Penampilan fisik Muhammad

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Penampilan fisik Muhammad SAW adalah serangkaian deskripsi tentang penampilan fisik Nabi Muhammad SAW yang tercatat dalam sejumlah riwayat hadis. Walaupun hal ini bukan titik bahasan yang penting dalam Islam, namun beberapa hadis patut dicatat dalam penyampaiannya tentang sosok dan wujud Muhammad yang disampaikan oleh para pengikutnya pada masa hidupnya.

Deskripsi yang diketahui[sunting | sunting sumber]

Sosok Rasulullah SAW digambarkan oleh salah satu istrinya Aisyah, sepupunya Ali bin Abi Thalib, para sahabatnya, serta Abu Taufik orang terakhir yang masih hidup yang kala itu sempat melihat sosoknya secara langsung, yakni Muhammad memiliki rambut ikal berwarna sedikit kemerahan[1] terurai hingga bahu. Kulit putih kemerah-merahan, wajah cenderung bulat dengan mata hitam dan bulu mata panjang. Tidak berkumis dan berjanggut sepanjang sekepalan telapak tangannya, tulang kepala besar dan bahu lebar. Berperawakan sedang dan atletis. Jemari tangan dan kaki tebal dan lentik memanjang.[2]

Langkahnya cenderung cepat dan tidak pernah menancapkan kedua telapak kaki dengan langkah yang cepat dan pasti. Muhammad dicirikan sangat unik oleh para sahabatnya[3].

Muhammad digambarkan sebagai orang yang berkulit putih dan berjenggot hitam dengan uban.[4]

Dalam hadis lain diterangkan mengenai corak fisik Muhammad, yaitu bertubuh sedang, kulitnya berwarna cerah tidak terlalu putih dan tidak pula hitam, dan rambutnya agak berombak. Ketika Muhammad wafat, uban yang tumbuh di rambut dan janggutnya masih sedikit.[5]

Ali menambahkan bahwa Muhammad memiliki rambut lurus sedikit berombak, berpostur tubuh tidak gemuk dan tidak terlalu besar, berperawak baik dan tegak. Warna kulit cerah, matanya hitam dengan bulu mata yang panjang. Persendian tulang yang kuat, dada, tangan, dan kakinya kekar. Tidak memiliki bulu yang tebal tetapi hanya tipis dari dada sampai pusarnya. Jika berbicara dengan seseorang, maka ia akan menghadapkan wajahnya kepada orang tersebut dengan penuh perhatian. Di antara bahunya ada tanda kenabian. Muhammad orang yang baik hatinya dan paling jujur, orang yang paling dirindukan dan sebaik-baiknya keturunan. Siapa saja yang mendekati dan bergaul dengannya maka akan langsung merasa terhormat, khidmat, menghargai dan mencintainya.[6]

Hidungnya agak melengkung dan mengkilap jika terkena cahaya serta tampak agak menonjol jika pertama kali melihatnya padahal sebenarnya tidak. Berjanggut tipis tetapi penuh rata sampai pipi. Mulutnya sedang, giginya putih cemerlang dan agak renggang. Pundaknya bagus dan kokoh, seperti dicor perak. Anggota tubuh lainnya normal dan proporsional. Dada dan pinggangnya seimbang dengan ukurannya. Tulang belikatnya cukup lebar, bagian-bagian tubuhnya tidak tertutup bulu lebat, bersih dan bercahaya, kecuali bulu halus yang tumbuh dari dada hingga pusar.

