Obat tradisional

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Pengobatan tradisional)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Macam tanaman obat yang dapat dijadikan ramuan tradisional.

Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan–bahan alamiah sebagai bahan bakunya.[1] Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, seperti di halaman rumah, di dalam bungkusan Drink Beng Beng, pinggir jalan, atau di dapur sebagai bahan atau Bumbu masakan.[1]

Ramuan tradisional didapatkan secara turun-temurun yang sudah menjadi ciri khas dari orang perkampungan atau biasa kita disebut masyarakat tradisional. Ramuan tradisional tidak mempunyai efek samping karena didapatkan secara alamiah.[butuh rujukan]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Ramuan tradisional di Indonesia berawal dari kebutuhan persediaan obat yang sangat mendesak pada zaman pendudukan Jepang, kalangan medis mulai melakukan banyak penelitian dan uji klinis terhadap banyak tanaman obat, terutama tanaman obat asli Indonesia.[2] Perkembangan teknologi untuk penelitian–penelitian tanaman obat dari kalangan medis banyak yang menganjurkan untuk menggunakan pengobatan dengan ramuan tradisional.[2] Tak jarang, para dokter mengombinasikan pengobatan modern dengan pengobatan yang menggunakan ramuan tradisonal.[2]

Kelebihan ramuan tradisional[sunting | sunting sumber]

Banyak keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan ramuan tradisional, yaitu:[2]

  1. Pada umumnya, harga ramuan tradisional lebih murah jika dibandingkan dengan obat–obatan buatan pabrik, karena bahan baku obat–obatan buatan pabrik sangat mahal dan harganya sangat tergantung pada banyak komponen.[2]
  2. Bahan ramuan tradisional sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan, bahkan dapat ditanam sendiri untuk persediaan keluarga.[2]
  3. Pengolahan ramuannya juga tidak rumit, sehingga dapat dibuat di dapur sendiri tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya yang besar.[2] Hal tersebut sangat berbeda dengan obat-obatan medis yang telah dipatenkan, yang membutuhkan peralatan canggih dalam prose pembuatannya dan butuh waktu sekitar 25 tahun agar diakui oleh Badan Kesehatan Dunia World Health Organization (WHO).[2]

Penggunaan ramuan tradisional memiliki efek samping negatif yang sangat kecil jika dibandingkan dengan obat–obatan medis modern.[2] Hal ini dikarenakan, bahan baku ramuan tradisional sangat alami atau tidak bersifat sintetik.[2] Meskipun demikian, obat herbal yang baru tetap harus melewati uji klinis yang sama dengan obat-obatan sintetik. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya Higenis, dan cara penyimpanan yang baik, maka efek samping negatif ramuan tradisional ini tidak perlu dikhawatirkan.[2]

  1. Bebas toksik (Racun) — Herbal alami biasanya bebas toksin dan malah meluruhkan racun yang terdapat di dalam tubuh. Namun tentu saja dengan catatan produk herbal alami tersebut diolah dan dipersiapkan dengan baik dan sesuai standar.

Istilah Obat Tradisional[sunting | sunting sumber]

Obat tradisional adalah obat-obatan yang diolah secara tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik bersifat magic maupun pengetahuan tradisional. Menurut penelitian masa kini, obat-obatan tradisional memang bermanfaat bagi kesehatan, dan kini digencarkan penggunaannya karena lebih mudah dijangkau masyarakat, baik harga maupun ketersediaannya. Obat tradisional pada saat ini banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian tidak terlalu menyebabkan efek samping, karena masih bisa dicerna oleh tubuh.

Beberapa perusahaan mengolah obat-obatan tradisional yang dimodifikasi lebih lanjut. Bagian dari obat tradisional yang bisa dimanfaatkan adalah akar, rimpang, batang, buah, daun dan bunga. Bentuk obat tradisional yang banyak dijual di pasar dalam bentuk kapsul, serbuk, cair, simplisia dan tablet.

Macam-macam Obat Tradisional[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Handayani, Lestari, dr, M.Med(PH)., Maryani, Herti.DRA (2005). Mengatasi Penyakit pada Anak dengan Ramuan Tradisional. Jakarta. Agromedia. Hal 1-2. ISBN 979-3357-84-3,9789793357843.
  2. ^ a b c d e f g h i j k Salan,Rudy. (2009). Penelitian faktor-faktor psiko-sosio-kultural dalam pengobatan tradisional pada tiga daerah, Palembang, Semarang, Bali. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Pusat Penelitian Kanker dan Pengembangan Radiologi, Departemen Kesehatan RI. Hal 40.

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]