Penumbuk Hadron Raksasa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Sepotong bagian LHC
Penumbuk Hadron Raksasa
(LHC)
LHC.svg
Percobaan LHC
ATLAS A Toroidal LHC Apparatus
CMS Compact Muon Solenoid
LHCb LHC-beauty
ALICE A Large Ion Collider Experiment
TOTEM Total Cross Section, Elastic Scattering and Diffraction Dissociation
LHCf LHC-forward
MoEDAL Detektor monopol dan Exotic di LHC
Prapemercepat LHC
p and Pb Pemercepat linear untuk proton (Linac 2) dan Timbal (Linac 3)
(tidak ditandai) Proton Synchrotron Booster
PS Proton Synchrotron
SPS Super Proton Synchrotron

Templat:Beyond the Standard Model

Penumbuk Hadron
Intersecting Storage Rings CERN, 1971–1984
Super Proton Synchrotron CERN, 1981–1984
ISABELLE BNL, dibatalkan tahun 1983
Tevatron Fermilab, 1987–2011
Penumbuk Ion Berat Relativistik BNL, 2000–sekarang
Penumbuk Super Superkonduksi Dibatalkan tahun 1993
Penumbuk Hadron Raksasa CERN, 2009–sekarang
Future Circular Collider Diusulkan

Penumbuk Hadron Raksasa (Inggris: Large Hadron Collider atau LHC) adalah pemercepat partikel berenergi tinggi terbesar di dunia, fasilitas percobaan paling kompleks yang pernah dibangun, dan mesin tunggal terbesar di dunia.[1] LHC dibangun oleh Organisasi Eropa untuk Penelitian Nuklir (CERN) antara tahun 1998 sampai 2008 dengan kolaborasi dengan lebih dari 10.000 fisikawan dan insinyur dari 100 negara, serta ratusan universitas dan laboratorium.[2] LHC terletak dalam sebuah terowongan dengan panjang 27 kilometer (17 mi) sedalam 175 meter (574 ft) dibawah perbatasan Perancis-Swiss dekat Jenewa, Swiss. Riset pertamanya dilakukan tanggal 30 Maret 2010 sampai 13 Februari 2013 dengan energi awal 3.5 teraelektronvolt (TeV) per sinar (beam) (total 7 TeV), hampir 4 kali lebih besar daripada rekor dunia sebelumnya untuk sebuah penumbuk,[3] dinaikkan menjadi 4 TeV per sinar (total 8 TeV) mulai 2012.[4][5] Tanggal 13 Februari 2013, percobaan pertama LHC resmi berakhir dan kemudian dimatikan untuk direncanakan untuk ditingkatkan. Uji tumbukan kedua dimulai lagi pada 5 April 2015,[6][7] mencapai 6.5 TeV per sinar pada tanggal 20 Mei 2015 (total 13, rekor dunia saat ini). Percobaan keduanya dimulai tepat waktu, 3 Juni 2015.[8]

Tujuan LHC adalah memungkinkan fisikawan untuk menguji prediksi beberapa teori fisika partikel yang berbeda, termasuk mengukur karakteristik boson Higgs[9] dan mencari kelompok partikel baru yang diprediksi oleh teori supersimetri,[10] juga menyelesaikan pertanyaan tak terjawab dalam fisika.

Penumbuk ini memiliki 4 titik persilangan, dimana masing-masing diletakkan 7 detektor, tiap detektor didesain untuk penelitian tertentu. LHC utamanya menabrakkan sinar proton, namun juga dapat digunakan untuk nukleus timbal. Tumbukan timbal-proton pernah dilakukan pada tahun 2013 dan 2016, tumbukan timbal-timbal dilakukan tahun 2010, 2011, 2013, dan 2015.