Lengan dan dada bagian atas berbulu, pergelangan tangannya cukup panjang, telapak tangannya agak lebar serta tangan dan kakinya berisi, jari-jari tangan dan kaki cukup langsing. Jika berjalan agak condong ke depan melangkah dengan anggun serta berjalan dengan cepat dan sering melihat ke bawah daripada ke atas. Jika berhadapan dengan orang, maka ia memandang orang itu dengan penuh perhatian dan tidak pernah melototi seseorang dan pandangannya menyejukkan. Selalu berjalan agak di belakang, terutama jika saat melakukan perjalanan jarak jauh dan ia selalu menyapa orang lain terlebih dahulu.[7]

Dari kisah Jabir bin Samurah meriwayatkan bahwa Muhammad memiliki mulut yang agak lebar, di matanya terlihat juga garis-garis merahnya, serta tumitnya langsing. Jabir (ra) juga meriwayatkan bahwa ia berkesempatan melihat Muhammad di bawah sinar rembulan, ia juga memperhatikan pula rembulan tersebut, baginya Muhammad lebih indah dari rembulan tersebut.[8]

Abu Ishaq mengemukakan bahwa, Bara’a bin Aazib pernah berkata, bahwa rona Muhammad lebih mirip purnama yang cerah.[9]

Abu Hurairah mengatakan bahwa Muhammad sangatlah rupawan, seperti dibentuk dari perak. Rambutnya cenderung berombak dan Abu Hurairah belum pernah melihat orang yang lebih baik dan lebih tampan dari Muhammad, rona mukanya secemerlang matahari dan tidak pernah melihat orang yang secepatnya. Seolah-olah tanah digulung oleh langkah-langkah Muhammad jika sedang berjalan. Dikatakan jika Abu Hurairah dan yang lainnya berusaha mengimbangi jalannya Muhammad dan nampak ia seperti berjalan santai saja.[10]

Jabir bin Abdullah mengatakan Muhammad pernah bersabda bahwa ia pernah menyaksikan gambaran tentang para nabi. Di antaranya adalah Musa berperawakan langsing seperti orang-orang dari suku Shannah, dan melihat Isa yang mirip salah seorang sahabatnya yang bernama Urwah bin Mas’ud, dan ketika melihat Ibrahim dikatakan sangat mirip dengan dirinya sendiri (Muhammad), kemudian Muhammad juga mengatakan bahwa ia pernah melihat malaikat Jibril yang mirip dengan Dehya Kalbi.[11]

Said al Jahiri mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Taufik berkata bahwa pada saat ini tidak ada lagi orang yang masih hidup yang pernah melihat secara langsung Muhammad kecuali dirinya sendiri, ia mengatakan bahwa Muhammad memiliki roman muka sangat cerah dan perawakanna sangat baik.[12]

