Perkara genosida Bosnia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Genosida Bosnia juga dikenal sebagai Pembantaian Srebrenica atau pembersihan etnis di Bosnia yang dilakukan di bawah kekuasaan militer Republik Srpska pada saat Perang Bosnia yang berlangsung pada tahun 1992-1995.[1] Peristiwa ini terjadi di area spesifik yang menjadi tempat tinggal kaum Bosniak dan kaum Bosnia Kroasia yang dikontrol oleh pasukan tersebut. Di bawah otoritas Jenderal Ratko Mladić, sebanyak 25.000-30.000 warga sipil Bosniak dideportasi. Kaum Bosniak adalah sebutan untuk kaum muslim di Bosnia. Di akhir pembantaian ini terdapat hingga 8.372 korban. Peristiwa genosida dan pembersihan etnis ini menggunakan metode-metode genosida seperti pembantaian, pemerkosaan massal, perlakuan tidak manusiawi, kekejaman seksual, dan penyiksaan terhadap warga sipil dan pemimpin politik di sana di beberapa wilayah. Selain itu juga dilakukan perampokan terhadap properti warga sipil, deportasi, dan penembakan massal yang tidak sah secara hukum. Umumnya tindakan kriminal yang dilakukan oleh pelaku genosida sesuai dengan definisi genosida yang menyiaratkan kriteria-kriteria suatu tindakan kejahatan dianggap sebagai genosida. Mereka telah berkeinginan dan melakukan penghancuran fisik terhadap kaum Bosniak dan Bosnia Kroasia.[2]

Penetapan tindakan otoritas di Bosnia sebagai perkara genosida ditentukan melalui resolusi yang dikemukakan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kemudian penghukuman terhadap tindak kejahatan yang dilakukan oleh beberapa individu terkait dilakukan melalui pengadilan di Jerman, Bosnia dan Herzegovina, Austria, Belanda, Serbia, dan Swiss, Pengadilan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia Terdahulu, serta Mahkamah Keadilan Internasional.[3] Namun, terdapat perbedaan pendapat dalam memandang keterlibatan Serbia dalam kasus genosida Bosnia ini. Lalu secara khusus pada 24 Maret 2016, pemimpin Serbia Bosnia dan presiden pertama dari Republik Srpska divonis bersalah karena tindak kejahatan melawan kemanusiaan dan dijatuhkan hukuman 40 tahun dipenjara hingga akhirnya diperpanjang menjadi hukuman seumur hidup.[4]

Pengadilan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia Terdahulu[sunting | sunting sumber]

Kasus Krstić[sunting | sunting sumber]

Radislav Krstic di dalam sidang yang dilakukan di dalam Pengadilan Kriminal untuk Yugoslavia Terdahulu

Pengadilan terhadap Jenderal-Mayor Radislav Krstić (Deputi Komando dan Kepala Staf Korps Drina dari Tentara Republik Srpska atau pasukan Serbia Bosnia) yang diadakan pada tahun 1988 memutuskan ia bersalah atas genosida, kejahatan melawan kemanusiaan, dan pelanggaran terhadap hukum dalam perang berdasarkan perannya dalam peristiwa di Srebrenica, Bosnia, antara 11 Juli s/d 1 November 1995. Pengadilan yakin tanpa keraguan bahwa tindak kejahatan genosida terjadi di Srebrenica dan Krstić dijatuhkan hukuman 46 tahun dalam penjara.[2] Akan tetapi, dalam banding selanjutnya hukuman Krstić dipersingkat menjadi 35 thaun penjara. Ia pada akhirnya diserahkan ke Inggris untuk dipenjara di Penjara Wakefield dan juga setelahnya dipindahkan ke Penjara Long Lartin.

Kasus Karadžić[sunting | sunting sumber]

Pengadilan dilakukan kepada presiden Republik Srpska, Radovan Karadžić, yang didakwa melakukan genosida dan keterlibatannya di beberapa kotamadya Bijeljina, Bratunac, Bosanski Šamac, Brčko, Doboj, Foča, Ilijaš, Ključ, Kotor Varoš, Bosanski Novi, Prijedor, Rogatica, Sanski Most, Srebrenica, Višegrad, Vlasenica, Zavidovići, dan Zvornik di Bosnia.[2] Ia menolak untuk menyerahkan pembelaan pada pengadilan pertamanya di 31 Juli 2008, sehingga para hakim secara formal membuatkan permohonan pembelaan untuknya.[5][6] Selain itu Karadžić juga memaksa untuk membela dirinya sendiri pada saat yang bersamaan ketika tim penasihat hukum sedang dibuat. Sidang pengadilan terhadap Karadžić dilakukan dua kali dan pada putusan akhir dinyatakan Karadžić tidak terbukti bersalah melakukan genosida di sidang pertama karena tidak cukup dapat dikatakan sebagai genosida dilakukan di kotamadya tersebut. Sedangkan untuk sidang kedua terkait genosida ia diputuskan bersalah berdasarkan keikutsertaannya dalam gensodia di Srebrenica.[2]

Kasus Mladić[sunting | sunting sumber]

Dalam pengadilan 24 Juli 1995 yang dilakukan terhadap Ratko Mladić yang merupakan kolonel-jenderal tentara Republik Srpska, jaksa penuntut dari Pengadilan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia Terdahulu, menuduhnya melakukan genosida dan keikutsertaannya dalam genosida di beberapa kotamadya di Bosnia seperti Ključ, Kotor Varoš, Prijedor, Sanski Most, Srebrenica, Banja Luka, Bosanska Krupa, Bratunac, Vlasenica, dan Zvornik.[7] Pada tanggal 4 Juli 2011, Mladić gagal menyerahkan permohonan tidak bersalah. Lalu sidang pengadilan dilakukan pada tanggal 16 Mei 2012. Pada 15 April 2014, pengadilan menolak permintaan pembebasan Mladić.[8] Namun, pada tahun 2019 ia menyampaikan permohonan banding dan hasil putusan dari banding tersebut diperkirakan diumumkan pada bulan Juni 2021.

