Lompat ke isi

Peristiwa Gerbong Maut

Gerbong Maut
Salah satu "Gerbong Maut" yang disimpan di Museum Brawijaya
Peta
Lokasi7°58′19″S 112°37′15″E / 7.971882°S 112.620745°E / -7.971882; 112.620745
Bondowoso, Indonesia
Tanggal23 November 1947
Tewas46
PelakuTentara Belanda

Peristiwa Gerbong Maut, juga dikenal sebagai Kereta Maut Bondowoso, adalah sebuah peristiwa bersejarah yang terjadi pada tanggal 23 November 1947 di Bondowoso, Indonesia pada masa pendudukan Belanda.

Di tengah-tengah perang gerilya antara rakyat Bondowoso dan pasukan kolonial Belanda, 100 orang ditangkap karena dicurigai sebagai revolusioner. Orang-orang tersebut dimasukkan ke dalam tiga gerbong kereta api dari stasiun kereta api Bondowoso ke Penjara Kalisosok di Surabaya, sekitar 250 kilometer jauhnya karena penjara setempat diduga penuh sesak. Gerbong-gerbong yang tertutup rapat, terbuat dari kayu dan besi bergelombang, hanya memungkinkan sedikit oksigen dan menciptakan suhu yang sangat panas.[1]

Berdasarkan kesaksian salah seorang korban yang selamat, ketika kereta berhenti di peron selama 16 jam perjalanan, para tahanan memukul-mukul tembok dan berteriak meminta makanan dan air.[2] Mereka diberi tahu bahwa hanya peluru yang tersedia dan tidak akan ada yang diberikan sampai kereta mencapai Surabaya.[2] Namun, ketika kereta api sampai di tempat tujuan, hanya 12 orang yang tidak terluka karena kekurangan oksigen dan tekanan panas. Semua orang di gerbong pertama masih hidup meskipun beberapa di antaranya sakit parah. Di gerbong kedua, delapan orang meninggal. Di gerbong terakhir, tidak ada yang selamat.[3]

Monumen Gerbong Maut

Monumen ini terletak di pusat kota Bondowoso, di antara alun-alun dan kantor pemerintahan kabupaten. Monumen ini terdiri dari dua bagian, sebuah gerbong kereta api dan patung yang mewakili seratus tahanan Gerbong Maut. Gerbong kereta api merupakan replika dan gerbong aslinya dipajang di Museum Angkatan Darat Brawijaya di Malang.

Lihat juga

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. van Liempt, Ad (2014). Na de bevrijding: de loodzware jaren 1940-1945. Uitgeverij Balans. ISBN 9789460037139. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  2. 1 2 Bondowoso Tourism. "Gerbong Maut Monument". EastJava.com.
  3. Graham, Duncan (November 23, 2013). "Gerbong maut: The Bondowoso death train". The Jakarta Post.