Ibnu Abbas mengatakan bahwa gigi depan Muhammad agak renggang tidak terlalu rapat dan jika bericara nampak putih berkilau.[13][14]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Sudah jelas aku melihat Rasulallah mencat rambutnya dengan henna dan itulah sebabnya akupun mencat rambutku dengan henna." (Hadits riwayat Imam Bukhari, vol.I no.167, vol.IV no.747 dan vol.VIII no.785).
  2. ^ Ali bin Abi Thalib, ia berkata, "Rasulullah memiliki jari jemari tangan dan kaki yang tebal dan lentik memanjang." (HR. Ahmad, Al-Mizzi dalam Tandzib Al-Kamal, dan Ibnu Sa'ad)
  3. ^ Ali bin Abi Thalib (ra) meriwayatkan: "Rasulullah (saw) tidaklah tinggi; juga tidak pendek. Telapak tangan dan kaki dia padat berisi. Dia memiliki kepala yang agak besar dan kuat. Bulu-bulu halus tumbuh di dada sampai pusar dia. Jika dia berjalan, melangkahnya seolah-olah seperti turun (meloncat) dari suatu ketinggian. Saya belum pernah melihat dia di antara sahabat-sahabatnya, dan dari antara orang-orang yang datang sesudah (wafatnya) dia. (Riwayat dari Ali bin Abi Thalib).
  4. ^ Dikisahkan oleh Ismail bin Abi Khalid, "Aku mendengar Abu Juhaifa berkata, "Aku melihat sang Nabi dan Al-Hasan bin Ali tampak mirip dia. "Aku berkata pada Abu Juhaifa, "Coba gambarkan sosok nabi padaku." Dia berkata, "Dia berkulit putih dan jenggotnya hitam dengan uban putih. Dia berjanji membei kami 13 ekor unta betina, tapu dia terlanjur mati terlebih dahulu sebelum kami menerimanya." Hadits riwayat Imam Bukhari, vol.IV no.744.
  5. ^ Anas bin Malik meriwayatkan: "Rasulullah saw. bertubuh sedang, bercorak kulit cerah, tidak putih sekali namun tidak pula hitam benar. Rambut dia dapat dikatakan lurus dan agak berombak. Allah Ta’ala mengangkat dia sebagai Nabi ketika berusia empat puluh tahun. Sesudah itu dia sempat tinggal di Mekah selama tiga belas tahun. Lalu di Madinah selama sepuluh tahun. Allah memanggil dia ke hadirat-Nya pada umur enam puluh tiga tahun. Saat itu baru sedikit saja uban yang tumbuh di rambut dan janggut dia." (Diriwayatkan oleh Anas bin Malik).
  6. ^ Ali bin Abi Thalib (ra) juga meriwayatkan: Rambut Rasulullah lurus dan sedikit berombak. Dia tidak berperawakan gemuk dan tidak pula tampak terlalu berat, dia berperawakan baik dan tegak. Warna kulit dia cerah, mata dia hitam dengan bulu mata yang panjang. Sendi-sendi tulang dia kuat dan dada dia cukup kekar, demikian pula tangan dan kaki dia. Badan dia tidak berbulu tebal, tetapi hanya bulu-bulu tipis dari dada ke bawah sampai di pusar dia. Jika dia sedang berhadapan dengan seseorang, maka dia akan mengarahkan wajah dia ke orang tersebut (penuh perhatian). Di antara tulang belikat dia “tanda” kenabian dia. Dia adalah orang yang paling baik hati, orang yang paling jujur, orang yang paling dirindukan dan sebaik-baik keturunan. Siapa saja yang mendekati dia akan langsung merasa hormat dan khidmat. Dan siapa yang bergaul dengan dia akan langsung menghargai dan mencintainya. Saya belum pernah melihat orang lain seperti dia. (Riwayat dari Ali bin Abi Thalib).
  7. ^ Hind bin Abi Halah (ra) menceritakan sebagai berikut: "Rasulullah (saw) memiliki pribadi mulia dan diakui sangat agung dalam pandangan orang yang melihatnya. Wajah dia bercahaya seterang bulan purnama. Dia sedikit lebih tinggi dari rata-rata kami tetapi lebih pendek dari orang yang jangkung. Kepala dia lebih besar dari rata-rata, dan rambut dia agak keriting (berombak). Jika dapat dikuakan (dibelah), maka dia kuakan, Jika tidak dapat maka dia biarkan saja. Saat rambut dia agak panjang, akan mencapai kuping telinga dia. Kulit dia berwarna cerah dan dahi dia lebar. Alis mata dia lengkung hitam dan tebal, di antara alisnya nampak urat darah halus yang berdenyut bila dia emosi atau bergairah. Hidung dia agak melengkung dan mengkilap jika terkena cahaya serta tampak agak menonjol jika kita pertama kali melihatnya, padahal tidak demikian sebenarnya. Dia berjanggut