Lompat ke isi

Pertempuran Palembang (1942)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pertempuran Palembang
Bagian dari Perang Dunia II, Perang Pasifik

Pasukan terjun payung Jepang mendarat di Palembang
Tanggal13–15 Februari 1942
LokasiPalembang, bagian selatan Pulau Sumatra, Hindia Belanda
Hasil Kemenangan Jepang
Pihak terlibat
 Britania Raya
 Belanda
 Australia
 Selandia Baru
 Jepang
Tokoh dan pemimpin
Belanda L.N.W. Vogelesang
Belanda Karel Doorman
Britania Raya Henry Hunter
Britania Raya Stanley Vincent
Kekaisaran Jepang Jisaburo Ozawa
Kekaisaran Jepang Yoshisaburô Tanaka
Kekaisaran Jepang Seiichi Kume
Pasukan

ABDACOM

Kekaisaran Jepang Pasukan Udara Angkatan Darat Kekaisaran Jepang

  • Resimen Parasut ke-2
  • Sentai ke 59, 64, 98

Kekaisaran Jepang Angkatan Laut Kekaisaran Jepang

  • Resimen Infanteri ke-229
  • Resimen Infanteri ke-230
Kekuatan
2.000 infanteri
50 pesawat tempur
3.000 pasukan amfibi
350 pasukan terjun payung
3 skuadron transportasi
1 kelompok pembom
2 kelompok pejuang

Pertempuran Palembang adalah sebuah pertempuran di teater Pasifik pada Perang Dunia II. Pertempuran ini terjadi di dekat Palembang, Sumatra, pada tanggal 13–15 Februari 1942. Kilang minyak Royal Dutch Shell di dekat Plaju (dulu bernama Pladjoe) adalah sasaran utama Kekaisaran Jepang dalam Perang Pasifik, karena embargo minyak yang dijatuhkan Amerika Serikat, Belanda, dan Britania Raya kepada Jepang setelah Jepang menginvasi Tiongkok. Dengan pasokan bahan bakar dan lapangan terbang yang melimpah di daerah tersebut, Palembang menawarkan potensi yang signifikan sebagai pangkalan militer bagi Sekutu dan Jepang.

Latar Belakang

[sunting | sunting sumber]

Pada awal 1942, Jepang memperluas serangannya ke wilayah Hindia Belanda setelah sebelumnya menguasai sejumlah wilayah di Asia Tenggara. Palembang menjadi salah satu sasaran utama karena memiliki cadangan dan fasilitas pengolahan minyak yang sangat penting bagi kebutuhan perang Jepang. [1]

Selain sumber minyak, Palembang juga memiliki sejumlah lapangan terbang yang dapat digunakan untuk mendukung operasi militer. Karena itu, penguasaan Palembang tidak hanya memberikan Jepang akses terhadap sumber daya minyak, tetapi juga menyediakan pangkalan strategis untuk operasi selanjutnya di wilayah Sumatra dan sekitarnya. [2]

Di pihak Sekutu, pertahanan Palembang berada di bawah kekuatan gabungan Belanda, Inggris, Australia, dan Selandia Baru. Pasukan Sekutu berusaha mempertahankan lapangan terbang dan fasilitas minyak dari serangan Jepang. Namun, posisi mereka semakin sulit karena Jepang memiliki kekuatan udara dan laut yang lebih besar serta mampu melancarkan serangan dari beberapa arah.

Jalannya Pertempuran

[sunting | sunting sumber]

Serangan Jepang terhadap Palembang berlangsung pada Februari 1942. Salah satu unsur penting dalam serangan tersebut adalah penggunaan pasukan terjun payung untuk merebut lapangan terbang dan mengacaukan pertahanan Sekutu. Pasukan Jepang juga melakukan operasi melalui jalur laut dan darat sehingga serangan terhadap Palembang berlangsung secara terpadu. [1]

Pasukan terjun payung Jepang mendarat di sekitar lapangan terbang Palembang, sementara pasukan lainnya bergerak menuju wilayah penting di sekitar kota. Strategi tersebut membuat pertahanan Sekutu menghadapi tekanan dari beberapa arah sekaligus. Penelitian mengenai strategi invasi Jepang menunjukkan bahwa penggunaan kekuatan udara, laut, darat, dan pasukan terjun payung menjadi unsur penting dalam keberhasilan Jepang merebut Palembang. [1]

Pertempuran berlangsung selama beberapa hari. Pasukan Sekutu berusaha mempertahankan lapangan terbang dan fasilitas minyak, tetapi tekanan Jepang semakin kuat. Pada akhirnya, pasukan Sekutu menarik diri dari Palembang dan Jepang berhasil menguasai kota beserta fasilitas strategis di sekitarnya. [2]

Daftar Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 Aderoben, Andromeda; Septiansi, Ira; Syarifuddin, Syarifuddin (2024-08-31). "Strategi Perang antara Belanda Melawan Invasi Jepang di Palembang dan Dampaknya terhadap Lingkungan". Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan. 8 (2): 212–232. doi:10.29408/fhs.v8i2.24822. ISSN 2549-5585.
  2. 1 2 Mita, Arma (2020-09-06). "Palembang Shi pada Masa Pemerintahan Militer Jepang Tahun 1942-1945". Lembaran Sejarah. 15 (2): 103. doi:10.22146/lembaran-sejarah.59530. ISSN 2620-5882.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]