Peta transportasi umum
Peta transportasi umum, peta transit, atau peta integrasi[1] adalah peta topologi dalam bentuk diagram skematis yang digunakan untuk menggambarkan rute dan stasiun dalam suatu sistem transportasi umum—bus, trem, angkutan cepat, kereta komuter, feri, atau moda transportasi lain. Komponen-komponen utama dalam peta diberi warna tertentu untuk membedakan suatu rute dengan rute lainnya. Peta juga dapat disertai dengan ikon untuk mengindikasikan stasiun atau pemberhentian.
Peta transportasi umum dapat ditemui di kendaraan umum, peron, atau papan pengumuman. Fungsi utama peta ini adalah untuk membantu pengguna dalam memahami transportasi umum, termasuk menjelaskan stasiun mana yang dapat digunakan untuk berpindah moda menuju moda atau lin lain. Tidak seperti peta konvensional, peta transportasi umum sering kali tidak menjelaskan kondisi geografis secara akurat. Peta-peta ini menggunakan garis lurus dengan sudut tertentu dan jarak antar stasiun yang sama.[2] Oleh karena itu, wilayah perkotaan dalam peta transportasi umum biasanya menjadi lebih besar dari seharusnya dan wilayah pinggiran kota menjadi lebih sempit.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]
Pemetaan sistem transportasi umum pada awalnya umumnya akurat secara geografis, tetapi peta rute abstrak untuk masing-masing jalur (biasanya ditampilkan di dalam gerbong) dapat ditelusuri setidaknya sejak tahun 1908 (Jalur Distrik London), dan sudah pasti ada contoh dari kartografi kereta api Eropa dan Amerika sejak tahun 1890-an di mana fitur geografis telah dihilangkan dan rute jalur kereta dibuat lurus secara artifisial. Tetapi George Dow dari London and North Eastern Railway adalah orang pertama yang meluncurkan representasi diagramatik dari seluruh jaringan transportasi kereta (pada tahun 1929); karyanya dianggap oleh para sejarawan sebagai bagian dari inspirasi bagi Harry Beck ketika ia meluncurkan peta ikonik London Underground pada tahun 1933.

Setelah karya pionir tersebut, banyak otoritas transportasi di seluruh dunia meniru tampilan diagramatik untuk jaringan mereka sendiri, beberapa di antaranya tetap menerbitkan versi hibrida yang akurat secara geografis.
Peta awal Berlin U-Bahn, Berlin S-Bahn, Boston T, Paris Métro, dan New York City Subway juga menunjukkan beberapa elemen bentuk diagramatik.[3][4][5][6]
Edisi tahun 2007 dari peta Metro Madrid, yang dirancang oleh Agensi RaRo, membawa ide diagram sederhana selangkah lebih maju dengan menjadi salah satu yang pertama diproduksi untuk jaringan besar yang menghilangkan garis diagonal sama sekali; peta tersebut terdiri hanya dari garis horizontal dan vertikal yang membentuk sudut siku-siku.[7] Setelah banyak keluhan mengenai kekurangannya, perusahaan kembali menggunakan peta sebelumnya pada tahun 2013.[8]
Peta transportasi umum kini semakin banyak didigitalkan dan dapat ditampilkan dalam berbagai bentuk secara daring.[9]
Elemen
[sunting | sunting sumber]
Peta transportasi umum menggunakan simbol dan representasi abstrak dari geografi lokasi untuk menggambarkan jalur, stasiun, dan titik perpindahan dalam sistem, sekaligus tetap berfungsi sebagai alat navigasi fisik di dalam kota.
Stasiun ditandai dengan simbol yang memutus kontinuitas jalur, disertai dengan nama stasiun, sehingga dapat dirujuk pada peta lain atau rencana perjalanan. Bantuan lebih lanjut dapat diberikan melalui penyertaan objek wisata penting dan lokasi lain seperti pusat kota; lokasi tersebut dapat diidentifikasi melalui simbol atau tulisan.
Pengkodean warna memungkinkan peta menunjukkan setiap rute dengan cara yang mudah, memungkinkan pengguna mengidentifikasi dengan cepat ke mana setiap rute tertentu menuju; jika rute tersebut tidak mengarah ke tujuan yang diinginkan, warna dan simbol memungkinkan pengguna menemukan titik perpindahan yang memungkinkan antarjalur.
Simbol seperti pesawat dapat digunakan untuk menggambarkan bandara, dan simbol kereta dapat digunakan untuk mengidentifikasi stasiun yang memungkinkan perpindahan ke moda lain, seperti layanan kereta komuter atau antarkota.
Digunakan oleh sistem transportasi umum
[sunting | sunting sumber]

Banyak otoritas transportasi menerbitkan beberapa peta untuk sistem mereka; hal ini dapat dilakukan dengan memisahkan satu moda transportasi, misalnya hanya transportasi cepat atau hanya bus, ke dalam satu peta tersendiri, atau sebaliknya otoritas menerbitkan peta yang hanya mencakup area terbatas tetapi dengan detail yang lebih besar. Modifikasi lain adalah membuat peta yang akurat secara geografis untuk sistem tersebut, agar pengguna dapat memahami rutenya dengan lebih baik. Bahkan jika peta resmi yang akurat secara geografis tidak tersedia, peta tersebut sering kali dapat diperoleh dari sumber tidak resmi karena informasinya tersedia dari sumber lain.
