Lompat ke isi

Perkembangan perilaku konsumen di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Penerbitan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) 2012 oleh Komisi Penyiaran Indonesia merepresentasikan sebuah intervensi normatif yang dirancang untuk membentuk dan memengaruhi paradigma konsumsi media serta meningkatkan literasi media, yang secara esensial berkontribusi pada kemajuan perilaku konsumen di Indonesia.

Perilaku konsumen di Indonesia adalah sebuah proses evolusi biologis-psikologis yang bergeser dari model pemenuhan kebutuhan primer dan kepemilikan aset menuju interaksi yang dipengaruhi secara kompleks oleh faktor digital, sosial, dan ideologis.[1] Secara historis, era pra-digital ditandai oleh konsumsi barang-barang tahan lama sebagai indikator status sosio-ekonomis, dengan akses terbatas pada sarana manajemen risiko finansial.[2] Sebaliknya, dengan pesatnya digitalisasi, perilaku konsumen kini mencerminkan pergeseran fundamental menuju konsumsi yang didorong oleh ekspresi jati diri dan identitas sosial, yang dimediasi oleh media pergaulan. Pergeseran ini secara bersamaan memperkenalkan patologi perilaku baru terkait risiko kesehatan mental dan kerentanan ekonomi dari penipuan daring.[3] Terakhir, pada era saat ini, tren ini terus berkembang dengan peningkatan kesadaran terhadap faktor-faktor etis dan keberlanjutan, yang mengarah pada pilihan konsumsi yang selaras dengan nilai-nilai personal, menunjukkan kompleksitas interaksi antara keputusan ekonomi dan kesejahteraan psikososial dalam masyarakat modern.[4]

Periode Perkembangan Perilaku Konsumen Keterangan
Awal peradaban Konsumen berbasis kebutuhan dasar, konsumsi pangan dan barang minimal Konsumsi masih bersifat tradisional, barter, dan berdasarkan kebutuhan langsung
Masa kolonial Pengenalan barang impor dan merek asing pertama Konsumen mulai mengenal merek luar, perilaku konsumsi mulai dipengaruhi oleh budaya kolonial
Pasca kemerdekaan Konsumsi mulai berkembang, muncul pasar tradisional dan pasar modern Perilaku konsumen mulai dipengaruhi oleh faktor ekonomi, budaya, dan sosial lokal
1980-1990-an Awal modernisasi, pertumbuhan gaya hidup dan urbanisasi Munculnya kategori produk baru, konsumen mulai selektif dan mencari merek[5]
2000-an Awal Peningkatan akses teknologi dan informasi Perilaku konsumen mulai dipengaruhi internet dan media, pembelian mulai menggunakan elektronik[6]
2010-an Ledakan e-commerce dan digitalisasi Konsumen Indonesia semakin banyak berbelanja online, kepercayaan pada e-commerce meningkat[7]
2020-an Awal Pengaruh pandemi COVID-19 mempercepat belanja berbasis daring dan digital Adaptasi besar dalam perilaku konsumsi, peningkatan belanja digital dan layanan digital[8]
2024-2025 Dominasi ekonomi digital, penggunaan smartphone, metode pembayaran digital Konsumen menghabiskan >7 jam online per hari, dompet digital dan QR code sangat populer, BNPL meningkat 38%[9]

Perkembangan perilaku konsumen di Indonesia berubah dari cara lama yang berfokus pada kebutuhan pokok, kini beralih ke masa digital. Perubahan ini ditandai dengan meluasnya belanja daring dan pembayaran tanpa uang tunai, yang didorong oleh penggunaan ponsel pintar serta cara hidup masyarakat yang berubah drastis.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "TESIS REPRESENTASI DISTOPIA DIGITAL" (PDF).
  2. "Masyarakat yang menganggap kesenangan hanya dapat diperoleh dari barang mewah, sehingga nilai sesuatu tidak lagi diukur secara konvensional" (PDF).
  3. "Kesehatan Mental dan Era Globalisasi" (PDF). UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
  4. "Perilaku Konsumen Berkelanjutan" (PDF). Universitas Tarumanagara (UNTAR).
  5. "Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol 14 No.1 Tahun". Jurnal Universitas Gadjah Mada.
  6. Admin (2021-06-26). "Observing the Consumer Behavior of the Indonesian Online Marketplace". Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-09-17.
  7. "Topic: Consumer shopping behavior in Indonesia". Statista (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-17.
  8. Indonesia, Bank. "Survei Konsumen Desember 2024: Keyakinan Konsumen Meningkat". www.bi.go.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-17.
  9. Buku ajar perilaku konsumen (PDF). Repository Universitas Muhammadiyah Palembang. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)