Pada 8 Juni 2021, Den Haag menolak permohonan banding tersebut melalui voting yang dilaksanakan. Hasilnya menyatakan empat lawan satu, sehingga seluruh banding terhadap 10 tuduhan yang dikenakan pada Mladić ditolak dan ia menjalani hukuman penjara seumur hidup. Dalam pembacaan putusan, jaksa penuntut dari PBB menyebutkan bahwa Mladić adalah penjahat perang paling terkenal dalam sejarah modern. Hasil putusan ini diterima baik oleh keluarga korban seperti Nedziba Salihović yang suami dan anaknya terbunuh.[9]

Kasus Popović[sunting | sunting sumber]

Vujadin Popović yang sebelumnya menjabat sebagai letnan kolonel dan asisten komando keamanan dari Korps Drina didakwa bersalah karena genosida dan keterlibatannya, pembunuhan, persekusi, pemindahan secara paksa, perlakuan tidak manusiawi, dan pembunuhan sebagai pelanggaran terhadap hukum dalam perang. Ia bertanggung jawab atas peristiwa yang terjadi di Srebrenica, Potocari, Bratunac, dan Zvornik pada tanggal 11 Juli s/d 31 Agustus 1995.[10] Putusan pengadilan pada tanggal 10 Juni 2010 menyatakan Popović bersalah atas dakwaan yang telah disebutkan dan dipenjara seumur hidup.

Kasus Tolimir[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 31 Mei 2007, Zdravko Tolimir yang merupakan buronan dan asisten komando untuk intelijen dan keamanan Republik Srpska ditangkap oleh polisi Serbia Bosnia. Ia terkenal karena menyarankan penggunaan senjata kimia pada saat genosida agar pasukan Bosnia dapat menyerah.[11] Ia juga diketahui sebagai salah satu pengatur jaringan yang membantu Ratko Mladić untuk melarikan diri dari keadilan.[12] Pada tanggal 26 Februari 2010 sidang terhadapnya dilaksanakan dan putusan pengadilan pada 12 Desember 2012 memutuskan Tolimir bersalah atas genosida dan konspirasi untuk melakukan genosida. Ia dipenjara seumur hidup.[13]

Pengadilan Bosnia dan Herzegovina[sunting | sunting sumber]

Kasus Mitrović dan lain-lain[sunting | sunting sumber]

Setelah sidang selama dua tahun, pada tanggal 29 Juli 2008, pengadilan menemukan tujuh orang bersalah atas genosida dan keterlibatan mereka di dalam peristiwa pembantaian di Srebrenica.[14][15] Milenko Trifunović, Aleksandar Radovanović, Brano Džinić, Slobodan Jakovljević, dan Branislav Medan melanggar Pasal 171(a), 29, dan 180(1) KUHP Bosnia dan Herzegovina. Pengadilan menemukan bahwa pria Bosniak yang mencoba melarikan diri dari Srebrenica diberitahu bahwa mereka akan aman apabila menyerahkan diri. Namun, kenyataannya mereka malah dieksekusi secara massal di kampung di Kravica.

Hasil sidang menyatakan Petar Mitrovic dihukum penjara selama 38 tahun. Selanjutnya Milos Stupar, Slobodan Jakovljevic, dan Branislav Medan divonis hukuman penjara selama 40 tahun. Lalu Milenko Trifunovic, Brano Dzinic, dan Aleksandar Radovanovic dihukum penjara selama 42 tahun.[14][15][16]. Namun, terdapat empat orang lainnya yang dibebaskan, yaitu Velibor Maksimovic, Milovan Matic, Miladin Stevanovic, dan Dragisa Zivanovic.

Akan tetapi, dilakukan sidang ulang terhadap Milovan Matić, Miloš Stupar, Milenko Trifunović, Brane Džinić, Aleksandar Radovanović, Slobodan Jakovljević, dan Branislav Medan untuk menganulir putusan sidang sebelumnya karena beberapa hal. Panel banding menyatakan bahwa putusan sidang terpengaruh dalam arti satu pihak menyadari rencana genosida pihak yang lain. Dengan demikian pihak-pihak yang terlibat sebenarnya hanyalah aksesoris dan bukan rekan pelaku. Salah satunya dikarenakan Mahkamah Konstitusi Bosnia dan Herzegovina menerima banding Vuković karena pengadilan dianggap telah melanggar hak mereka di Pasal 7 Konvensi Hak Asasi Manusia Eropa dan memerintahkan sidang ulang. Akibatnya, putusan diperbaharui sehingga Trifunović dihukum menjadi 33 tahun penjara, Džinić menjadi 32 tahun penjara, Jakovljević menjadi 28 tahun penjara, Radovanović menjadi 32 tahun penjara, dan Medan menjadi 28 tahun penjara.[16]

Kasus Trbić[sunting | sunting sumber]

Milorad Trbić dahulunya merupakan kapten dari brigade di pasukan Republik Srpska. Ia didakwa bersalah atas genosida dengan melanggar Pasal 171 dari KUHP Bosnia dan Herzegovina bersamaan dengan beberapa poin dari Konvensi Genosida seperti membunuh anggota dari suatu kelompok, menyebabkan kerusakan serius tubuh dan mental terhadap anggota di dalam suatu kelompok, secara sengaja menimbulkan kondisi kehidupan kelompok yang diperhitungkan yang akan mengakibatkan kehancuran fisik baik secara sebagian maupun keseluruhan, dan menerapkan tindakan yang mencegah kelahiran di dalam kelompok.[16] Pada sidang pertama diputuskan bahwa Trbić bersalah atas seluruh tindak kejahatan yang ia lakukan sebagai bagian dari kejahatan bersama dalam rangka menghancurkan Bosniak. Pengadilan menyatakan Trbić bersalah atas keterlibatannya dan dihukum selama 30 tahun penjara. Akan tetapi, selanjutnya dalam sidang kedua yang berisi banding, dan akhir dari keputusan Mahkamah Konstitusi Bosnia dan Herzegovina karena pengadilan dianggap telah melanggar haknya di Pasal 7 Konvensi Hak Asasi Manusia Eropa, pengadilan diperintahkan untuk melakukan sidang ulang. Dengan demikian putusan direvisi sehingga Trbić hanya dihukum penjara selama 20 tahun.[16]

Kasus Vuković dan Tomić[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2008, pengadilan terhadap Radomir Vuković dan Zoran Tomić dilaksanakan. Keduanya divonis bersalah karena kejahatan genosida, tetapi mereka tidak mengajukan permohonan tidak bersalah.[16] Pada tahun 2010, pengadilan mengumumkan putusan pertama yang menyatakan bahwa keduanya bersalah karena secara sadar membantu terjadinya genosida. Mereka diketahui berperan sebagai satuan tugas polisi khusus yang menjaga jalan tetap bisa diakses untuk transportasi pria Bosniak. Selain itu mereka juga bertugas untuk menangkap orang Bosniak yang mencoba melarikan diri dari "daerah aman PBB" dan membawanya ke tempat eksekusi di Kravica. Dengan demikian mereka divonis hukuman penjara selama 31 tahun.[16] Akan tetapi panel banding menolak hasil putusan pengadilan dan mengajukan permohonan sidang ulang.

