Lompat ke isi

Penyiksaan terhadap pegawai rumah tangga Indonesia di Malaysia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Penyiksaan terhadap pegawai rumah tangga Indonesia di Malaysia adalah umum. Etnis Tionghoa-Malaysia juga terkenal dengan banyak kes melecehkan dan menyiksa pembantu-pembantu rumah dari indonesia. Kebanyakan mangsa adalah sukuBatak.

Berikut adalah beberapa kasus pelecehan dan penyiksaan terhadap pembantu rumah tangga yang berkewarganegaraan Indonesia, yang telah dilaporkan kepada pihak berwenang:

Penyiksaan terhadap Pembantu Rumah Tangga di Indonesia

[sunting | sunting sumber]
  • Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia bernama Isti Komariyah menjadi korban pembunuhan oleh majikannya, Fong Kong Meng, dan istrinya, Teoh Ching Yen.[1] [2]
  • Seorang politisi keturunan Tionghoa, Paul Yong Choo, diduga melakukan tindakan pemerkosaan terhadap pembantu rumah tangganya yang berkewarganegaraan Indonesia.[3]
  • Dua orang pembantu rumah tangga berkewarganegaraan Indonesia, Satuni dan Yati, diduga menjadi korban penganiayaan, penghinaan, dan dipaksa bekerja tanpa digaji.[4]
  • Seorang pembantu rumah tangga bernama Adelina, berusia 21 tahun, dipaksa oleh majikannya untuk tidur di luar rumah selama setidaknya satu bulan, berbagi teras dengan seekor anjing Rottweiler hitam sebelum akhirnya diselamatkan. Korban yang berkewarganegaraan Indonesia tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat, tetapi meninggal tak lama setelahnya.[5]
  • Seorang pembantu rumah tangga berkewarganegaraan Indonesia bernama Nirmala Bonat menjadi korban pemukulan, disiram air panas, dan mengalami kekerasan fisik menggunakan setrika panas yang menyebabkan luka di hampir seluruh tubuhnya oleh keluarga pemilik butik, Yim Pek Ha.[6]





Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]