis sudah lama mengetahui keberadaan hewan jenis ini. Antonio Pigaffeta berlayar bersama armada ekspedisi sirkumnavigasi Ferdinand Maggelan. Di pulau Cimbonbon ia menemukan serangga daun dan mencatatnya saat armada ekspedisi berlabuh untuk perbaikan.[2]

Di pulau ini juga ditemukan beberapa pohon yang daunnya akan bergerak dan berjalan ketika terjatuh. Daunnya seperti daun murbei, tetapi tak terlalu panjang; tangkai daunnya runcing dan pendek, di dekat tangkau daun terdapat sepasang kaki pada tiap sisi-sisinya. Jika disentuh, mereka akan melarikan diri dan jika dihancurkan, mereka tak mengeluarkan darah. Saya menangkap satu dan menyimpannya selama sembilan hari dalam sebuah kotak. Saat saya membuka kotak itu, daun yang saya simpan berputar mengelilingi kotak. Saya yakin mereka adalah hewan yang hidup di udara.[3]

Tribus, genus dan spesies

[sunting | sunting sumber]

Subfamili phylliinae telah diklasifikasikan menjadi dua tribus sejak tahun 2003. Pengklasifikasian ini tidak dikonfirmasi oleh investigasi genetika molekuler yang lebih baru. Selain genus fosil Eophyllium, subfamili ini membedakan tiga belas tribus terbaru, delapan di antaranya telah dideskripsikan sejak tahun 2017. Di dalam Phyllium, sebelumnya ada beberapa subgenera yang diakui, Pulchriphyllium Griffini, Comptaphyllium, dan Walaphyllium. Sejak tahun 2021 pada Pohon filogenetika ketiga subgenus tersebut telah dianggap sebagai genus yang terpisah.

Sejak tahun 2021, selain morfologi, studi genetika molekuler juga semakin banyak dimasukkan dalam klarifikasi pohon filogenetika Phylliidae. Hasilnya menunjukkan hubungan umum antara genus tetapi saat membandingkan betina dan jantan, mereka belum memberikan gambaran filogenetik yang jelas tentang genusnya.

Berikut adalah Kladogram spesies Phylliidae yang ditentukan berdasarkan analisis genetika molekuler dan investigasi morfologi menurut Cumming dan Le Tirant pada tahun (2022).

Cladogram of Phylliidae ♀
Phylliidae


Relationships of the Phylliidae genera after examining females from 27 species
Cladogram of Phylliidae ♂


Relationships of the Phylliidae genera after examining males from 28 species

File spesies Phasmida (V. 5.0) daftar berikut dalam dua tribus:[4]

Auth. Brunner von Wattenwyl, 1893

Pulchriphyllium giganteum pada koleksi permanen dari The Children's Museum of Indianapolis
Nanophyllium asekiense, betina dari (koleksi of D. Größer)

Auth. Zompro & Grösser, 2003

Penangkaran

[sunting | sunting sumber]

Beberapa spesies serangga daun telah mendapat popularitas sebagai hewan peliharaan diantaranya Cryptophyllium celebicum, Cryptophyllium westwoodii, Phyllium jacobsoni, Phyllium ericoriai, Phyllium siccifolium, Phyllium letiranti, Phyllium monteithi, Phyllium philippinicum , Phyllium rubrum, Phyllium tobeloense, Pulchriphyllium bioculatum, dan Pulchriphyllium giganteum.

Spesies punah

[sunting | sunting sumber]

Fosil Eophyllium messelensis berusia 47 juta tahun, nenek moyang prasejarah Phylliidae, menunjukkan banyak karakteristik yang sama dengan serangga daun modern, yang menunjukkan bahwa famili ini hanya mengalami sedikit perubahan seiring berjalannya waktu.[5]

Bacaan lebih lanjut

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Hidden Beauty (Archived)
  2. Bergreen, Laurence (2003). Over the Edge of the World: Magellan's Terrifying Circumnavigation of the Globe. William Morrow. ISBN 0-06-621173-5.
  3. Pigafetta, Antonio. "Anthony Pigapheta, Patrician of Vincenza, and King of Rhodes, to the very illustrious and very excellent Lord Philip de Villers Lisleaden, the famous Grand Master of Rhodes, his most respected Lord." Alderley, Lord Stanley of. The First Voyage Round the World, by Magellan. New York: Burt Franklin, n.d. 35-163.
  4. Brock, P. D.; Büscher, T. H. & Baker, E. W.: Phasmida Species File (Version 5.0/5.0): Phylliidae, (accessdate 7 July 2022)
  5. Wedmann, Sonja; Bradler, Sven; Rust, Jens (9 January 2007). "The first fossil leaf insect: 47 million years of specialized cryptic morphology and behavior". Proceedings of the National Academy of Sciences. 104 (2): 565–9. Bibcode:2007PNAS..104..565W. doi:10.1073/pnas.0606937104. PMC 1766425. PMID 17197423.