Dalam sidang yang kedua, diputuskan bahwa Vuković bersalah karena membantu terjadinya genosida, sedangkan Tomić dibebaskan. Vuković sendiri dihukum 31 tahun penjara. Namun, pada tahun 2015, Mahkamah Konstitusi Bosnia dan Herzegovina menerima banding Vuković karena pengadilan dianggap telah melanggar haknya di Pasal 7 Konvensi Hak Asasi Manusia Eropa dan memerintahkan sidang ulang. Hasil dari sidang ulang yang dilakukan pada tahun 2015 menyatakan bahwa Vuković tetap bersalah, meskipun hukumannya dikurangi menjadi 20 tahun penjara saja.[16]

Kasus Perić dan Pelemiš[sunting | sunting sumber]

Slavko Perić dan Momir Pelemiš bertugas sebagai pejabat di militer dan intelijen Republik Srpska pada saat terjadinya genosida. Pengadilan mendakwa keduanya atas tindak kejahatan genosida dan keduanya mengajukan permohonan tidak bersalah. Selanjutnya pada tahun 2011, pengadilan menyatakan Momir Pelemiš dan Slavko Perić masing-masing 16 dan 19 tahun hukuman penjara karena membantu pembantaian di Srebrenica pada saat terjadinya penyerangan di daerah aman PBB di Srebrenica.[16] Akan tetapi, pada sidang kedua setelah banding, putusan direvisi menjadi Perić akan menjalani hukuman penjara selama 11 tahun dan untuk Pelemiš akan mengalami sidang ulang. Sidang ulang untuk kasus Pelemiš pada tahun 2013 menyatakan bahwa ia tidak bersalah atas tuduhan kejahatan genosida.

Kasus Jević dan lain-lain[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2010, pengadilan memvonis Duško Jević, Mendeljev Đurić, dan Goran Marković bersalah atas genosida di Srebrenica. Akan tetapi, pengadilan memutuskan agar kasusnya digabungkan menjadi satu bersama Neđo Ikonić yang juga menjalani dakwaan serupa. Mereka merupakan pejabat dalam militer Republik Srpska. Pada putusan pertama yang diumumkan pada 25 Mei 2012, pengadilan memutuskan Jević and Đurić bersalah karena membantu kejahatan bersama dalam peristiwa genosida di Srebrenica. Sementara itu Ikonić dan Marković tidak ditemukan bersalah atas dakwaan yang dituduhkan. Dengan demikian Jević dihukum penjara selama 35 tahun dan Đurić dipenjara selama 30 tahun.[16] Pada tahun 2013, panel banding memutuskan putusan kedua yang mengurangi masa tahanan terhadap dua orang tersebut. Dengan demikian masa tahanan Jević dikurangi menjadi 32 tahun penjara dan Đurić menjadi 28 tahun penjara.

Kasus Ivanović[sunting | sunting sumber]

Željko Ivanović yang merupakan anggota polisi khusus Republik Srpska didakwa bersalah karena kejahatan genosida di Srebrenica. Pada tahun 2012 panel sidang memutuskan ia dihukum 13 tahun penjara, tetapi jaksa penuntut mengajukan banding, demikian pula Ivanović. Dengan demikian dilakukan sidang ulang dan dalam putusan sidang kedua, pengadilan memutuskan bahwa Ivanović bersalah atas kejahatan genosida dan menjadi bagian dari kejahatan tersebut, sehingga ia dihukum 24 tahun penjara.[16] Namun, pada tahun 2014, Mahkamah Konstitusi Bosnia dan Herzegovina menerima banding Ivanović karena pengadilan dianggap telah melanggar haknya di Pasal 7 Konvensi Hak Asasi Manusia Eropa dan memerintahkan sidang ulang. Hasil dari sidang ulang yang dilakukan pada tahun 2015 menyatakan bahwa Ivanović tetap bersalah, meskipun hukumannya dikurangi menjadi 20 tahun penjara saja.[16]

Kasus Sarić[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2013, jaksa penuntut dari Pengadilan Bosnia dan Herzegovina mendakwa Goran Sarić bersalah atas tindakan kejahatan genosida dalam peristiwa pembantaian di Srebrenica.[17] Namun, pada tanggal 16 Februari 2018, Pengadilan Bosnia dan Herzegovina memberikan putusan yang membebaskan Goran Sarić dari dakwaan tindak pidana genosida di Srebrenica.[16]

Kasus Cvetković[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2010, Aleksandar Cvetković ditangkap oleh Unit Investigasi Internasional Israel karena keterlibatannya dalam genosida di Srebrenica.[18] Selanjutnya pada tahun 2013 ia diekstradisi dari Israel menuju Bosnia dan Herzegovina untuk menjalani sidang pengadilan. Sebagai bagian dari pasukan khusus Republik Srpska, ia berperan dalam melakukan penyerangan pertama terhadap daerah aman PBB di Srebrenica dengan tujuan untuk mengintimidasi populasi Bosniak di sana. Dengan demikian, ia terlibat dan ikut di dalam operasi militer "Krivaja-95" atau yang dikenal juga sebagai operasi militer yang bertujuan untuk merebut Srebrenica sebagai daerah aman Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selain itu ia juga didakwa karena upaya pengusiran seluruh populasi Bosniak dari daerah aman tersebut dan eksekusi massal setidaknya 900 pria dan anak laki-laki Bosniak dengan menggunakan senapan otomatis. Dari 900-an yang dieksekusi, hanya dua orang yang selamat.[16] Akan tetapi, putusan pada sidang pertama di Pengadilan Bosnia dan Herzegovina pada tahun 2015 memutuskan untuk membebaskan ia dari seluruh tuduhan berdasarkan KUHP Pasal 171(a) dan (b), bersamaan dengan Pasal 29.

Kasus Ostoja dan Milošević[sunting | sunting sumber]

Baik Ostoja Stanišić maupun Marko Milošević, merupakan sama-sama pejabat militer dalam Batallion Brigade Zvornik ke-6. Pada tahun 2012, tuduhan yang diberikan kepada mereka adalah membantu kejahatan genosida yang berlangsung di perkampungan Petkovci dan Đulići, di kota Zvornik.[19] Mereka berdua menyampaikan permohonan tidak bersalah terhadap tuduhan yang diberikan.[16] Putusan sidang pertama yang diumumkan pada tanggal 31 Maret 2017 menyatakan bahwa Stanišić dinyatakan bersalah karena kejahatan genosida, sehingga divonis hukuman penjara selama 11 tahun. Sementara itu Marko Milošević dibebaskan dari tuduhan.[20]

Pengadilan Jerman[sunting | sunting sumber]

Kasus Džajić[sunting | sunting sumber]