Dengan penggunaan harga berbasis zona[butuh rujukan] yang tersebar luas untuk perhitungan tarif, sistem yang mencakup lebih dari satu zona membutuhkan cara untuk memberi tahu pengguna di zona mana suatu stasiun berada. Cara umum termasuk memvariasikan nada warna latar belakang, atau dengan mengaplikasikan garis tipis di sepanjang batas zona.
Status ikonik
[sunting | sunting sumber]Ada semakin banyak buku, situs web, dan karya seni mengenai desain dan penggunaan peta kereta perkotaan dan metro. Kini, terdapat ratusan contoh diagram bergaya peta kereta perkotaan atau metro yang digunakan untuk merepresentasikan berbagai hal, mulai dari jaringan transportasi lain seperti bus dan layanan kereta nasional hingga sistem pembuangan limbah dan pub di Derbyshire.
Salah satu adaptasi peta kereta perkotaan yang paling terkenal adalah The Great Bear, sebuah litograf karya Simon Patterson. Pertama kali ditampilkan pada tahun 1992 dan dinominasikan untuk Penghargaan Turner, The Great Bear menggantikan nama stasiun pada peta London Underground dengan nama para penjelajah, santo, bintang film, filsuf, dan pelawak. Seniman lain seperti Scott Rosenbaum dan Ralph Gray juga mengambil gaya ikonis dari peta kereta perkotaan dan membuat karya seni baru mulai dari yang abstrak hingga Tata Surya. Mengikuti keberhasilan karya-karya tersebut, ide untuk mengadaptasi peta kereta perkotaan dan metro lainnya menyebar sehingga kini hampir setiap sistem kereta bawah tanah atau angkutan cepat utama dengan peta telah dimodifikasi dengan nama yang berbeda, sering kali berupa anagram dari nama stasiun asli.
Beberapa peta, termasuk yang digunakan untuk sistem angkutan cepat di New York City, Washington D.C., Boston, Montreal, Denver, dan London, telah dibuat ulang untuk mencantumkan nama pub lokal.[10][11]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Galeri
[sunting | sunting sumber]- Peta transportasi umum Amsterdam, 2018
- Peta transportasi umum Tokyo, 2020
- Peta transportasi umum Shanghai, 2021
- Peta transportasi umum Moskow, 2023
- Sistem transportasi umum São Paulo, 2022
- Peta transportasi umum New Jersey, 2023
- Peta transportasi umum Kota Solo dan sekitarnya, 2025
- Peta transportasi umum Yogyakarta, 2025
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Peta Integrasi | MRT Jakarta". jakartamrt.co.id. Diakses tanggal 2022-06-30.
- ↑ Guo, Zhan (2011-08-01). "Mind the map! The impact of transit maps on path choice in public transit". Transportation Research Part A: Policy and Practice (dalam bahasa Inggris). 45 (7): 625–639. doi:10.1016/j.tra.2011.04.001. ISSN 0965-8564.
- ↑ "Transit Maps: Historical Maps: Berlin S- and U-Bahn Maps, 1910-1936". Transit Maps (dalam bahasa American English). 2012-04-25. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-01-04. Diakses tanggal 2025-06-02.
- ↑ "Old Maps of Boston Transit". Flickr (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2025-03-08. Diakses tanggal 2025-03-08.
- ↑ "Transit Maps: Historical Map: Paris Métro, 1913". Transit Maps (dalam bahasa American English). 2012-09-14. Diarsipkan dari asli tanggal 2024-12-07. Diakses tanggal 2025-03-08.
- ↑ Stewart, Jules (2023-07-05). "Untangling the New York City subway". Geographical (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diarsipkan dari asli tanggal 2025-03-06. Diakses tanggal 2025-03-08.
- ↑ "Transit Maps: Official Map: Metro de Madrid, Spain, 2012". Transit Maps (dalam bahasa American English). 2012-03-27. Diarsipkan dari asli tanggal 2025-03-08. Diakses tanggal 2025-03-08.
- ↑ Álvarez, Pilar (May 31, 2013). "Metro recupera el plano geográfico". El País (dalam bahasa Spanyol). Diakses tanggal February 28, 2018.
- ↑ Matters, Transport for London | Every Journey. "Tube". Transport for London (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diarsipkan dari asli tanggal 2025-03-04. Diakses tanggal 2025-03-08.
- ↑ "Pubway Maps". Unquestionable Taste. Diarsipkan dari asli tanggal January 13, 2015. Diakses tanggal January 13, 2015.
- ↑ "Tube Map Shows The Cheapest Pint Near Every Tube Station". Londonist. July 17, 2019.
Bacaan lanjutan
[sunting | sunting sumber]- Mr Beck's Underground Map, Ken Garland, Capital Transport, London, 1994. ISBN 1-85414-168-6
- No Need To Ask, David Leboff and Tim Demuth, Capital Transport, London, 1999. ISBN 1-85414-215-1
- Metro Maps of the World, Mark Ovenden, Capital Transport, London, 2003. ISBN 1-85414-288-7
- Das Berliner U- und S-Bahnnetz, Alfred B. Gottwaldt, TransPress, Stuttgart, 2004. ISBN 3-613-71227-X
- Telling the passenger where to get off, Andrew Dow, Capital Transport, London, 2005. ISBN 1-85414-291-7
- Underground Maps After Beck, Maxwell J. Roberts, Capital Transport, London, 2005. ISBN 1-85414-286-0
- Transit Maps of the world, Mark Ovenden, Penguin books, New York, 2007. ISBN 978-0-14-311265-5