Perang Romawi Timur-Sassaniyah 602-628

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Perang Romawi Timur-Sassaniyah 602–628
Bagian dari Peperangan Romawi Timur-Sassaniyah
Piero della Francesca 021.jpg
Lukisan dinding karya Piero della Francesca (sekitar tahun 1452) yang menggambarkan pertempuran antara pasukan Heraklius melawan pasukan Khosrow II
Tanggal602-628
LokasiKaukasus, Anatolia, Mesir, Levant, Balkan, Laut Aegea, Mesopotamia
Hasil
Pihak terlibat
Tokoh dan pemimpin

Perang Romawi Timur-Sassaniyah 602-628 adalah konflik terbesar dan terakhir yang pernah berlangsung antara pihak Kekaisaran Romawi Timur melawan Kekaisaran Sassaniyah. Perang sebelumnya berakhir pada tahun 591 setelah Kaisar Maurice membantu mengembalikan Raja Sassaniyah Khosrow II ke takhta. Pada tahun 602, Maurice dibunuh oleh saingan politiknya, Phocas. Khosrow lalu memanfaatkan peristiwa ini dan menyatakan perang dengan alasan untuk "membalas kematian Maurice". Konflik lalu berkecamuk selama dua dasawarsa dan terjadi di wilayah Mesir, Levant, Mesopotamia, Kaukasus, Anatolia, Armenia, Laut Aegea, dan bahkan di hadapan tembok kota Konstantinopel.

Pada tahap pertama perang (602-622), pasukan Persia berhasil menaklukkan wilayah Levant, Mesir, beberapa pulau di Laut Aegea, dan sebagian wilayah Anatolia. Kemudian, pada tahun 610, Kaisar Heraklius naik takhta. Walaupun pada awalnya ia mengalami kesulitan dalam menghadapi serangan Sassaniyah, pada akhirnya ia dapat mengubah jalannya perang. Kampanye militer Heraklius di wilayah Persia dari tahun 622 hingga 626 memaksa Persia untuk bertahan, sehingga pasukan Romawi Timur dapat merebut kembali momentum perang. Persia lalu bersekutu dengan bangsa Avar dan Slavia dan mencoba merebut Konstantinopel pada tahun 626, tetapi pasukan Persia berhasil dikalahkan. Pada tahun 627, Heraklius menyerang wilayah pusat Persia dan berhasil memaksa mereka untuk berdamai.

Kedua pihak menghabiskan sumber daya ekonomi dan manusia mereka demi memenangkan perang. Akibatnya, kedua negara rentan terhadap serangan Kekhalifahan Rashidun. Pasukan Islam dengan cepat menaklukkan seluruh Kekaisaran Sassaniyah dan merebut wilayah Romawi Timur di Levant, Kaukasus, Mesir, dan Afrika Utara. Dalam beberapa abad berikutnya, setengah wilayah Kekaisaran Romawi Timur dan seluruh Kekaisaran Sassaniyah jatuh ke tangan Muslim.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pourshariati (2008), hlm. 142

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]