Perang Dunia III

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Sebuah bencana nuklir sering dikaitkan dengan Perang Dunia III.

Perang Dunia III (PDIII atau Perang Dunia ketiga) adalah konflik hipotesis yang merupakan kelanjutan dari Perang Dunia II (1939–1945). Konflik itu akan berskala global, dengan spekulasi yang umum bahwa akan mungkin terjadi Perang Nuklir yang ditandai dengan munculnya senjata biologi & senjata kimia.

Sebagai akibat dari Perang Dunia I, Perang Dunia II, dimulainya Perang Dingin dan pengembangan, pengujian dan penggunaan senjata nuklir, ada spekulasi luas awal untuk perang global berikutnya. Perang ini telah diantisipasi dan direncanakan oleh pihak berwenang militer dan sipil, dan dieksplorasi dalam cerita fiksi di banyak negara. Konsep berkisar dari terbatasnya penggunaan senjata atom, untuk kehancuran planet ini.

Dalam Agama Islam terdapat petunjuk tentang perkiraan terjadinya Perang Dunia III ini, yaitu saat umat islam dalam keadaan berdamai dengan kaum Nasrani maupun Yahudi maka muncullah suatu pihak yang menjadi musuh bersama, dan umat Islam akan ikut berperang bersama Nasrani maupun Yahudi menghadapi musuh bersama itu dibawah 80 bendera yang masing masing bendera terdiri 120.000 pasukan.

Dalam Hadits itu disebutkan bahwa peperangan terjadi di Syam (Suriah, Lebanon, Yordania, Palestina dan Israel serta sebagian Turki), Dalam Agama Kristen, perang ini disebut sebagai Armageddon yang merupakan perang besar memakan korban yang sangat banyak melibatkan alat canggih dan mematikan.

Jika diamati dari kondisi saat ini (Maret 2016) bahwa di Timur Tengah saat ini terjadi konflik bersenjata di Irak,Suriah,Yaman,Turki,Palestina israel, Mesir dan muncul 3 pihak secara garis besar yaitu :

  1. Amerika Serikat dan negara-negara NATO, Eropa, Liga Arab, dan negara persemakmuran Inggris dan pendukungnya.
  2. Rusia, Suriah, Iran, Lebanon.
  3. ISIS, Al-Qaeda serta kelompok militan lainnya yang bertempur secara terpisah.

Ditambah beberapa konflik antar negara di lain kawasan seperti :

  1. Konflik Laut Cina Selatan antara China dan negara yang bersinggungan (Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunai) yang didukung Amerika Serikat dan sekutunya.
  2. Konflik pengembangan senjata strategis dan nuklir Korea Utara dengan Korea Selatan dengan dukungan Amerika Serikat.
  3. Konfilk pemberontakan pro Rusia yang berusaha melepaskan Kremia dari Ukraina.
  4. Konflik terselubung eksploitasi Sumber Daya Alam di negara-negara berkembang oleh perusahaan-perusahaan milik negara maju di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.
  5. Dendam pihak-pihak yang kalah pada Perang Dunia II (Jepang akibat dijatuhi Bom Atom dan Jerman akibat runtuhnya Reich Ketiga).

Maka ada beberapa perkiraan tentang pihak yang berperang

  1. Amerika Serikat dan NATO, Liga Arab, Persemakmuran Inggris dan pendukungnya berdamai dengan ISIS, Al-Qaeda, Kurdi, sampai 80 bendera berperang melawan Rusia, Suriah, Iran, Syiah Lebanon dan Yaman dengan dukungan Cina dan Korea Utara dan Jepang.
  2. Amerika Serikat, NATO, Liga Arab, Persemakmuran Inggris, Rusia, Iran, Suriah, Lebanon, dan pihak lainnya sampai 80 bendera melawan ISIS, Boko Haram, Al- Sabab,Hamas dan Fatah, dan organisasi Militan Lainnya setelah bersatu di Syam.
  3. Amerika Serikat dan NATO, Liga Arab, Persemakmuran Inggris dan pendukungnya sampai 80 bendera berperang melawan Rusia, Suriah, Iran, Syiah Lebanon dan Yaman dengan dukungan Cina dan Korea Utara dan Jepang, ISIS, Al-Qaeda setelah berdamai.

Konflik bersejarah lainnya yang bisa memicu Perang Dunia III[sunting | sunting sumber]