Novislav Džajić diadili di Jerman karena keikutsertaannya di dalam genosida. Namun, pengadilan tinggi regional gagal menemukan kepastian bahwa ia memiliki keinginan untuk melakukan genosida. Meskipun demikian, ia tetap bersalah atas 14 kasus pembunuhan dan satu kasus percobaan pembunuhan. Lalu pada tanggal 23 Mei 1997, pengadilan menemukan genosida yang dilakukan oleh Džajić pada tahun 1992 yang dilakukan di Foca.[21]

Kasus Jorgić[sunting | sunting sumber]

Nikola Jorgić merupakan pemimpin kelompok paramiliter Serbia Bosnia yang berasal dari daerah Doboj. Pengadilan Tinggi Regional Düsseldorf pada tahun 1997 memutuskan hukuman penjara seumur hidup terhadapnya karena keterlibatannya atas genosida yang di daerah lain di Bosnia, selain Srebrenica. Permohonan bandingnya ditolak oleh Mahkamah Konstitusional Federasi Jerman.[22][23][24]

Kasus Sokolović[sunting | sunting sumber]

Pengadilan Tinggi Regional Düsseldorf pada tanggal 29 November 1999, menjatuhkan hukuman penjara 9 tahun karena keterlibatan Maksim Sokolović dalam membantu, bersekongkol melakukan kejahatan genosida, dan pelanggaran berat terhadap Konvensi Jenewa.[25][26]

Kasus Kušljić[sunting | sunting sumber]

Đurađ Kušljić diputuskan bersalah karena melakukan genosida dan pada akhirnya dihukum penjara seumur hidup pada tahun 1999 oleh pengadilan Jerman. Ia diketahui membunuh enam orang Bosniak dan memerintahkan pengusiran populasi non-Serbia pada saat menjadi kepala polisi di Vrbanjci.[27] Pada saat dilakukan banding, kualifikasi kejahatannya diganti menjadi keterlibatan dalam genosida, tetapi hukumannya tidak berubah.[28]

Pengadilan Austria[sunting | sunting sumber]

Sementara itu pengadilan di Austria mengadili Duško Cvjetković yang merupakan komando kelompok militia Serbia Bosnia di Kucice. Ia didakwa oleh jaksa penuntut dari Salzburg atas kejahatan genosida dan membantu serta bersekongkol dalam terjadinya genosida.

Pengadilan Belanda[sunting | sunting sumber]

Seorang interpreter bernama Hasan Nuhanović dan keluarga Rizo Mustafić yang bekerja sebagai tukang listrik untuk batalion Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengajukan komplain terhadap tiga pejabat militer Belanda di Srebrenica. Mereka adalah komando Thom Karremans, deputi Rob Franken dan Berend Oosterveen karena anggota keluarga Nuhanović diusir dari markas PBB dan berakibat dua anggota keluarga terbunuh, serta Mustafić sendiri yang masih menghilang. [29] Jaksa penuntut publik di Belanda memutuskan untuk menginvestigasi masalah ini. Pada tanggal 7 Maret 2013, otoritas di belanda memutuskan untuk tidak menuntut ketika Nuhanović memberi tanda bahwa ia akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.[30][31] Keluarga mengajukan komplain lagi mengenai keputusan jaksa penuntut kepada pengadilan militer. Akan tetapi, dua tahun kemudian pengadilan menolak komplain tersebut karena alasan kejaksaan tidak akan mungkin mengajukan dakwaan. Keluarga kembali mengajukan komplain kepada Mahkamah Hak Asasi Manusia Eropa karena kegagalan komplain ke pengadilan di Belanda. Mereka meminta setidaknya ada investigasi mengenai keterlibatan tiga tentara Belanda tersebut dalam kematian sanak saudara mereka. Akan tetapi, mahkamah juga menolak permintaan tersebut karena bersifat cacat. Mahkamah menyimpulkan bahwa tidak dapat dikatakan bahwa otoritas domestik telah gagal memenuhi kewajiban prosedural berdasarkan Pasal 2 konvensi untuk melakukan penyelidikan yang efektif yang mampu mengarah pada penetapan fakta, dan mengidentifikasi serta menghukum mereka yang bertanggung jawab".[32]

Pengadilan Serbia[sunting | sunting sumber]

Pusat Hukum Kemanusiaan di Serbia, mengajukan komplain kejahatan genosidaterhadap beberapa anggota tentara Republik Srpska ke Kantor Kejaksaan Kejahatan Perang Republik Serbia. Komplain diajukan berdasarkan Pasal 14 dan 22 dari KUHP Republik Federal Yugoslavia mengenai kejahatan bersama.[33]

Pengadilan Swiss[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2016 seorang politisi asal Swiss, Donatello Poggi, dijumpai bersalah karena diskriminasi ras dan penolakan terjadinya genosida di Srebrenica berdasarkan dua pendapatnya di Pasal di situs Corriere del Ticino dan TicinoLibero. Banding yang diajukannya ditolak oleh pengadilan.

Mahkamah Keadilan Internasional[sunting | sunting sumber]

Masalah awal[sunting | sunting sumber]

Serbia membawa isu tentang yurisdiksi Mahkamah Keadilan Internasional dan menyatakan bahwa mereka tidak memiliki yurisdiksi atas Serbia. Alasannya adalah Serbia bukan merupakan penerus dari Yugoslavia. Dengan demikian, Serbia tidak ikut ke dalam Konvensi Genosida ketika konvensi tersebut dibuat. Namun, Bosnia menyatakan bahwa yurisdiksi tersebut juga berlaku bagi Serbia. Pada akhirnya pengadilan memutuskan bahwa res judicata berlaku untuk mencegah pertimbangan ulang masalah yurisdiksi yang diangkat oleh Serbia.[34]

Masalah awal kedua yang diangkat adalah makna dari Pasal IX dalam Konvensi Genosida. Terdapat perdebatan tentang apakah satu-satunya kewajiban para pihak dalam Konvensi adalah untuk membuat undang-undang, dan untuk menuntut atau mengekstradisi, atau apakah kewajiban berdasarkan Konvensi mencakup kewajiban untuk tidak melakukan genosida dan tindakan lain yang disebutkan dalam Pasal III (yang mengatur berbagai bentuk tanggung jawab untuk melakukan genosida). Lalu pengadilan menyatakan bahwa interpretasi terhadap Konvensi tergantung konteks dan tujuannya. Pengadilan mencatat bahwa tujuan dari konvensi ini adalah untuk mengkriminalisasikan genosida sebagai tindak kejahatan di bawah hukum internasional dan mencerahkan pihak-pihak dalam kontrak untuk mencegah serta menghukum genosida.[34]

Keputusan mahkamah[sunting | sunting sumber]