Komputasi grid LHC merupakan pemegang rekor dunia. Data tabrakan dihasilkan dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, puluhan petabita per tahun (tantangan utama saat itu), untuk kemudian dianalisa oleh infrastruktur jaringan komputer yang menghubungkan 140 pusat komputasi di 35 negara[11][12] – per 2012 Komputasi grid LHC sedunia juga merupakan distribusi komputasi grid terbesar sedunia yang terdiri dari 170 fasilitas komputasi melintasi 36 negara.[13][14][15]

Tujuan[sunting | sunting sumber]

Fisikawan berharap bahwa LHC akan membantu menjawab beberapa pertanyaan mendasar dalam fisika, berkenaan tentang hukum dasar yang mengatur interaksi dan gaya diantara objek elementer, struktur dalam ruang dan waktu, dan utamanya hubungan antara mekanika kuantum dan relativitas umum, dimana teori dan pengetahuan yang ada saat ini masih belum jelas sepenuhnya. Data juga diperlukan dari percobaan partikel energi-tinggi untuk membuktikan versi model ilmiah mana yang saat ini lebih kemungkinan benar - secara khusus memilih antara Model Standar dan Model Higgsless dan untuk memvalidasi prediksi mereka dan memungkinkan pengembangan teoritis lebih lanjut. Banyak pakar memperkirakan fisika baru diatas Model Standar akan muncul pada tingkat energi TeV, karena Model Standard terlihat kurang memuaskan. Beberapa masalah yang mungkin digali dengan tumbukan LHC diantaranya:[16][17]

Pertanyaan terbuka lainnya yang mungkin dapat digali dengan tumbukan partikel energi-tinggi:

Desain[sunting | sunting sumber]

Diagram Feynman satu-arah dimana boson Higgs mungkin dapat dibuat di LHC. Disini, 2 kuark masing-masing melepas sebuah boson W dan Z, yang berkombinasi untuk membentuk sebuah Higgs netral.
Map of the Large Hadron Collider at CERN
The 2-in-1 structure of the LHC dipole magnets

LHC adalah pemercepat partikel terbesar sedunia.[30][31] Penumbuk ini terletak dalam sebuah terowongan berbentuk lingkaran, dengan total panjang 27 kilometer (17 mi), dan kedalaman bervariasi antara 50 to 175 meter (164 to 574 ft) di bawah tanah.

