Peristiwa Andi Azis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Peristiwa Andi Azis adalah upaya pemberontakan yang dilakukan oleh Andi Azis, seorang mantan perwira KNIL untuk mempertahankan keberadaan Negara Indonesia Timur, dan enggan Kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Andi Azis berusaha mempertahankan dan memperjuangkan wilayah Negara Indonesia Timur. Menurutnya, pemerintah harus bertanggung jawab terhadap gangguan keamanan di wilayah Negara Indonesia Timur.

Awal gerakan[sunting | sunting sumber]

Andi Azis adalah seorang mantan perwira KNIL yang bergabung menjadi perwira APRIS (ABRI, saat ini TNI), kemudian beliau diterima sebagai perwira APRIS. Pelantikannya disaksikan oleh Letkol Ahmad Yunus Mokoginta, yang merupakan Panglima Tentara Teritorium Negara Indonesia Timur. Tetapi, setelah itu, beliau malah menggerakkan pasukannya dari KL/KNIL untuk menyerang markas ABRI dan menyandera sejumlah perwira ABRI, termasuk Mokoginta. Setelah menguasai Makassar, beliau menyatakan bahwa Negara Indonesia Timur harus dipertahankan. Ia menuntut agar perwira APRIS yang merupakan mantan anggota KNIL harus bertanggung jawab terhadap gangguan keamanan di wilayah Indonesia Timur yang menurutnya didalangi oleh pemerintah.

Pada tanggal 8 April 1950, pemerintah membuat ultimatum agar Andi Azis harus datang ke Jakarta. Karena, apabila dia tidak mengindahkan ultimatum tersebut, maka Kapal Angkatan Laut Hang Tuah akan membom kota Makassar. Selain itu, ultimatum pemerintah tersebut memerintahkan agar Andi Azis harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam waktu 4 x 24 jam, namun ultimatum tersebut tetap juga tidak diindahkan. Setelah batas waktu terlewati, pemerintah mengirimkan pasukan di bawah Kolonel Alex Kawilarang. Dan akhirnya, pada Tanggal 15 April 1950, Andi Azis datang ke Jakarta dengan perjanjian dari Sri Sultan Hamengkubuwana IX bahwa beliau tidak akan ditangkap. Tetapi, ketika Andi Azis datang ke Jakarta, beliau justru langsung ditangkap.

Pertempuran[sunting | sunting sumber]

Gerakan Andi Azis diawali dengan kegiatan pasukan ABRI yang diganggu oleh KL/KNIL yang kerap kali melakukan provokasi dan konflik dengan pasukan ABRI. Pertempuran keduanya meletus pada tanggal 5 Agustus 1950. Tentara KL/KNIL berhasil ditaklukkan oleh ABRI dengan mengerahkan seluruh kekuatan pasukan dari angkatan darat, laut, dan [[angkatan udara|udara]