Pertempuran Fandane-Thiouthioune

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pertempuran Fandane-Thiouthioune
Serer Royal War Drum (Jung-Jung). 19th Century. Jung-Jung From The Kingdom of Sine (in modern day Senegal).jpg
Drum Sine dari abad ke-19 yang ditabuh selama perang
Tanggal18 Juli 1867
LokasiKerajaan Sine (kini wilayah Senegal)
Hasil Kemenangan Serer
Pihak terlibat
Marabout Muslim Suku Serer
Tokoh dan pemimpin
Maba Diakhou Bâ
(Almamy yang memberontak)

Damel-Teigne Lat Dior Ngoné Latyr Diop
(Raja Cayor dan Baol)
Maad a Sinig Kumba Ndoffene Famak Joof
(Raja Sine - "Maad a Sinig")

Maad Amad Ngoneh Joof
(Raja Thiouthioune dan paman Maad a Sinig Kumba Ndoffene Famak Joof)
Pasukan

Maba Diakhou Bâ:

  • Damel-Teigne Lat Dior Ngoné Latyr Diop
  • Bourba Jolof Alboury Sainabou Njie (Raja Jolof)
  • Mama Gaolo Nyang
  • Tafsir Sa Lolley Jabou Samba
  • Gumbo Gaye (of Sanjal)
  • Abdoulaye Ouli Bâ
  • Sed Kani Touray
  • N'Dari Kani Touray
  • Angkatan Darat Rip...dll

Maad a Sinig Kumba Ndoffene Famak Joof :

  • Buumi - Somb
  • The Great Jaraff
  • Maad Patar (King of Patar)
  • The Sandigue Ndiob
  • Maad Amad Ngoneh Joof (King of Thiouthioune)
  • Maad Semou Gallo Joof
  • Mbagne Somb Faye
  • Makhoureja Ngoneh Joof
  • Angkatan Darat Sine...dll.[1]

Pertempuran Fandane-Thiouthioune (atau Thiouthiogne), juga dikenal dengan nama Pertempuran Somb atau Pertempuran Somb-Tioutioune adalah sebuah pertempuran yang berlangsung di wilayah Kerajaan Sine di Senegal pada tanggal 18 Juli 1867.[2][3] Pertempuran ini merupakan perang agama yang berlangsung antara kelompok Marabout Muslim melawan suku Serer. Sebelum dimulainya perang, pemimpin Marabout Muslim yang bernama Maba Diakhou Bâ didesak oleh Raja Cayor dan Baol untuk mengobarkan jihad melawan Sine.[4] Lat-Dior dendam kepada Maad a Sinig Kumba Ndoffene Famak Joof dari Sine setelah Lat-Dior dikalahkan oleh Prancis dalam Pertempuran Loro pada tanggal 12 Januari 1864. Lat-Dior mendapat suaka dari Raja Sine, tetapi permohonannya untuk meminjam pasukan dari Raja Sine ditolak karena Sine sendiri juga sedang berperang melawan Prancis. Maka dari itu, pertempuran ini tidak hanya didorong oleh motif agama, tetapi juga oleh dendam dan upaya untuk memperluas kekuasaan.[5][6][7]

Marabout Muslim pada awalnya dapat mengungguli lawannya, tetapi pasukan Serer tetap dapat bertahan. Pada akhirnya pasukan Marabout berhasil dikalahkan. Maba Diakhou tewas dan tubuhnya dipotong-potong. Lat-Dior sendiri melarikan diri.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Diouf, Niokhobaye. hlm. 727-729 (hlm. 16-18)
  2. ^ Sarr, Alioune. Histoire du Sine-Saloum. Introduction, bibliographie et Notes par Charles Becker, BIFAN, Tome 46, Serie B, n° 3-4, 1986–1987. hlm. 37-39
  3. ^ Diouf, Niokhobaye. Chronique du royaume du Sine. Suivie de notes sur les traditions orales et les sources écrites concernant le royaume du Sine par Charles Becker et Victor Martin. (1972). Bulletin de l'Ifan, Tome 34, Série B, n° 4, (1972). (hlm. 727-729, hlm. 16-18)
  4. ^ Bâ, Abdou. hlm. 20-22
  5. ^ Sarr, Alioune. Histoire du Sine-Saloum. Introduction, bibliographie et Notes par Charles Becker, BIFAN, Tome 46, Serie B, n° 3-4, 1986–1987. hlm. 37-39
  6. ^ Diouf, Niokhobaye. "Chronique du royaume du Sine." Suivie de notes sur les traditions orales et les sources écrites concernant le royaume du Sine par Charles Becker et Victor Martin. (1972). Bulletin de l'Ifan, Tome 34, Série B, n° 4, (1972). (hlm. 727-729, hlm. 16-18)
  7. ^ Klein, hlm. 63-236