Pengadilan memutuskan bahwa pembantaian di Srebrenica adalah genosida. Kemudian pengadilan tidak menemukan bahwa Serbia secara langsung bertanggungjawab atas genosida yang terjadi, tetapi Serbia melanggar Konvensi Genosida dengan cara gagal mencegah genosida tersebut terjadi, tidak bekerja sama dengan Pengadilan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia Terdahulu dalam menghukum pelaku genosida, utamanya Jenderal Ratko Mladić, dan melanggar keharusan untuk mengikuti tindakan yang diperintahkan oleh pengadilan.[35]

Dalam pemilihan yang dilakukan, pengadilan menemukan:

  1. 10 melawan 5, menolak keberatan Serbia yang menyatakan pengadilan tidak memiliki yurisdiksi;
  2. 13 melawan 2, menemukan Serbia tidak melakukan genosida melalui badan atau orang-orangnya di bawah hukum internasional, dalam pelanggaran kewajibannya di bawah Konvensi Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida
  3. 13 melawan 2, menemukan Serbia tidak berkonspirasi untuk melakukan genosida ataupun menghasut terjadinya tindakan genosida, dalam pelanggaran kewajibannya di bawah Konvensi Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida;
  4. 11 melawan 4, menemukan Serbia tidak terlibat dalam genosida, dalam pelanggaran kewajibannya di bawah Konvensi Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida;
  5. 12 melawan 3, menemukan Serbia telah melanggar kewajibannya di bawah Konvensi Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida untuk mencegah genosida yang terjadi di Srebrenica pada Juli 1995;
  6. 14 melawan 1, menemukan Serbia telah melanggar kewajibannya di bawah Konvensi Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida dengan cara gagal menyerahkan Ratko Mladić yang didakwa atas terjadinya dan keterlibatannya dalam genosida dalam rangka diadili oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia Terdahulu, sehingga gagal untuk bekerja sama secara penuh dengan pengadilan tersebut;
  7. 13 melawan 2, menemukan Serbia melanggar kewajibanya untuk tunduk dengan tindakan yang diperintahkan oleh pengadilan pada tanggal 8 April dan 13 September 1993, sebagaimana ia gagal untuk mengambil tindakan apapun dalam kekuasaannya untuk mencegah genosida Srebrenica yang terjadi pada Juli 1995;
  8. 14 melawan 1, memutuskan bahwa Serbia seharusnya segera mengambil tindakan efektif untuk memastikan ketundukan penuh terhadap kewajibannya di bawah Konvensi Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida untuk menghukum tindakan genosida sebagaimana yang didefinisikan oleh Pasal II dalam konvensi dan tindakan lainnya yang dituliskan di dalam Pasal III dalam konvensi, menyerahkan individu yang dituduh melakukan genosida ataupun tindakan lainnya oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia Terdahulu, dan bekerja sama secara penuh dengan pengadilan tersebut;
  9. 13 melawan 2, menemukan sebagaimana pelanggaran Serbia terhadap kewajibannya yang ditunjuk oleh subparagraf 5 dan 7 di atas temuan pengadilan dalam ayat-ayat tersebut merupakan kepuasan yang tepat, dan bahwa kasus tersebut bukan merupakan kasus di mana perintah pembayaran kompensasi, atau, sehubungan dengan pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (5), arahan untuk memberikan jaminan dan jaminan tidak ada pengulangan, akan tepat.[36]

Sementara itu keputusan mahkamah di Den Haag, menyatakan bahwa Jenderal Ratko Mladić yang memimpin pasukan Serbia Bosnia bersalah dalam satu kasus genosida, lima kasus kejahatan terhadap kemanusiaan, dan empat kasus pelanggaran terhadap hukum dalam perang. Ia hanya tidak bersalah dalam satu kasus genosida dan pada akhirnya divonis hukuman penjara seumur hidup.[37]

Kritik terhadap keputusan pengadilan dan perbedaan pendapat[sunting | sunting sumber]

Hakim Al-Khasawneh

Wakil Ketua Mahkamah Keadilan Internasional, Hakim Al-Khasawneh berpendapat lain bahwa keterlibatan Serbia, sebagai aktor utama atau kaki tangan, dalam genosida yang terjadi di Srebrenica didukung oleh bukti yang kuat dan masif. Ia tidak sepakat dengan metode pengadilan untuk melihat bukti dan mengambil kesimpulan dari bukti-bukti tersebut. Menurutnya, pengadilan seharusnya meminta termohon untuk memberikan salinan dokumen yang tidak diedit dari dokumen dewan pembela tertingginya. Kemudian jika gagal, pengadilan seharusnya mengizinkan jalan lain yang lebih liberal untuk menyimpulkan. Penolakan pengadilan untuk menyimpulkan niat genosida dari tujuan yang konsisten pola perilaku di Bosnia dan Herzegovina tidak konsisten dengan pendirian yurisprudensi Pengadilan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia Terdahulu yang sah. Jadi, pengadilan gagal untuk melihat kompleksitas definisi kejahatan genosida dan untuk menilai fakta-fakta sebelumnya sesuai.[38]

Profesor Yuval Shany dari Universitas Ibrani di Jerusalem mendeskripsikan keputusan pengadilan dalam tiga pernyataan. Dalam pernyataannya yang pertama dikatakan bahwa pengadilan telah membuat konsep res juricdata terlalu melebar, terlalu bergantung pada kesimpulan hukum di tahap sebelumnya tanpa pertimbangan yang serius, dan dan untuk secara sempit menafsirkan kekuatan revisinya. Kemudian pada pernyataannya yang kedua, disebutkan bahwa beberapa penulis mengkritisi pengadilan karena menolak untuk melihat gambaran yang lebih besar dari peristiwa yang terjadi di Bosnia. Dalam gambaran besar tersebut terdapat kemungkinan bahwa tindak kejahatan yang dilakukan Serbia Bosnia adalah bagian dari rencana besar untuk menciptakan negara Serbia yang secara etnis homogen. Lalu yang ketiga, sehubungan dengan pertanyaan tentang tanggung jawab Serbia, analisis hukum pengadilan tentang standar atribusi, keengganan untuk menemukan Serbia sebagai kaki tangan genosida, dan keputusan untuk menahan diri dari memerintahkan reparasi, semuanya telah dikritik sebagai terlalu konservatif. Pada saat yang sama, pembacaan luas pengadilan terhadap Pasal 1 Konvensi Genosida sebagai berpotensi memaksakan pada semua negara kewajiban untuk mencegah genosida, bahkan jika dilakukan di luar wilayah mereka, telah dicatat karena keberaniannya yang luar biasa. Namun, beberapa penulis telah mengkritik pengadilan karena tidak menjelaskan apakah Pasal I dapat memberikan dasar independen untuk melaksanakan yurisdiksi universal terhadap pelaku genosida individu. Jadi, bisa dibilang, pengadilan menafsirkan secara luas tugas untuk mencegah genosida sementara secara sempit menafsirkan tugas untuk menghukum para pelakunya.[39]

