Pemilihan umum federal Jerman 2005

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Pemilihan Umum Jerman 2005 atau Bundestagswahl 2005 diadakan pada tanggal 18 September 2005.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Kanselir Jerman Gerhard Schröder mengajukan mosi kepercayaan pada tanggal 1 Juli 2005 dan kalah dalam Bundestag. Hal ini adalah sesuai dengan rencananya sendiri untuk memajukan jadwal pemilihan umum. Sedianya pemilihan umum baru akan dilaksanakan pada tahun 2006.

Di salah satu distrik pemilu, yaitu di kota Dresden, pemilu ini diundur sampai tanggal 2 Oktober 2005 karena salah satu kandidat dari partai NPD dari distrik Dresden I meninggal. Hal ini dilakukan karena kartu-kartu suara yang baru harus dicetak dengan nama kandidat pengganti. Karena penundaan ini hasil akhir baru akan didapatkan pada awal Oktober 2005.

Hasil sementara (tanpa distrik Dresden I)[sunting | sunting sumber]

Dengan persentasi pemilih 77,7% dan persentasi suara yang tidak sah 1,6%, berikut adalah hasil sementara untuk partai-partai yang mengikuti pemilu 2005:

Partai Persen suara +/- 2002 Kursi +/- 2002
  SPD 34,3 -4,2 222 -29
  Union
 CDU
 CSU
35,2
27,8
7,4
-3,3
-1,7
-1,6
225
179
46
-23
-11
-12
  Partai Hijau 8,1 -0,5 51 -4
  FDP 9,8 +2,4 61 +14
  Partai Kiri 8,7 +4,7 54 +52
  Lainnya 3,9 +0,9 - -

CDU dan CSU adalah dua partai yang berdiri sendiri dan secara hukum dianggap terpisah. Dalam parlemen keduanya membentuk satu fraksi dengan 225 kursi. CSU hanya ada di negara bagian Bayern (Bavaria) sementara CDU di negara-negara bagian lainnya.

Beberapa kemungkinan koalisi[sunting | sunting sumber]

Secara tradisi, partai-partai memiliki warna tersendiri, seperti yang dapat dilihat pada tabel di atas. Koalisi yang memerintah saat ini terdiri dari SPD dan Partai Hijau, dan karena itu disebut "koalisi merah-hijau". Koalisi tradisional lainnya adalah CDU/CSU dengan FDP, yang disebut sebagai "koalisi hitam-kuning". Kekuatan politik lainnya adalah Partai Kiri (Die Linkspartei.) yang merupakan nama baru dari PDS dan bekerja sama dengan WASG.

Baik koalisi merah-hijau maupun koalisi hitam-kuning tidak dapat membentuk pemerintahan baru karena tidak berhasil meraih cukup suara untuk membentuk mayoritas dalam parlemen. Pada saat ini beberapa kemungkinan koalisi lain sedang diperbincangkan antara pemimpin-pemimpin partai:

  • koalisi besar (die Große Koalition) adalah koalisi antara kedua partai terbesar, yaitu SPD dan CDU/CSU.
  • "koalisi lampu perempatan" (Ampelkoalition) disebut demikian karena dibentuk oleh SPD (merah), FDP (kuning) dan Partai Hijau.
  • koalisi merah-merah-hijau dibentuk oleh SPD (merah), Partai Kiri (merah tua) dan Partai Hijau.
  • "koalisi Jamaika" dibentuk oleh CDU/CSU (hitam), FDP (kuning) dan Partai Hijau. Nama ini diambil dari asosiasi dengan warna-warna bendera Jamaika (hitam-kuning-hijau).

Hasil perundingan antara partai-partai besar[sunting | sunting sumber]

Setelah melakukan banyak pembicaraan, pada tanggal 10 Oktober 2005 dicapai kesepakatan antara CDU/CSU dan SPD untuk membentuk suatu koalisi besar dengan Angela Merkel sebagai kanselir namun sebagian besar posisi pemerintahan dipegang oleh SPD. Dengan ini Angela Merkel menjadi kanselir wanita pertama Jerman.

Partai-partai peserta pemilu[sunting | sunting sumber]

SPD[sunting | sunting sumber]

Kanselir Gerhard Schröder (SPD) telah mencalonkan diri pada 2003 sebagai kandidat kanselir untuk ketiga kalinya. Para pemimpin partai ingin meneruskan koalisi dengan Partai Hijau. Koalisi besar dengan CDU dikatakan sebagai "tidak diinginkan", namun kemungkinan ke arah itu juga tidak ditutup.

CDU/CSU[sunting | sunting sumber]

CDU/CSU mencalonkan Angela Merkel sebagai kandidat kanselir. Hal ini menandai pertama kalinya seorang wanita dicalonkan oleh salah satu dari kedua partai besar di Jerman.

Bündnis 90/Die Grünen[sunting | sunting sumber]

Partai Hijau pada saat ini dipimpin oleh menteri luar negeri Joschka Fischer. Dalam pembicaraan untuk membentuk koalisi pemerintahan, Fischer telah menyatakan tidak bersedia ikut serta dalam "koalisi Jamaika" (lihat penjelasan di atas).

FDP[sunting | sunting sumber]

Pemimpin FDP, Guido Westerwelle, telah menyatakan bahwa partainya tidak akan ambil bagian dalam koalisi merah-kuning-hijau dan bila SPD tetap memerintah akan menjadi oposisi bersama CDU/CSU.

Die Linkspartei.[sunting | sunting sumber]

Partai yang sebelumnya bernama PDS ini diwakili oleh Gregor Gysi dan Oskar Lafontaine. Mereka juga tidak bersedia membentuk pemerintahan bersama SPD dan Partai Hijau, dan ingin membentuk fraksi oposisi sendiri.

Partai-partai lainnya[sunting | sunting sumber]

Partai-partai lainnya yang turut serta dalam Pemilihan Umum 2005 adalah (tidak semua terwakili dalam tingkat nasional):

Pranala luar[sunting | sunting sumber]