Persembahan seorang janda miskin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Persembahan seorang janda miskin (bahasa Inggris: The Widow's Mite[1]) adalah suatu pelajaran yang dicatat dalam Injil Sinoptik (Markus 12:41-44, Lukas 21:1-4), pada waktu Yesus mengajar di Bait Allah di Yerusalem. Injil Markus menunjukkan bahwa dua "peser" (bahasa Yunani: lepton; bentuk jamak: lepta) bersama-sama bernilai satu "duit" (bahasa Yunani: quadrans), koin Romawi terkecil. Sebuah lepton adalah koin yang terkecil dan paling tidak berharga di antara koin yang beredar di Yudea, senilai sekitar enam menit kerja dari upah rata-rata harian.[2]

Catatan Alkitab[sunting | sunting sumber]

Koin seorang janda (Le denier de la veuve) - James Tissot

Markus 12:41-44

"Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."[3]

Lukas 21:1-4

Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."[4]

Komentari[sunting | sunting sumber]

Baroque fresco di Ottobeuren.

Tafsiran tradisional cerita ini cenderung untuk melihat kekontrasan perilaku ahli-ahli Taurat dengan janda itu, dan mendorong pemberian murah hati kepada Allah; sering dibaca bersama-sama 2 Korintus 9:7, "...sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita."

Addison Wright mengamati bahwa tidak ada indikasi mengenai sikap atau kerangka pikiran sang janda. Ia mengemukakan bahwa sebelumnya, di dalam Markus 7:10-13, Yesus menegur para ahli Taurat dan orang Farisi yang munafik karena memiskinkan orang tua.[5]

"Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati. Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban--yaitu persembahan kepada Allah--, maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya.Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan."

Di bagian ini segera sebelum Yesus mengambil tempat duduk di seberang peti persembahan, Ia digambarkan mengutuk para pemimpin agama yang berpura-pura saleh, menerima hormat dari orang banyak, dan mencuri harta milik para janda. "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat."[6]

Para janda adalah penerima kasih dan belas kasihan Allah yang lembut dan ada catatan jelas mengenai pemeliharaan dan kasih Allah yang khusus bagi wanita yang hidup sendirian, baik karena ditinggal oleh suaminya maupun karena pasangannya meninggal dunia (Lukas 7:11-17; 18:2-8; 21:2-4; Markus 12:42-43).[7] Para pemimpin agama yang membuat para janda menjadi miskin, ternyata juga mendorong para janda itu untuk memberi sumbangan di luar kemampuan mereka. Dalam pendapat Wright, selain memuji janda kemurahan hati, Yesus mengutuk kedua sistem sosial yang membuat janda itu miskin, dan "...sistem nilai yang memotivasi tindakan tersebut, dan ia mengutuk orang-orang yang membuatnya melakukan hal itu."[5]

Quentin Quesnell melihat di kisah ini "...teguran dan penolakan terhadap orang-orang zalim."[8] Quesnell mencatat bahwa jika pernyataan Yesus itu dilihat sebagai dukungan terhadap tindakan sang janda, tidak diiringi oleh komentar yang biasa, seperti "Pergi, dan lakukan hal yang sama."[8]

Kisah persembahan janda itu diikuti dengan bacaan, Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya: "Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!" Lalu Yesus berkata kepadanya: "Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan."[9]

Wright mencatat ironi bahwa karena Bait Suci segera dihancurkan pada tahun 70 M, persembahan janda itu seakan tidak berarti apa-apa.[5] Namun, Allah mengukur persembahan bukan dari jumlah yang dipersembahkan tetapi dari kasih, pengabdian, dan pengorbanan yang terkandung dalam persembahan itu.[7] Yesus memberikan pelajaran tentang bagaimana Allah menilai pemberian:

  • 1) Pemberian seseorang ditentukan bukan oleh jumlah yang ia berikan, tetapi oleh jumlah pengorbanan yang terlibat dalam pemberian itu. Sering kali orang kaya hanya memberi dari kekayaannya -- ini tidak meminta pengorbanan. Pemberian janda ini menuntut segalanya daripadanya. Ia memberi sebanyak-banyaknya yang dapat diberikannya.[7]
  • 2) Prinsip ini dapat diterapkan pada segala pelayanan orang beriman bagi Yesus. Ia menilai pekerjaan dan pelayanan orang tidak berdasarkan ukuran atau pengaruh atau keberhasilannya, tetapi berdasarkan kadar pengabdian, pengorbanan, iman, dan kasih yang tulus yang terlibat di dalamnya (lihat Lukas 22:24-30; Matius 20:26; Markus 12:42).[7]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Persembahan seorang janda miskin
Didahului oleh:
Yesus menasihatkan supaya hati-hati terhadap ahli-ahli Taurat
Injil Markus
pasal 12
Diteruskan oleh:
Bait Allah akan diruntuhkan
Didahului oleh:
Yesus menasihatkan supaya waspada terhadap ahli-ahli Taurat
Injil Lukas
pasal 21

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Dalam bahasa Inggris, "mite" biasanya diartikan "kutu", di sini menunjuk ke mata uang logam bernilai sangat kecil
  2. ^ "Mark 12 footnote 83". . New English Translation.
  3. ^ Markus 12:41-44
  4. ^ Lukas 21:1-4
  5. ^ a b c Wright, Addison G. "The Widow's Mite: Praise or Lament", The Catholic Biblical Quarterly, 44, 1982, pp.256-265
  6. ^ Markus 12:38-40
  7. ^ a b c d The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  8. ^ a b Quesnell, Quentin. The Mind of Mark, (AnBib 38), Rome Biblical Institute, 1969, 151
  9. ^ Markus 13:1-2