Penerima sinyal Sistem Pemosisi Global

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search


Penerima sinyal sistem pemosisi global merupakan alat ataupun perangkat yang digunakan untuk menerima sinyal berupa gelombang sinus yang dipancarkan oleh satelit GPS. Receiver GPS diletakkan pada permukaan bumi guna menerima sinyal tersebut dan mengolahnya menjadi suatu data tertentu. Sebuah GPS receiver bekerja untuk menemukan 3 atau lebih sinyal satelit yang ada dan kemudian memproses informasi yang didapat dari satelit-satelit tersebut untuk dapat menentukan lokasi yang ada.
Receiver berdasarkan tipe yang ada dibedakan menjadi 2 yaitu tipe branded serta tipe OEM. Kedua tipe ini dibedakan berdasarkan sudah dirangkainya atau belum dirangainya alat GPS receiver tersebut. Pada tipe branded GPS receiver yang ada telah dirangkai sedemikian rupa sehingga kita dapat langsung dan mengoperasikan alat GPS receiver tersebut. Sementara itu untuk untuk tipe OEM merupakan tipe dari receiver GPS yang belum dirangkai di mana kita membutuhkan papan PCB sebagai salah satu komponen dalam rangkaian yang akan kita buat.

Tipe Receiver GPS[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan fungsinya receiver GPS dibagi menjadi 3 tipe yaitu:

  • Tipe Navigasi
  • Tipe GIS
  • Tipe Kontrol Geodetik

Tipe navigasi merupakan tipe yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tipe navigasi ini banyak diaplikasikan dan banyak terdapat pada perangkat seperti handphone. Umumnya receiver memiliki presisi yang sudah cukup baik walaupun tidak sebaik tipe receiver GPS yang lain. Sementara itu untuk receiver GPS tipe GIS dibedakan lagi menjadi 2 jenis yaitu jenis receiver dan capture. Untuk receiver GPS tipe GIS dengan jenis capture biasanya ini banyak kita lihat pada aplikasi google maps. Pada receiver GPS tipe geodetic dibagi juga menjadi 2 jenis yaitu tipe temporary serta pilar.

Komponen GPS[sunting | sunting sumber]

Receiver GPS diharuskan memiliki komponen sebagai berikut:

  • Antenna
  • Power Supply
  • Konektor
  • Kontroler

Antenna pada receiver GPS digunakkan untuk menangkap sinyal yang dipancarkan oleh satelit. Sementara itu untuk power supply berfungsi untuk memberikan daya pada receiver agar receiver dapat bekerja. Pada power supply sampai saat ini dibedakan untuk penggunaan pada arus AC serta pada arus DC tetapi yang digunakan pada receiver GPS berupa arus DC. Kemudian untuk kontroller didalamnya harus ada memory yang digunakan untuk menyimpan data (sinyal) yag dikirimkan oleh satelit.
Setiap satelit GPS memancarkan sinyal-sinyal gelombang mikro. GPS receiver menggunakan sinyal satelit yang diterima untuk melakukan triangulasi posisi dengan cara mengukur lama perjalanan waktu sinyal dikirimkan oleh satelit hingga samapi ke receiver dan kemudian mengalikannya dengan kecepatan cahaya untuk menentukan secara tepat berapa jauh drinya dari satelit. Dengan mengunci minimum 3 sinyal dari satelit yang berbeda, maka GPS receiver dapt menghitung posisi tetap sebuah titik yaitu koordinat posisi lintang serta bujur (latitude dan longitude). Penguncian sinyal satelit yang ke empat membuat receiver GPS dapat menghitung posisi ketinggan titik tersebut terhadap muka laut.
Receiver GPS akan terus menjagadan mengunci sinyal satelit yang diperlukan untuk melakukan triangulasi secara bersama dan parallel. Dengan system ini, informasi navigasi yang diterima akan selalu up to date. GPS receiver juga akan terus mencari sinyal satelit hingga mendapat 10 sampai 12 sinyal satelit seklaigus. Tambahan channel sinyal satelit ini dapat diolah sehingga data koordinat yang diperoleh akan lebih terpercaya dengan akurasi yang lebih baik.

Referensi[sunting | sunting sumber]

J.A. Davis and J. M. Furlong.1994. Report on the Study to Determine the Suitability of GPS Disciplined Oscillators as Time and Frequency Standards Traceable to the UK National Time Scale UTC (NPL). Nat. Phys. Lab. United Kingdom.