Selanjutnya Antonio Cassese, presiden pertama dari Pengadilan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia Terdahulu mengkritisi bahwa keputusan Mahkamah Keadilan Internasional didasari standar mereka yang terlalu tinggi dalam membuktikan keterlibatan Serbia dalam genosida. Ia juga menambahkan bahwa meskipun pengadilan telah memutuskan telah terjadi genosida, pengadilan juga memutuskan Serbia tidak bertanggung jawab di bawah hukum internasional. Sebab, menurutnya yang dipertanyakan adalah berdasarkan keputusan pengadilan yang menyatakan jenderal-jenderal Serbia Bosnia yang terbukti bersalah atas genosida yang dilakukannya, akan tetapi mengapa tidak ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa kepemimpinan militer Serbia Bosnia dibiayai dan terikat secara politik serta militer dengan Serbia. Kemudian putusan pengadilan yang mengatakan bahwa Serbia tidak bertanggung jawab untuk mencegah genosida juga tidak masuk akal.[40]

Signifikansi dari putusan pengadilan[sunting | sunting sumber]

Pelanggaran Serbia atas kewajibannya bukan hanya didasari oleh kegagalannya dalam mengikuti Konvensi Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida, tetapi juga dua tindakan perlindungan sementara yang diperintahkan oleh Mahkamah Keadilan Internasional pada bulan April dan September 1993. Serbia juga diperintahkan untuk melakukan segala sesuatu yang berada di dalam kekuasaannya untuk mencegah kejahatan genosida dan kejahatan serupa yang tidak dilakukan oleh kelompok militer dan paramiliter yang di bawah kekuasaannya atau dukungannya. Para hakim menyimpulkan bahwa Serbia tidak melakukan apapun di Srebrenica di bulan Juli 1995 meskipun telah diperintahkan secara eksplisit.[41]

Selanjutnya, menurut putusan Mahkamah Keadilan Internasional, benar terdapat bukti-bukti masif dari pembunuhan massal di beberapa daerah spesifik dan kamp tahanan di wilayah Bosnia pada saat konflik. Sebagian korban konflik adalah kelompok yang dilindungi, kaum Bosniak, sehingga disimpulkan bahwa mereka telah ditarget secara sistematis untuk dibunuh. Kemudian, pengadilan juga menemukan bukti-bukti bahwa korban secara sistematis mengalami perlakuan tidak adil, penyiksaan, pemerkosaan, dan tindakan lainnya yang membahayakan tubuh dan jiwa pada saat konflik, utamanya di kamp tahanan. Namun, pengadilan tidak menemukan bukti yang cukup yang menyatakan terdapat keinginan spesifik untuk menghancurkan kaum Bosniak secara sebagian atau keseluruhan.[34]

Dalam mengulas kasus pengadilan terhadap Jorgić melawan Jerman, Mahkamah Hak Asasi Manusia Eropa berdasarkan putusan Mahkamah Keadilan Internasional menjelaskan bahwa pembersihan etnis tidak cukup pada dirinya untuk menyatakan genosida telah terjadi. Dikatakan bahwa istilah pembersihan etnis sering dipakai untuk kasus yang terjadi di Bosnia dan dapat disebut sebagai salah satu bentuk genosida berdasarkan definisi yang digunakan di dalam Konvensi Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida apabila tergolong ke dalam tindakan-tindakan yang disebut di dalam Pasal II yang bermaksud menghancurkan sebagian atau keseluruhan dari suatu kelompok. Akan tetapi, keinginan untuk menghancurkan kelompok tersebut secara sebagian atau keseluruhan, deportasi yang dilakukan tidak secara harus ekivalen dengan penghancuran terhadap kelompok tersebut. Hal ini tidak berarti pembersihan etnis tidak akan pernah termasuk genosida. Sebagaimana telah diobservasi oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia Terdahulu, memang benar di sana terdapat sejumlah kesamaan di anatara kebijakan genosida dan kebijakan pembersihan etnis. Akan tetapi perbedaan keduanya (penghancuran fisik dan pembubarandari sebuah kelompok) harus tetap dilihat secara jelas. Pengusiran sebuah kelompok tidak cukup bisa dikatakan sebagai genosida.[42]

Mahkamah Hak Asasi Manusia Eropa[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2007, berkaitan dengan pengadilan terhadap Jorgić yang berlangsung di Jerman, mahkamah mengulas kembali keputusan pengadilan di Jerman. Dalam menolak banding yang diajukan oleh Jorgić, mahkamah menegaskan ulang bahwa keputusan yang diambil oleh pengadilan di Jerman konsisten dengan interpretasi Konvensi Genosida dalam menangani kasus Jorgić. Akan tetapi, mahkamah juga menyatakan bahwa keputusan yang diambil oleh pengadilan di Jerman adalah berdasarkan hukum yang berlaku di Jerman yang mana interpretasinya mengenai genosida lebih luas, sehingga ditolak oleh pengadilan internasional.[43] Berdasarkan definisi yang dipegang oleh pengadilan Jerman, pembersihan etnis yang dilakukan oleh Jorgić termasuk genosida karena terdapat keinginan untuk menghancurkan sebuah kelompok yang merupakan unit sosial, meskipun sebagian besar akademisi hukum memiliki pandangan bahwa hukum genosida di Jerman seharusnya diinterpretasikan sebagai penghancuran secara fisik dan biologis dari kelompok yang dilindungi.[44]

Selain itu, mengenai perihal genosida yang terjadi, dengan referensi terhadap penulis hukum, mahkamah juga menyatakan bahwa di antara para akdemisi, mayoritas memiliki pandangan bahwa pembersihan etnis yang dilakukan di Bosnia dan Herzegovina yang dilakukan oleh pasukan Serbia Bosnia dengan tujuan mengusir orang muslim dan Kroasia pada dasarnya bukanlah genosida. Namun, beberapa akademisi lainnya mengatakan bahwa pembersihan etnis jugalah termasuk genosida.[45]

Keterlibatan Serbia[sunting | sunting sumber]

Presiden Serbia Slobodan Milosevic

Awalnya dalam pengadilan terhadap pemimpin Serbia, Slobodan Milošević, di Pengadilan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia Terdahulu diputuskan bahwa sidang pengadilan yakin tanpa keraguan bahwa terdapat upaya tindak kejahatan bersama yang mengikutsertakan kepemimpinan Serbia Bosnia yang bertujuan untuk menghancurkan bagian dari populasi muslim di Bosnia. Lalu pada faktanya terjadi genosida di Brčko, Prijedor, Sanski Most, Srebrenica, Bijeljina, Ključ dan Bosanski Novi. Keinginan genosida yang ada pada pemimpin Serbia Bosnia dapat dilihat dari seluruh bukti, skala penyerangan, intensitas, jumlah kaum muslim yang terbunuh secara substansial di tujuh kotamadya, dan penargetan terhadap orang-orang yang penting dalam keberlangsungan kelompok muslim.[46]

