Penyertaan (hukum pidana)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Penyertaan (bahasa Belanda: deelneming) adalah sebuah istilah hukum yang mengacu pada keikutsertaan (mededaderschap) dan pembantuan (medeplichtigheid) seorang dalam melakukan suatu tindak pidana.

Penyertaan menurut hukum pidana Indonesia[sunting | sunting sumber]

Orang yang telah memenuhi segala unsur dalam hukum pidana Indonesia adalah pelaku dari tindak pidana. Pelaku ini tidak selalu bekerja sendiri. Seringkali suatu tindak pidana dilakukan oleh beberapa pelaku, atau, dari seseorang, orang lain dapat melakukan kejahatan itu. Bentuk-bentuk penyertaan terdapat dalam Pasal 55 dan Pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Indonesia.


Ada lima jenis partisipasi. Mereka berada di dua artikel hukum yang disebutkan, karena mereka memimpin dengan dua hukuman. Yang deelnemingsvormen adalah:

  • seni. 47 (1) (1) Sr – Jangan melakukan kejahatan
  • seni. 47 ayat 1, sub-ayat 1 Sr – Medeplegen tindak pidana
  • seni. 47 (1) (2 Sr – Memprovokasi pelanggaran
  • seni. 48 (1) Sr – Keterlibatan dalam pelanggaran
  • seni. 48 (2) Sr – Keterlibatan kejahatan.