Pertempuran Pagatan

Pertempuran Pagatan atau Pertempuran 7 Februari adalah sebuah peristiwa pertempuran dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada 7 Februari 1946 di Pagatan, kini masuk kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.
Pada Kamis, 6 Februari 1946 sekitar malam hari, sejumlah warga melihat lima buah kapal besar yang terlihat hendak mendekat dan berlabuh di pesisir Kampung Baru Pagatan, pasukan pejuang bersiaga dengan bersemunyi di balik semak-semak, menunggu kapal-kapal tersebut mendekat. Pada pagi harinya, tanggal 7 Februari 1946, kapal-kapal tersebut merapat dan bendera merah putih yang dinaikkan dari tiang kapal dan awak kapal yang berperawakan pribumi, membuat pasukan pejuang antusias.[1]
Tiba-tiba pasukan Belanda keluar dari dalam kapal datang menyerbu dan melucuti senjata para pejuang. Rekan-rekan pejuang yang melihat dari kejauhan segera balik kanan dan memberi kabar kepada pasukan lain bahwa mereka dijebak.[2]
Pertempuran pun tak terhindarkan. Warga Pagatan melawan sekuat-kuatnya. Perjuangan warga Pagatan menjaga kedaulatan wilayahnya merenggut 38 jiwa yang gugur dalam pertempuran.[3] Sebagian besar korban pertempuran dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Mattone.
Berdasarkan peristiwa tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu membuat Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2015 yang mengukuhkan setiap tanggal 7 Februari sebagai Hari Pahlawan di Kabupaten Tanah Bumbu.[4]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "7 Februari 1946: Hari Pahlawan di Tanah Bumbu, Mengenang Peristiwa Pertempuran di Pagatan". Liputan 6. 7 Februari 2021. Diakses tanggal 7 Februari 2025.
- ↑ "Mengenang Sejarah Perang Pagatan 7 Februari 1946". Poros Kalimantan. 7 Februari 2024. Diakses tanggal 22 Maret 2025.
- ↑ "Pertempuran Jumat 9 Jam di Pagatan: Kotanya Darah Para Pejuang". Jurnal Banua. 7 Februari 2021. Diakses tanggal 22 Maret 2025.
- ↑ "Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2015 tentang Hari Pahlawan 7 Februari". JDIH Kabupaten Tanah Bumbu. 21 Mei 2015. Diakses tanggal 22 Maret 2025.