Akan tetapi, dalam pengadilan selanjutnya di Mahkamah Keadilan Internasional tidak ditemukan bukti yang menghubungkan Serbia di bawah kepemimpinan Milošević dengan genosida yang dilakukan oleh pasukan Serbia Bosnia. Meskipun demikian, pengadilan menemukan bahwa Milošević dan pihak lainnya di Serbia tidak cukup melakukan tindakan untuk mencegah kasus genosida yang terjadi di Srebrenica.[47]

Selain itu, Pengadilan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia Terdahulu pada tahun 2013, dalam putusannya membebaskan Momčilo Perišić, Jovica Stanišić, dan Franko Simatović dari kejahatan yang dituduhkan kepada mereka. Perišić merupakan Kepala Staf Tentara Nasional Yogoslavia, sedangkan Stanišić dan Simatović merupakan dua orang yang dekat dengan Slobodan Milošević, yaitu presiden Serbia.[48][49]

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Meskipun mayoritas pendapat internasional menyetujui temuan yang diumumkan di dalam pengadilan internasional, tetapi tetap terdapat perbedaan pendapat dalam hal genosida dan seberapa besar keterlibatan Serbia di dalamnya. Komunitas muslim di Bosnia menegaskan bahwa pembantaian Srebrenica hanya salah satu kasus dari berbagai macam genosida yang dilakukan oleh Serbia. Selain itu Mahkamah Keadilan Internasional juga menyimpang dari temuan fakta dan hukum yang ditemukan oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia Terdahulu karena mahkamah menolak temuan pengadilan mengenai keterlibatan Serbia. Sebab, dalam temuan tersebut Tentara Republik Srpska diketahui berada di bawah kekuasaan Serbia dan Tentara Yugoslavia. Hal ini berarti Republik Srpska ibiayai, difasilitasi, dan dipersenjatai untuk melaksanakan operasi militer. Namun, banding yang diajukan di dalam kasus Tadić menyebabkan perubahan tanggung jawab dari negara menjadi tanggung jawab individu-individu terkait. Terlebih lagi karena putusan yang dihasilkan terlalu cepat dibuat padahal beberapa orang yang didakwa beserta dengan Slobodan Milošević yang meninggal pada saat sidangnya baru datang satu tahun setelah Mahkamah Keadilan Internasional mengumumkan keputusannya.[50]

