Pendidikan tersier

Pendidikan tersier, pendidikan tinggi, atau pendidikan pasca-menengah adalah tahap pendidikan yang berakhir pada pemberian ijazah. Pendidikan tersier ialah tahap pendidikan terakhir yang dilalui seorang pelajar setelah pendidikan menengah,[1] yang tercakup di universitas, kolese, dan sekolah menengah kejuruan menurut Bank Dunia.[2] Struktur Klasifikasi Pendidikan Standar Internasional menetapkan pendidikan tinggi pada tahap enam, tujuh dan delapan menurut versi 2011.
Hak kepada pendidikan tinggi dinyatakan dalam beberapa penyataan hak asasi manusia internasional seperti ICESCR oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pendidikan tersier berperan penting dalam ekonomi negara sebagai sebuah industri, dan berperan sebagai bibit pekerja yang terlatih dan berpendidikan dalam berbagai industri dan bidang. Pekerja-pekerja berpendidikan tersier memiliki lebih sedikit kemungkinan untuk mengalami pengangguran dibandingkan dengan pekerja dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah.[3][4]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Kaplan, Andreas (2021), Higher education at the crossroads of disruption: the university of the 21st century, Emerald Publishing, ISBN 9781800715042
- ↑ "Tertiary Education". World Bank (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-10. Diakses tanggal 2025-12-14.
- ↑ "Risk-Based Student Loans". 2011-09-05. SSRN 1941070.
- ↑ OECD, Education at a Glance (2011)