Penyakit hewan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Anjing yang menderita rabies, salah satu penyakit hewan paling mematikan yang banyak ditemukan di seluruh dunia.

Penyakit hewan adalah perubahan struktur dan/atau fungsi tubuh hewan yang mengakibatkan gangguan kesehatan pada hewan tersebut. Penyakit hewan dapat bersifat individual, menular ke hewan lain, maupun menular ke manusia (zoonosis). Diperkirakan sekitar 60% penyakit menular pada manusia berasal dari hewan.[1]

Bagi manusia, hewan memiliki banyak peran, misalnya sebagai hewan ternak, hewan kesayangan, dan hewan percobaan. Jika kesehatan hewan terganggu, maka dapat terjadi kerugian ekonomi, psikologis, hingga dampak kesehatan bagi manusia. Selain itu, kematian hewan akibat penyakit dapat menyebabkan spesies hewan menjadi punah. Ilmu yang mempelajari penyakit hewan dan cara penanganannya ialah kedokteran hewan.

Penyebab[sunting | sunting sumber]

Sama seperti manusia, penyakit pada hewan ada yang bersifat individual dan ada yang menular. Penyakit hewan yang sifatnya individual dapat disebabkan oleh cacat genetik, proses degeneratif, gangguan metabolisme, cedera, atau keracunan. Sementara itu, penyakit hewan yang menular disebabkan oleh patogen atau agen infeksi seperti bakteri, virus, fungi, hingga prion, serta parasit seperti cacing, protozoa, dan ektoparasit.

Jenis penyakit hewan[sunting | sunting sumber]

Penyakit hewan dapat dikelompokkan berdasarkan jenis organisme penyebabnya (misalnya penyakit bakterial, viral, atau parasitik), berdasarkan jenis hewan yang menderita penyakit (misalnya penyakit sapi, unggas, anjing, atau kucing), atau berdasarkan sistem tubuh yang diganggunya (misalnya penyakit pernapasan atau pencernaan).

Beberapa penyakit hewan memiliki dampak negatif yang sangat merugikan sehingga perlu diatur secara khusus, baik oleh organisasi internasional maupun oleh pemerintah Indonesia. Daftar penyakit hewan tersebut yaitu:

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Taylor, L.H.; Latham, S.N.; Woolhouse, M.E. (2001). "Risk factors for human disease emergence" (PDF). Philos Trans R Soc Lond B Biol Sci. 356 (1411): 983–989. doi:10.1098/rstb.2001.0888. PMID 11516376.