Terowongan sepanjang 3.8-meter (12 ft) berlapis beton, dibangun tahun 1983-1988, sebelumnya pernah digunakan menjadi rumah [[Penumbuk Elektron-Positron Besar.[32] Terowongan ini memotong perbatasan antara Swiss dan Perancis di 4 titik, namun sebagian besar ada di Perancis. Bangunan di permukaan memegang perlatan pendukung seperti kompresor, peraltan ventilasi, kontrol elektronik, dan pendinginan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "The Large Hadron Collider". cern.ch. 
  2. ^ Highfield, Roger (16 September 2008). "Large Hadron Collider: Thirteen ways to change the world". The Daily Telegraph (London). Diakses tanggal 2008-10-10. 
  3. ^ BBC News (30 March 2010). CERN LHC sees high-energy success. Siaran pers. Diakses pada 2010-03-30.
  4. ^ CERN Press Office (13 February 2012). "LHC to run at 4 TeV per beam in 2012". CERN. 
  5. ^ "LHC smashes energy record with test collisions". BBC News. Diakses tanggal 28 August 2015. 
  6. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama BBC
  7. ^ O'Luanaigh, Cian. "Proton beams are back in the LHC". CERN: Accelerating science. CERN. Diakses tanggal 24 April 2015. 
  8. ^ "Large Hadron Collider turns on 'data tap'". BBC News. Diakses tanggal 28 August 2015. 
  9. ^ "Missing Higgs". CERN. 2008. Diakses tanggal 2008-10-10. 
  10. ^ "Towards a superforce". CERN. 2008. Diakses tanggal 2008-10-10. 
  11. ^ "What is the Worldwide LHC Computing Grid?". CERN. January 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 January 2012. Diakses tanggal 2012-01-11. 
  12. ^ "Welcome". CERN. January 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 January 2012. Diakses tanggal 2012-01-11. 
  13. ^ "Hunt for Higgs boson hits key decision point - Technology & science - Science - NBC News". msnbc.com. 
  14. ^ Worldwide LHC Computing Grid main page 14 November 2012: "Kolaborasi global lebih dari 170 pusat komputasi di 36 negara ... untuk menyimpan, mendistribusikan, dan menganalisa ~25 Petabyte (25 juta Gigabyte) data per tahun yang dihasilkan oleh Penumbuk Hadron Raksasa"
  15. ^ What is the Worldwide LHC Computing Grid? (Public 'About' page) 14 November 2012: "Currently WLCG is made up of more than 170 computing centers in 36 countries...The WLCG is now the world's largest computing grid"
  16. ^ Giudice, G. F. (2010). A Zeptospace Odyssey: A Journey Into the Physics of the LHC. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-958191-7. 
  17. ^ Brian Greene (11 September 2008). "The Origins of the Universe: A Crash Course". The New York Times. Diakses tanggal 2009-04-17. 
  18. ^ "... in the public presentations of the aspiration of particle physics we hear too often that the goal of the LHC or a linear collider is to check off the last missing particle of the Standard Model, this year's Holy Grail of particle physics, the Higgs boson. The truth is much less boring than that! What we're trying to accomplish is much more exciting, and asking what the world would have been like without the Higgs mechanism is a way of getting at that excitement." – Chris Quigg (2005). "Nature's Greatest Puzzles". MISSING LINK.. 
  19. ^ "Why the LHC". CERN. 2008. Diakses tanggal 2009-09-28. 
  20. ^ "Zeroing in on the elusive Higgs boson". US Department of Energy. March 2001. Diakses tanggal 2008-12-11. 
  21. ^ "Accordingly, in common with many of my colleagues, I think it highly likely that both the Higgs boson and other new phenomena will be found with the LHC."..."This mass threshold means, among other things, that something new – either a Higgs boson or other novel phenomena – is to be found when the LHC turns the thought experiment into a real one."Chris Quigg (February 2008). "The coming revolutions in particle physics". Scientific American. pp. 38–45. Diakses tanggal 2009-09-28. 
  22. ^ Shaaban Khalil (2003). "Search for supersymmetry at LHC". Contemporary Physics 44 (3): 193–201. Bibcode:2003ConPh..44..193K. doi:10.1080/0010751031000077378. 
  23. ^ Alexander Belyaev (2009). "Supersymmetry status and phenomenology at the Large Hadron Collider". Pramana 72 (1): 143–160. Bibcode:2009Prama..72..143B. doi:10.1007/s12043-009-0012-0. 
  24. ^ Anil Ananthaswamy (11 November 2009). "In SUSY we trust: What the LHC is really looking for". New Scientist. 
  25. ^ Lisa Randall (2002). "Extra Dimensions and Warped Geometries" (PDF). Science 296 (5572): 1422–1427. Bibcode:2002Sci...296.1422R. doi:10.1126/science.1072567. PMID 12029124. 
  26. ^ Panagiota Kanti (2009). "Black Holes at the LHC". Lecture Notes in Physics. Lecture Notes in Physics 769: 387–423. arXiv:0802.2218. Bibcode:2009LNP...769..387K. doi:10.1007/978-3-540-88460-6_10. ISBN 978-3-540-88459-0. 
  27. ^ CERN (18 July 2012). "Heavy ions and quark-gluon plasma". 
  28. ^ CERN (November 26, 2010). LHC experiments bring new insight into primordial universe. Siaran pers. Diakses pada December 2, 2010.
  29. ^ Aad, G. et al. (13 December 2010). "Observation of a Centrality-Dependent Dijet Asymmetry in Lead-Lead Collisions at sNN = 2.76 TeV with the ATLAS detector at the LHC". Physical Review Letters 105 (25): 252303. arXiv:1011.6182. Bibcode:2010PhRvL.105y2303A. doi:10.1103/PhysRevLett.105.252303. PMID 21231581. 
  30. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama LHCbooklet
  31. ^ Joel Achenbach (March 2008). "The God Particle". National Geographic Magazine. Diakses tanggal 2008-02-25. 
  32. ^ "The Z factory". CERN. 2008. Diakses tanggal 2009-04-17. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]