Pengumuman kereta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
pengeras suara stasiun kereta yang sudah berkarat

Pengumuman kereta api digunakan untuk menginformasikan penumpang tentang jadwal kereta api yang akan datang, kemungkinan perubahan seperti penundaan atau pergantian peron, dan pengingat tentang kebijakan tidak merokok dan untuk menjaga jarak yang aman antara rel dan penumpang serta menjaga jarak antara kereta api dan peron. Frase yang paling terkenal berasal dari London Underground dan merupakan tiga kata: Mind the gap.

Pengumuman stasiun kereta bervariasi dalam panjang dan volume. Pengumuman terlama dapat didengar di Wales, mencapai durasi hampir 3 menit, mencantumkan semua 39 stasiun dalam bahasa Inggris dan Welsch.[1]

Meskipun pengumuman stasiun kereta dapat terkesan lebih mengganggu daripada tampilan peron, pengumuman kereta biasanya lebih mudah mendapat perhatian, dan diperlukan untuk orang dengan gangguan penglihatan.

Di stasiun kereta api di Indonesia, rata-rata ada pengumuman keberangkatan dan ketibaan kereta api dilakukan sebanyak tiga hingga enam kali. Penyiar kereta api tidak memerlukan latar belakang pendidikan spesial, namun ada Standard Operation Procedure (SOP) yang perlu dilakukan penyiar.[2] Pengumuman biasanya dilakukan dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa daerah. Di beberapa stasiun, kedatangan kereta akan disambut dengan lagu daerah dari pengeras suara.[3]

Di seluruh dunia[sunting | sunting sumber]

Pengumuman kereta bawah tanah Bangkok

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "10 things you probably didn't know about the Welsh railway" (dalam bahasa Inggris). 2018-05-11. Diakses tanggal 2020-09-21. 
  2. ^ "Suka Duka Wanita Pembaca Informasi di Stasiun Solo Balapan, Minum Air Dingin Hanya saat Libur". Tribun Solo. Diakses tanggal 2020-09-21. 
  3. ^ Liputan6.com (2018-06-19). "Ada Penyiar Cantik di Balik Kelancaran Perjalanan Kereta Api di Stasiun Cirebon". liputan6.com. Diakses tanggal 2020-09-21. 
  4. ^ migration (2013-10-20). "Do more to keep four official languages alive". The Straits Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-09-21.