Lompat ke isi

Perspektif (visual)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pensil diihat secara perspektif

Perspektif dalam konteks sistem dan persepsi visual adalah cara bagaimana objek terlihat pada mata manusia berdasarkan sifat spasial, atau dimensinya dan posisi mata relatif terhadap objek.

Para seniman dari masa lalu telah membuat karya seni dengan memanfaatkan perspektif, seperti Leon Battista Alberti, Lorenzo Ghiberti, Piero della Francesca, dan Filippo Brunelleschi. Para ilmuwan pada zaman Renaissance seperti Roger Bacon, John Peckham, dan Witelo mempelajari buku terjemahan dari bahasa Arab, Book of Optics karya Ibn al-Haytham.[1]

Gambaran umum

[sunting | sunting sumber]

Perspektif linier atau titik proyeksi bekerja dengan cara membayangkan sebuah bidang datar yang terletak dekat dengan sebuah objek yang diamati dan menghadap langsung ke mata pengamat (pengamat berada pada garis normal, atau garis tegak lurus terhadap bidang tersebut). Kemudian, gambarlah garis-garis lurus dari setiap titik pada objek menuju pengamat. Area pada bidang tempat garis-garis tersebut melewati bidang tersebut adalah gambar perspektif titik proyeksi yang menyerupai apa yang dilihat oleh pengamat.

Perspektif linear

[sunting | sunting sumber]
Rel kereta selalu terlihat bertemu pada satu titik
Jalan lurus yang terlihat menuju horizon

Ketika objek menjauh, objek tersebut akan terlihat lebih kecil karena sudut penglihatan yang berkurang. Semakin jauh jarak benda dari mata, semakin kecil sudut penglihatan. Sudut ini dapat dihitung dengan geometri Euclidean.[2] Contoh yang sederhana adalah Matahari dan bulan yang jika terlihat dari bumi kurang lebih berukuran sama, tetapi matahari sebenarnya jauh lebih besar. Hal ini dikarenakan jarak matahari ke bumi sangat jauh dibandingkan jarak dari bumi ke bulan.

Contoh perspektif satu titik

[sunting | sunting sumber]

Contoh perspektif dua titik

[sunting | sunting sumber]

Contoh perpspektif tiga titik

[sunting | sunting sumber]

Contoh perspektif lengkung

[sunting | sunting sumber]

Selain itu, titik pudar pusat dapat digunakan (seperti pada perspektif satu titik) untuk menunjukkan kedalaman frontal (terpendek).

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Nader El-Bizri, 'A Philosophical Perspective on Alhazen's Optics', Arabic Sciences and Philosophy (Cambridge University Press), Volume 15 (2005), pp. 189-218; Nader El-Bizri, 'Ibn al-Haytham et le problème de la couleur', Oriens-Occidens: Cahiers du centre d'histoire des sciences et des philosophies arabes et médiévales, Volume 7 (2009), pp. 201-226.
  2. Burton, H. E. (1945). The optics of Euclid. Journal of the Optical Society of America, 35, 357-372.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]