tipis tetapi penuh rata sampai di pipi. Mulut dia sedang, gigi dia putih cemerlang dan agak renggang. Pundak dia bagus dan terpasang kokoh, seperti di cor dengan perak. Anggota tubuh dia yang lain serba normal dan proporsional. Dada dan pinggang dia seimbang ukurannya. Daerah di sekitar tulang belikat dia cukup lebar, dan terpasang dengan baik. Bagian-bagian tubuh dia yang tidak tertutup bulu lebat satupun nampak bersih dan bercahaya. Kecuali bulu-bulu halus yang tumbuh dari dada dan tumbuh sampai ke pusar. Lengan dan dada bagian atas dia berbulu. Pergelangan tangan dia cukup panjang, telapak tangan dia agak lebar serta baik telapak tangan maupun kaki dia padat berisi, jari-jari tangan dan kaki dia cukup langsing. Telapak kaki dia cukup lengkungannya dan atasnya halus serta bagus bentuknya, sehingga saat dia mencucinya, maka air akan meluncur dengan cepat ke bawah. Jika dia berjalan, dia melangkah dengan posisi badan agak condong ke depan, tetapi dia melangkah dengan anggun. Langkah dia panjang dan cepat serta terlihat seperti turun (loncat) dari suatu ketinggian. Jika dia sedang berhadapan dengan seseorang, maka dia memandang orang itu dengan penuh perhatian. Pandangan dia selalu ditundukkan sesuai aturan (dalam Alquran), dan lebih sering melihat ke bawah daripada ke atas. Dia tidak pernah memelototi seseorang, pandangan mata dia selalu menyejukkan. Dia juga selalu berjalan agak di belakang, terutama saat melakukan perjalanan jauh dan dia selalu lebih dulu menyapa orang yang ditemuinya di jalan." (Hind bin Abi Halah (ra) telah diceritakan oleh Hasan bin Ali).
  8. ^ Rasulullah (saw) memiliki mulut yang agak lebar, di mata dia terlihat juga garis-garis merahnya. Dan tumit dia langsing. Saya berkesempatan melihat Rasulullah (saw) di bawah sinar rembulan, dan (saya) perhatikan pula rembulan tersebut, bagi saya dia lebih indah dari rembulan tersebut." (Diriwayatkan Jabir bin Samurah)
  9. ^ “Apakah rona wajah Rasulullah (saw) cemerlang seperti pedang yang mengkilap?” Ia menjawab “Tidak! tetapi lebih mirip dengan purnama yang cerah.” (Diriwayatkan oleh Abu Ishaq dari Bara’a bin Aazib).
  10. ^ Abu Hurairah (ra) mengemukakan: "Rasulullah begitu rupawan, seperti dia dibentuk dari perak. Rambut dia cenderung berombak. Abu Hurairah (ra) juga meriwayatkan: Saya belum pernah melihat orang yang lebih baik dan lebih tampan dari Rasulullah (saw); roman mukanya secemerlang matahari, juga tidak pernah melihat orang yang secepat dia. Seolah-olah bumi ini digulung oleh langkah-langkah dia ketika sedang berjalan. Walaupun kami berusaha untuk mengimbangi jalan dia, tetapi dia tampaknya seperti berjalan santai saja." (Diriwayatkan oleh Abu Hurairah).
  11. ^ Jabir bin Abdullah (ra) Rasulullah (saw) pernah bersabda: Aku menyaksikan pemandangan (rohani) tentang para nabi. Di antaranya, Musa (as). Dia (Musa as) berperawakan langsing seperti orang-orang dari suku Shannah; dan aku menyaksikan Isa ibnu Maryam (as) yang mirip dari antara orang yang pernah saya lihat, yaitu Urwah bin Mas’ud (ra) dan aku melihat Ibrahim (as), dia sangat mirip dengan sahabatmu ini (maksudnya diri dia sendiri), saya juga melihat malaikat Jibril yang mirip dengan Dehya Kalbi.” (Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah).
  12. ^ Said al Jahiri: “Sekarang ini tidak ada lagi yang tinggal (masih hidup) yang pernah melihat diri Rasulullah, kecuali saya.” Maka saya (Said ra) berkata padanya: “Gambarkanlah kepadaku.” Ia menjawab, “Rasulullah (saw) itu roman mukanya sangat cerah dan perawakannya sangat baik. (Diriwayatkan oleh Said al Jahiri meriwayatkan dari kisah Abu Taufik).
  13. ^ Ibnu Abbas mengatakan: "Gigi depan Rasulullah (saw) agak renggang (tidak terlalu rapat) dan jika dia berbicara tampak putih berkilau." (Diriwaayatkan oleh Ibnu Abbas).
  14. ^ Wajah Rasulullah saw, Dr. Sir. M. Zafrullah Khan, arista, April 1996 hal. 1-5

Pranala luar[sunting | sunting sumber]