Perekayasaan kebumian

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Perekayasaan kebumian atau Geoengineering adalah konsep memanipulasi iklim bumi guna melawan efek pemanasan global. The Akademi Sains Nasional Amerika Serikat mendefinisikan teknik kebumian sebagai "suatu cara yang melibatkan ilmu rekayasa keteknikan dalam skala besar terhadap lingkungan untuk melawan efek akibat perubahan komposisi atmosfer bumi". Beberapa teknik kebumian adalah berdasarkan pengubahan bentuk karbon. Hal ini bertujuan untuk mengurangi gas rumah kaca di atmosfer. Hal ini mencakup metode langsung (misalnya penangkapan gas karbon dioksida di udara (carbon sequestration)) dan metode tidak langsung (penumbuhan fitoplankton secara besar-besaran di lautan (algal bloom)). Hal ini bisa dikategorikan sebagai mitigasi pemanasan global. Alternatifnya adalah teknik pengaturan radiasi matahari (aerosol sulfur stratosfer) yang tidak mengurangi kadar karbon dioksida di atmosfer. Cara ini juga tidak mengurangi efek lain dari tingginya kadar karbon dioksida seperti peningkatan keasaman laut (ocean acidification). Saat ini tidak ada proyek teknik kebumian yang ditangani. Beberapa ahli menganggap bahwa hal ini hanya mengakibatkan tekanan politik terhadap pengurangan emisi di mana banyak negara maju (terutama Amerika Serikat) masih enggan melakukannya. Penanaman pohon dan proyek "atap dingin" saat ini sedang berjalan untuk mencegah perubahan iklim, dan penumbuhan fitoplankton di lautan secara besar-besaran sedang dalam tahap penelitian akhir dan siap diaplikasikan.

Definisi[sunting | sunting sumber]

Teknik kebumian adalah aplikasi dari terraform. Teknik kebumian melibatkan perlakuan terhadap bumi agar dapat didiami dengan layak oleh manusia. Definisi lainnya yang lebih sempit adalah proyek rekayasa alam terintegrasi. Recovery secara besar-besaran terhadap hidrokarbon menggunakan sains dan teknologi dapat dimasukan ke dalam aplikasi teknik kebumian.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Teknik kebumian hadir karena pemanasan global. Konsep teknik kebumian ada karena fakta sejarah mengenai gagalnya kontrol emisi dunia, selain karena penyusutan es arktik menyebabkan akselerasi proses pemanasan global. Cabang ilmu teknik kebumian sesungguhnya adalah ilmu yang kompleks, dan membutuhkan berbagai disiplin ilmu:

Beberapa lembaga terkemuka dunia telah, atau akan, meneliti teknik kebumian dan mencari manfaat potensial dari ilmu ini. Lembaga itu diantaranya NASA, Royal Society, The Institute of Mechanical Engineers, dan Parlemen Inggris. Dan LSM lingkungan internasional seperti Friends of the Earth International dan Greenpeace sangat mendukung geoengineering.

Rencana yang diajukan[sunting | sunting sumber]

Pengaturan radiasi matahari[sunting | sunting sumber]

Pengaturan radiasi matahari adalah pengurangan kadar radiasi matahari yang menyentuh permukaan bumi untuk mencegah pemanasan global. Cara ini tidak mengurangi kadar gas rumah kaca di atmosfer yang juga berkontribusi terhadap peningkatan keasaman laut.

Cara yang memungkinkan untuk dilakukan adalah:

Penyelamatan es kutub juga dapat dipertimbangkan sebagai pengaturan radiasi matahari, karena permukaan es yang berwarna putih memantulkan sebagian besar radiasi matahari yang diterimanya. Es kutub juga berperan dalam menyimpan gas metana, yang merupakan gas rumah kaca yang lebih jahat dari pada karbon dioksida.

Remediasi gas rumah kaca[sunting | sunting sumber]

Remediasi gas rumah kaca berarti penstabilan kadar gas rumah kaca, terutama karbon dioksida, di atmosfer. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya:

Resiko dan kritik[sunting | sunting sumber]

Ketidakefektifan[sunting | sunting sumber]

Ketidakefektifan teknik kebumian mungkin akan menjadi masalah utama. Hal ini terkait prediksi bahwa hasil yang didapat tidak sesuai harap atau berada jauh di bawah harapan. Seperti contoh penyuburan fitoplankton di lautan, mungkin tidak akan menyerap karbon dioksida sebanyak yang diharapkan. Dan karbon dioksida mungkin akan kembali ke atmosfer segera setelah terjadi kematian massal fitoplankton jika tidak ada predator alami yang memangsa plankton tersebut, dikarenakan proses pembusukan.

Masalah kadar CO2 yang tidak terselesaikan[sunting | sunting sumber]

Hal ini terutama mengenai pengaturan radiasi matahari yang tidak menyentuh aspek dari dalam atmosfer bumi itu sendiri. Pengaturan radiasi matahari tidak mengurangi kadar karbon dioksida di atmosfer, sehingga peningkatan keasaman laut akan terus terjadi.

Pengendalian dan variasi kemungkinan[sunting | sunting sumber]

Teknik kebumian mungkin tidak akan berjalan dengan mulus dikarenakan adanya berbagai faktor eksternal di luar proyek teknik kebumian seperti El Nino, letusan gunung berapi, dan semburan matahari.

Efek samping[sunting | sunting sumber]

Penggunaan sulfur di atmosfer mungkin akan memengaruhi keadaan ozon. Dan juga terdapat berbagai kemungkinan seperti perubahan daur hidrologi yang dapat menyebabkan musim kering, banjir, dan sebagainya.

Militerisasi[sunting | sunting sumber]

Teknik kebumian dapat digunakan sebagai senjata pemusnah masal untuk menciptakan suatu keadaan buruk bagi iklim suatu wilayah. Teknik kebumian juga dapat digunakan sebagai suatu cara untuk menciptakan keadaan yang baik bagi satu pihak untuk melakukan operasi militer (contoh: Operasi Popeye).

Pranala luar[sunting | sunting sumber]