Padahal jaksa penuntut Pengadilan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia Terdahulu memiliki akses terhadap orang-orang tersebut. Namun karena permintaan Serbia yang demikian, dengan alasan dapat mengganggu keamanan nasional, jaksa penuntut dari Pengadilan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia tidak dapat langsung menemui mereka. Selain itu Mahkamah Keadilan Internasional sebenarnya juga dapat meminta langsung akses dari Serbia termasuk dokumen-dokumennya. Akan tetapi, mahkamah tidak memanggil langsung dan justru bersandar terhadap dokumen-dokumen yang dibuat oleh publik pada saat sidang yang dilakukan oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia. Alasan di balik ini adalah karena penasihat hukum dari Serbia khawatir dengan keamanan nasional Serbia apabila dokumen tersebut diserahkan sepenuhnya (sebagian dokumen telah diterima oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia), bahkan mereka meminta dokumen tersebut segera dibuang. Alasan Mahkamah Keadilan Internasional lebih bersandar pada bahan-bahan sidang yang telah dipersiapkan sebelumnya daripada mencari bukti dengan lebih agresif adalah menjauhi terjadinya insiden diplomatik.[51]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Thackrah, John Richard (2009). The Routledge companion to military conflict since 1945. London: Routledge. ISBN 978-0-203-01470-7. OCLC 300955052. 
  2. ^ a b c d "UNHCR | Refworld | Prosecutor v. Radislav Krstic (Trial Judgement)". web.archive.org. 2012-10-18. Diakses tanggal 2021-06-10. 
  3. ^ "ECHR Portal HTML View". web.archive.org. 2012-03-21. Diakses tanggal 2021-06-10. 
  4. ^ Simons, Marlise (2019-03-20). "Radovan Karadzic Sentenced to Life for Bosnian War Crimes". The New York Times (dalam bahasa Inggris). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2021-06-10. 
  5. ^ "Q&A: Karadzic on trial" (dalam bahasa Inggris). 2009-11-05. Diakses tanggal 2021-06-14. 
  6. ^ "The Times & The Sunday Times". www.thetimes.co.uk (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-06-14. 
  7. ^ "ICTY: The prosecutor of the tribunal against Ratko Mladic - Amended Indictment". 
  8. ^ "Tribunal rejects Ratko Mladić's request for acquittal | International Criminal Tribunal for the former Yugoslavia". www.icty.org. Diakses tanggal 2021-06-14. 
  9. ^ "Families' elation as "Butcher of Bosnia" Ratko Mladić loses appeal". euronews (dalam bahasa Inggris). 2021-06-08. Diakses tanggal 2021-06-19. 
  10. ^ "ICTY Prosecutor's Indictment". 
  11. ^ "SENSE Tribunal : ICTY". web.archive.org. 2007-10-08. Diakses tanggal 2021-06-14. 
  12. ^ "VOA News - Bosnian Serb War Crimes Fugitive on His Way to The Hague". web.archive.org. 2007-06-04. Diakses tanggal 2021-06-14. 
  13. ^ "Zdravko Tolimir sentenced to life imprisonment for Srebrenica and Žepa crimes | International Criminal Tribunal for the former Yugoslavia". www.icty.org. Diakses tanggal 2021-06-14. 
  14. ^ a b "7 Bosnian Serbs guilty of genocide in Srebrenica - USATODAY.com". usatoday30.usatoday.com. Diakses tanggal 2021-06-17. 
  15. ^ a b "Bosnian Serbs jailed for genocide" (dalam bahasa Inggris). 2008-07-29. Diakses tanggal 2021-06-17. 
  16. ^ a b c d e f g h i j k l m n "Sud Bosne i Hercegovine - Naslovna". Sud Bosne i Hercegovine (dalam bahasa Kroasia). Diakses tanggal 2021-06-17. 
  17. ^ "Tek osuđeni Goran Sarić ponovo uhapšen zbog genocida u Srebrenici". www.klix.ba (dalam bahasa Kroasia). Diakses tanggal 2021-06-18. 
  18. ^ "Israeli man arrested for alleged involvement in Bosnia genocide". Haaretz.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-06-19. 
  19. ^ "Chicago Tribune: Chicago news, sports, weather, entertainment". chicagotribune.com. Diakses tanggal 2021-06-19. 
  20. ^ "Ostoji Stanišiću 11 godina zatvora za pomaganje u genocidu u Srebrenici". www.klix.ba (dalam bahasa Kroasia). Diakses tanggal 2021-06-19. 
  21. ^ "TRIAL : Goals and activities". web.archive.org. 2008-02-11. Diakses tanggal 2021-06-15. 
  22. ^ Bundesverfassungsgericht, 2 Senat (2000-12-12). "Bundesverfassungsgericht - Entscheidungen - Fachgerichtliche Auslegung der Vorschriften über Völkermord nach der Völkermordkonvention sowie nach StGB § 220a verfassungsrechtlich nicht zu beanstanden - Interpretation des Völkermordtatbestandes". www.bundesverfassungsgericht.de (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 2021-06-15. 
  23. ^ Cristina., Hoß, (2001). German Federal Constitutional Court and Bosnian war crimes : liberalizing Germany's genocide jurisprudence. OCLC 773251268. 
  24. ^ Bundesverfassungsgericht, 2 Senat (2000-12-12). "Bundesverfassungsgericht - Entscheidungen - Fachgerichtliche Auslegung der Vorschriften über Völkermord nach der Völkermordkonvention sowie nach StGB § 220a verfassungsrechtlich nicht zu beanstanden - Interpretation des Völkermordtatbestandes". www.bundesverfassungsgericht.de (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 2021-06-15. 
  25. ^ "Trial Watch : Maksim Sokolovic". web.archive.org. 2007-10-13. Diakses tanggal 2021-06-15. 
  26. ^ Hilgendorf (2002-01-13). "BGH v. 21. 2. 2001 - 3 StR 372/00 Deutsche Gerichtsbarkeit bei Völkermord in Bosnien-Herzegowina". Juristische Rundschau. 2002 (2). doi:10.1515/juru.2002.060. ISSN 0022-6920. 
  27. ^ Oberstes Landesgericht, Bayerisches (1999). "Datenabruf zu Ausbildungszwecken". JurPC: 13–13. doi:10.7328/jurpcb/1999148151. ISSN 1615-5335. 
  28. ^ Schabas, William (2008). War crimes and human rights : essays on the death penalty, justice, and accountability. London: Cameron May. ISBN 978-1-905017-63-8. OCLC 213400774. 
  29. ^ "Srebrenica families launch legal action against Dutch soldiers". DutchNews.nl (dalam bahasa Inggris). 2010-07-06. Diakses tanggal 2021-06-16. 
  30. ^ "Nuhanović: Nemam dva života, u jednom da tužim Holandiju, a u drugom da živim". www.klix.ba (dalam bahasa Kroasia). Diakses tanggal 2021-06-16. 
  31. ^ "Dutch prosecutors say they will not prosecute commander of Dutch peacekeepers in Srebrenica". Associated Press (dalam bahasa Inggris). 2015-03-25. Diakses tanggal 2021-06-16. 
  32. ^ "Application no. 49037/15 Mehida MUSTAFIĆ-MUJIĆ and others against the Netherlands". 
  33. ^ "Criminal complaint against persons suspected to have committed a criminal act of genocide in Srebrenica, BiH -- Humanitarian Law Center". web.archive.org. 2010-08-31. Diakses tanggal 2021-06-16. 
  34. ^ a b c "Judgments | Application of the Convention on the Prevention and Punishment of the Crime of Genocide (Bosnia and Herzegovina v. Serbia and Montenegro) | International Court of Justice". www.icj-cij.org. Diakses tanggal 2021-06-14. 
  35. ^ Simons, Marlise (2007-02-27). "Court Declares Bosnia Killings Were Genocide". The New York Times (dalam bahasa Inggris). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2021-06-14. 
  36. ^ "Press Releases | International Court of Justice". web.archive.org. 2010-02-13. Diakses tanggal 2021-06-14. 
  37. ^ "'Butcher Of Bosnia' Ratko Mladic Guilty Of Genocide, Crimes Against Humanity". NPR.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-06-13. 
  38. ^ "Dissenting Opinions of Judge Al-Khasawaneh| Application of the Convention on the Prevention and Punishment of the Crime of Genocide (Bosnia and Herzegovina v. Serbia and Montenegro) | International Court of Justice" (PDF). Diakses tanggal 2021-06-14. 
  39. ^ Shany, Yuval (2008). "Bosnia, Serbia and the Politics of International Adjudication". SSRN Electronic Journal. doi:10.2139/ssrn.1098822. ISSN 1556-5068. 
  40. ^ Cassese, Antonio (2007-02-27). "A judicial massacre". the Guardian (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-06-14. 
  41. ^ "SENSE Tribunal : ICTY". web.archive.org. 2009-07-30. Diakses tanggal 2021-06-14. 
  42. ^ "ICD - Jorgić - Asser Institute". www.internationalcrimesdatabase.org. Diakses tanggal 2021-06-14. 
  43. ^ "Jorgic v. Germany". International Law Reports. 148: 234–272. 2012. doi:10.1017/cbo9781139129008.003. ISSN 0309-0671. 
  44. ^ Singleterry, Douglas (2010). ""Ethnic Cleansing" and Genocidal Intent: A Failure of Judicial Interpretation?". Genocide Studies and Prevention. 5 (1): 39–67. doi:10.1353/gsp.0.0036. ISSN 1911-9933. 
  45. ^ "Cour Européenne des Droits de l'Homme - European Court of Human Rights". web.archive.org. 2013-05-09. Diakses tanggal 2021-06-16. 
  46. ^ "000726ed". www.icty.org. Diakses tanggal 2021-06-11. 
  47. ^ "The significance of the World Court ruling on genocide in Bosnia". World Socialist Web Site (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-06-13. 
  48. ^ "Why was Momcilo Perisic acquitted ?". Greater Surbiton (dalam bahasa Inggris). 2013-03-05. Diakses tanggal 2021-06-19. 
  49. ^ Simons, Marlise (2013-05-30). "U.N. Court Acquits 2 Serbs of War Crimes". The New York Times (dalam bahasa Inggris). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2021-06-19. 
  50. ^ "Karadzic flown to Hague tribunal" (dalam bahasa Inggris). 2008-07-30. Diakses tanggal 2021-06-19. 
  51. ^ Simons, Marlise (2007-04-09). "Genocide Court Ruled for Serbia Without Seeing Full War Archive". The New York Times (dalam bahasa Inggris). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2021-06-19.