Lompat ke isi

Pendudukan Filipina oleh Jepang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Filipina

フィリピン  (Jepang)
Pilipinas  (Filipino)
1941–1945
Semboyan: 
八紘一宇 ("Hakkō ichiu")
"Delapan Tali Mahkota, Satu Atap"
Lagu kebangsaan: 
君が代 ("Kimigayo")
"Pemerintahan Yang Mulia"

Lupang Hinirang (tidak resmi)
"Tanah Pilihan"
Filipina (merah tua) di dalam wilayah Kekaisaran Jepang (merah muda) pada batas terjauhnya
Filipina (merah tua) di dalam wilayah Kekaisaran Jepang (merah muda) pada batas terjauhnya
StatusPendudukan militer oleh Kekaisaran Jepang
Ibu kotaManila
Bahasa yang umum digunakanJepang, Filipino
Kaisar 
 1942–1945
Hirohito
Era SejarahPerang Dunia II
8 Desember 1941
29 Maret 1942
9 April 1942
9–17 April 1942
6 Mei 1942
1942–1945
14 Oktober 1943
2 September 1945
4 Juli 1946
Mata uangPeso Filipina yang dikeluarkan pemerintah Jepang
Didahului oleh
Digantikan oleh
Persemakmuran Filipina
Pertempuran Filipina (1944–45)
Sekarang bagian dariPhilippines
Sunting kotak info
Sunting kotak info Lihat Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Pendudukan Jepang di Filipina (bahasa Filipino: Pananakop ng mga Hapones sa Pilipinas; Jepang: 日本のフィリピン占領) terjadi antara tahun 1942 dan 1945, ketika Kekaisaran Jepang menduduki Persemakmuran Filipina selama Perang Dunia II.

Invasi Filipina dimulai pada 8 Desember 1941, sepuluh jam setelah serangan terhadap Pearl Harbor. Seperti di Pearl Harbor, pesawat tempur Amerika mengalami kerusakan parah dalam serangan awal Jepang. Tanpa perlindungan udara, Armada Asiatik Amerika Serikat di Filipina mundur ke Jawa pada 12 Desember 1941. Jenderal Douglas MacArthur diperintahkan untuk pergi, meninggalkan pasukannya di Corregidor pada malam 11 Maret 1942 menuju Australia, yang berjarak 4.000 km. Sekitar 76.000 tentara Amerika dan Filipina yang kelaparan dan sakit di Bataan menyerah pada 9 April 1942, dan dipaksa menjalani Pawai Kematian Bataan, di mana 7.000–10.000 orang tewas atau dibunuh. Sekitar 13.000 penyintas di Corregidor menyerah pada 6 Mei.

Jepang menduduki Filipina selama lebih dari tiga tahun, hingga Jepang menyerah. Kampanye gerilya yang sangat efektif oleh pasukan perlawanan Filipina menguasai enam puluh persen pulau-pulau tersebut, sebagian besar wilayah hutan dan pegunungan. MacArthur memasok mereka melalui kapal selam dan mengirim pasukan tambahan serta perwira. Penduduk Filipina pada umumnya tetap setia kepada Amerika Serikat, sebagian karena jaminan kemerdekaan dari Amerika Serikat, karena perlakuan buruk Jepang terhadap warga Filipina setelah penyerahan diri, dan karena Jepang telah memaksa sejumlah besar warga Filipina untuk bekerja paksa dan menempatkan wanita muda Filipina ke dalam rumah bordil.[1]

Jenderal MacArthur menepati janji untuk kembali ke Filipina pada 20 Oktober 1944. Pendaratan di Pulau Leyte didukung oleh pasukan sebanyak 700 kapal dan 174.000 prajurit. Pendaraan awal di Leyte disusul dengan pendaratan di Mindoro, Luzon, dan Mindanao. Selama kampanye tersebut, Angakatan Darat Kekaisaran Jepang melakukan pertahanan bunuh diri di pulau-pulau tersebut. Kota-kota seperti Manila hancur lebur. Sekitar 500.000 warga Filipina tewas selama pendudukan.[2]

Latar belakang

[sunting | sunting sumber]

Jepang melancarkan sebuah serangan di Filipina pada 8 Desember 1941, tepat sepuluh jam setelah serangan Pearl Harbor.[3]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "The Philippines Campaign 20 October 1944 – 15 August 1945 – World War II Multimedia Database". Diarsipkan dari asli tanggal 15 May 2011. Diakses tanggal 22 April 2011.
  2. Gruhl 2007, hlm. 56, 143
  3. MacArthur General Staff (1994). "The Japanese Offensive in the Philippines". Report of General MacArthur: The Campaigns of MacArthur in the Pacific Volume I. GEN Harold Keith Johnson, BG Harold Nelson, Douglas MacArthur. United States Army. hlm. 6. LCCN 66-60005. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-02-12. Diakses tanggal 24 March 2013. ; ;

Catatan Berita Kontemporer

[sunting | sunting sumber]

Bacaan tambahan

[sunting | sunting sumber]
  • Agoncillo Teodoro A. The Fateful Years: Japan's Adventure in the Philippines, 1941–1945. Quezon City, PI: R.P. Garcia Publishing Co., 1965. 2 vols
  • Hartendorp A. V.H. The Japanese Occupation of the Philippines. Manila: Bookmark, 1967. 2 vols.
  • Lear, Elmer. The Japanese Occupation of the Philippines: Leyte, 1941–1945. Southeast Asia Program, Department of Far Eastern Studies, Cornell University, 1961. 246p. emphasis on social history
  • Steinberg, David J. Philippine Collaboration in World War II. University of Michigan Press, 1967. 235p.

Sumber primer

[sunting | sunting sumber]
  1. Jepang membentuk pemerintahan boneka di bawah Presiden Jose P. Laurel untuk mencoba melegitimasi kekuasaan mereka.
  2. from the United States
Kesalahan pengutipan: Ditemukan tag <ref> untuk kelompok bernama "lower-alpha", tapi tidak ditemukan tag <references group="lower-alpha"/> yang berkaitan