Persma Manado 1960

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Persma Manado)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Persma Manado 1960
Nama lengkapPersatuan Sepak Bola
Manado 1960
JulukanBadai Biru
Berdiri28 November 1960 sebagai VIM Manado
StadionStadion Klabat,
Manado, Sulut, Indonesia
(Kapasitas: 8.000)
Ketua UmumBendera Indonesia Vecky Gandey
SekretarisBendera Indonesia Otto Rondonuwu
PelatihBendera Indonesia Rajab "Akhu" Talib
Dokter TimBendera Indonesia Dr. Lucky Sondakh
LigaLiga Nusantara 2016
Kelompok suporterPersma Fans Club
Kostum Kandang
Kostum Tandang
Soccerball current event.svg Musim ini


Persma Manado 1960 (singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Manado 1960) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia berbasis di Manado, provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Nama Persma Manado 1960 mulai digunakan pada tahun 2014-2015 setelah adanya larangan penggunaan nama Persma Manado. Persma saat ini berlaga di Liga Indonesia tepatnya di Liga Nusantara. Persma Manado 1960 didirikan pada tanggal 28 November 1960 dengan nama VIM (Voetbalbond Indonesische Manado).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada zaman Hindia Belanda, sepak bola adalah VIM (Voetbalbond Indonesische Manado). Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIM berganti nama menjadi Persma(Persatuan sepak bola Indonesia Manado). Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada. Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Manado en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persma juga masih ada.

Pada tahun 1995 salah satu tim besar Eropa yang berasal dari negeri kincir angin Belanda PSV Eindhoven menyambangi Stadion Klabat untuk menggelar partai persahabatan menghadapi Persma Manado. Pemain sekelas Ronaldo Luis Nazario de Lima, Philip Cocu, Vampeta, Robert Fuhcs, Athur Numan beradu kekuatan dengan pemain Persma Manado semisal Rodrigo Araya, Francis Mewengkang, Juan Rubio, Edy Musriza hingga almarhum Izack Fatari.

Pada tahun 1996 tim Sepak bola Sulawesi Utara yang berlaga di PON XIV Jakarta meraih medali perunggu yang kemudian sebagian besar pemain di tim ini menjadi pemain yang mengisi skuad Persma Manado. Nama-nama seperti Hendra Pendeynuwu hingga Alen Mandey menjadi pemain-pemain yang berlaga di Senayan saat itu yang kemudian menjadi punggawa tim Badai Biru dan membawa kesuksesan bagi Persma Manado di Liga Indonesia tahun 1996-1998 sebelum akhirnya kompetisi berhenti di tahun 1998.


Degradasi ke level terbawah meski sempat kembali lagi ke level tertinggi sempat dijalani Persma Manado. Permasalahan dengan pemain asing dimana kontrak yang tidak dipenuhi pihak manajemen hingga dilaporkan ke otoritas teringgi sepak bola dunia FIFA membuat nama Manado untuk bidang sepak bola di mata dunia menjadi buruk. Alhasil Persma Manado dicoret dari keanggotaan PSSI atas rekomendasi dari FIFA. Hal ini yang membuat nama Persma Manado seakan hilang ditelan bumi. Eksistensi klub yang sempat berkibar di era pertengahan 90-an menjadi redup. Saling menyalahkan antar pihak atau melempar tanggung jawab antar kubu seakan tak pernah habis bila membahas tentang keterpurukan tim Persma Manado.

Era Persma Manado 1960[sunting | sunting sumber]

Sekelompok pemuda Manado yang digawangi oleh Vecky Gandey di tahun 2013 berupaya menghidupkan kembali marwah Persma Manado. Karena nama Persma Manado dicoret dari keanggotaan PSSI, maka sejak didaftarkan lagi ke PSSI pada 04 Juni 2013[1], digunakanlah nama Persma Manado 1960 dan memulai Perjuangan dari level bawah dan mengandalkan pemain - pemain Manado dan sekitarnya. Untuk membangun kembali Persma, pengurus memakai dana swadaya dan tidak menerima sponsor dari siapapun termasuk pemerintah dan tokoh-tokoh politik di daerah. Pengurus Persma 1960 ingin juga klub tersebut jauh dari kepentingan dari partai politik manapun[2].

Prestasi (dengan nama Persma Manado)[sunting | sunting sumber]

  • Tahun 1998, Peringkat Ke-3 Divisi Utama Wilayah Timur
  • Tahun 2006, Perempat Final Piala Indonesia
  • Tahun 2013, Juara Divisi 3 Zona Sulawesi Utara
  • Tahun 2014, Juara Liga Nusantara zona Sulawesi Utara
  • Tahun 2016, Juara Liga Nusantara zona Sulawesi Utara

Soccer Field Transparant.svg

Fanly
Bendera Indonesia
Rudy Onu
Bendera Indonesia
Moldy
Bendera Indonesia
Nofri
Bendera Indonesia
Jecky
Bendera Indonesia
Fero Toar
Bendera Indonesia
HendraKapten
Bendera Indonesia
Roberto
Bendera Indonesia
Herrie
Bendera Indonesia
Alfian
Bendera Indonesia
Delfin
Bendera Indonesia
Persma 1960 dalam Starting Eleven Formasi 4-4-2

SKUAD PERSMA MANADO 1960 MUSIM 2016[sunting | sunting sumber]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Pemain
1 Bendera Indonesia GK Fanly Reppy
20 Bendera Indonesia GK Fandy Bahar
70 Bendera Indonesia GK Aldo Robot
17 Bendera Indonesia DF Jecky Runtulalo
25 Bendera Indonesia DF Frengky Sere
6 Bendera Indonesia DF Sunandar Boro
14 Bendera Indonesia DF Sandhy Tomasoa
3 Bendera Indonesia DF Rudy Onu
5 Bendera Indonesia DF Noldy Adrian
2 Bendera Indonesia DF Novrie Kasalang
21 Bendera Indonesia MF Christofel Hontong
16 Bendera Indonesia MF Rocky Pontololi
15 Bendera Indonesia MF Fero Toar
No. Pos. Pemain
8 Bendera Indonesia MF Branca Porong
19 Bendera Indonesia MF Budi Lasena
23 Bendera Indonesia MF Christofan Rampala
13 Bendera Indonesia MF Herrie Lontoh
11 Bendera Indonesia MF Hendra Panambunan
12 Bendera Indonesia MF Roberto Sauyai
28 Bendera Indonesia FW Benny Roring
9 Bendera Indonesia FW Delvin Taplo
18 Bendera Indonesia FW Alfian Malingkas
10 Bendera Indonesia FW Fransiskus Mumpo
7 Bendera Indonesia FW Rendy Kakasih

Pendukung[sunting | sunting sumber]

Persma Fans Club adalah suporter kesebelasan sepak bola Persma Manado yang berdiri sejak Ligina IV, tepatnya tahun 2001. Namun eksistensi mereka meredup seiring meredupnya prestasi Persma Manado. Ketika Persma Manado 1960 bangkit kembali, perlahan namun pasti kelompok suporter tersebut kembali hidup dengan mengusung motto : "Torang itu Persma , Persma itu Torang". Kelompok suporter ini hadir di tribun timur untuk mendukung tim kesayangan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]