Pemilihan umum Wali Kota Depok 2010

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pemilihan Umum Wali Kota Depok 2010

2005 ←
16 Oktober 2010 → 2015

 

x75x75pxpx

[[Berkas:{{{Image}}}|x75x75pxpx]]

x75x75pxpx

Calon Nur Mahmudi Ismail Badrul Kamal Yuyun Wirasaputra
Partai PKS Golkar Gerindra
Pendamping Idris Abdul Shomad Agus Supriyanto Pradi Supriatna
Suara rakyat 227.744 149.168 124.511
Persentase 38.31% 28.91% 23.32%

  Ind
Calon Gagah Sunu Sumantri
Partai Independen
Pendamping Derry Drajat
Suara rakyat 54.142
Persentase 9.46%

32.76.00 JawaBarat Depok.svg
Map of West Java highlighting Depok City.svg
(Dari atas ke bawah)
Peta Pulau Jawa yang menyoroti Kota Depok
Peta Jawa Barat yang menyoroti Kota Depok.

Wali Kota petahana

Nur Mahmudi Ismail
Partai Keadilan Sejahtera

Wali Kota terpilih

Nur Mahmudi Ismail
Partai Keadilan Sejahtera

Pemilihan Umum Wali Kota Depok 2010 adalah pemilihan umum untuk memilih Wali Kota Depok dan Wakil Wali Kota Depok periode 2011 - 2016 yang dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2010.

Pemilihan umum ini dimenangkan oleh pasangan No.Urut 3, Nur Mahmudi Ismail (Wali Kota Depok petahana) dan Idris Abdul Shomad (Sekretaris MUI Kota Depok). Pasangan calon terpilih dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok pada tanggal 26 Januari 2011.

Kandidat No.Urut 4, Badrul - Agus sempat menggugat sengketa Pilkada ini Mahkamah Konstitusi. Namun, MK menolak gugatan pemohon dikarenakan pemohon tidak terbukti dalil - dalilnya.

Kandidat[sunting | sunting sumber]

Resmi[sunting | sunting sumber]

No. Kandidat Partai Jargon Ket.
1 No image available.svg No image available.svg Independen
GagahDerry
Gagah Sunu Sumantri Derry Drajat
Kepala Dinas Kebakaran Kota Depok Aktor
2

x75x75pxpx

x75x75pxpx

Pengusung
Logo Gerindra.svg Gerindra
Logo Hanura.svg Hanura

Pendukung
Partai Bintang Reformasi (Indonesia).jpg PBR
PKPB.gif PKPB
PKNU.jpg PKNU
Logopmb.jpg PMB
Logo Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.svg PKPI
Logo PDK.jpg PDK
Logo PPI (partai).jpg PPI
Logo PPRN.jpg PPRN
Logo PNI Marhaenisme.jpg PNI Marhaenisme
Logo Partai Sarikat Indonesia.gif PSI
Logo partai buruh.jpg Partai Buruh

Yudistira
Yuyun Wirasaputra Pradi Supriatna
Wakil Wali Kota Depok (2006 - 2011) Wiraswasta
3

x75x75pxpx

x75x75pxpx

Pengusung
Logo PKS.svg PKS
Logo PAN.svg PAN

Pendukung
Logo Partai Pelopor.svg Partai Pelopor
Pnbk.jpg PNBK
Partai patriot pancasila.jpg Partai Patriot
Logo Partai Republik.svg Partai Republik

Berhikmad [1]
Nur Mahmudi Ismail Idris Abdul Shomad
Wali Kota Depok (2006 - 2011) Sekretaris MUI Kota Depok
4

[[Berkas:{{{Image}}}|x75x75pxpx]]

No image available.svg Pengusung
Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat
GolkarLogo.png Golkar
PDI-P
Logo PPP.svg PPP
Logo PKB.svg PKB

Pendukung
Logo Partai Damai Sejahtera.svg PDS
Logo PDP.jpg PDP

BK-PRI [2]
Badrul Kamal Agus Supriyanto
Wali Kota Depok (1999 - 2005) Wiraswasta

Pasca Pemilu[sunting | sunting sumber]

Sengketa Pemilu[sunting | sunting sumber]

Pada Pilkada Depok 2010, sengketa yang terjadi adalah ihwal dukungan ganda dari Partai Hanura terhadap pasangan calon Yuyun Wirasaputra - Pradi Supriatna dan Badrul Kamal - Agus Supriyanto. Tentunya hal tersebut melanggar ketentuan KPU Nomor 68 Tahun 2009 revisi Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2010. Bak bola salju, persoalan tersebut membesar hingga ke Pengandilan Tata Usaha Negara Bandung yang menyatakan Pilkada Depok harus diulang.[3]

Bahkan sengketa ini masuk ranah MK. Namun MK menyatakan pasangan Nur Mahmudi Ismail - Mohammad Idris tetap memenangkan Pilkada Depok 2010. Sebab dalil-dalil yang diajukan pemohon yang berasal dari pasangan para pesaing Nur Mahmudi Ismail - Mohammad Idris tidak terbukti.

SK Kemenangan[sunting | sunting sumber]

Tiga tahun setelah pemilihan ini, tepatnya pada 3 Juli 2013, Surat Keputusan (SK) Kemenangan pasangan Nur Mahmudi Ismail - Mohammad Idris dicabut.[4] Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok mencabut SK Kemenangan Nur Mahmudi Ismail - Mohammad Idris karena mengabulkan sengketa antara DPC Partai Hanura Kota Depok dengan KPUD soal dukungan ganda.

Hasil[sunting | sunting sumber]

Kandidat Jargon Suara %
1 Gagah - Derry GagahDerry 54.142 9.46%
2 Yuyun - Pradi Yudistira 124.511 23.32%
3 Nur - Idris Berhikmad 227.744 38.31%
4 Badrul - Agus BK-PRI 149.168 28.91%
Jumlah suara sah 555.565 100%

Pasangan calon No.Urut 4, Badrul Kamal - Agus Supriyanto memutuskan untuk melaporkan sengketa Pemilu ini kepada Mahkamah Konstitusi (MK) karena dianggap ada pelanggaran pemilu. Namun, MK menolak gugatan pemohon ditolak disebabkan karena pemohon tidak bisa membuktikan dalilnya. Badrul dalam gugatannya menilai kubu Nur Mahmudi telah memanfaatkan program kerja sebagai bahan kampanye. Selain itu, Badrul juga mempersoalkan adanya orang meninggal, tapi masih terdaftar sebagai pemilih. Mantan Walikota Depok itu juga menuduh Nur Mahmudi membagi- bagikan alat rumah tangga sebagai media kampanye.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Rekso Purnomo, Nurmulia (23 Oktober 2010). "Nurmahmudi Menangi Pilkada Depok". Tribunnews.com. 
  2. ^ Ritzki Pitakasari, Ajeng (7 September 2010). "Agus Supriyanto Calon Terkaya Dalam Pilkada Depok". Republika.co.id. 
  3. ^ Khoer, Miftahul (28 Desember 2015). "Lima Fakta Menarik Soal Pilkada Depok". bisnis. Diakses tanggal 25 Maret 2020. 
  4. ^ Bambani Amri, Asnil (4 Juli 2013). "KPU Depok cabut SK kemenangan Wali Kota Depok". kontan. Diakses tanggal 25 Maret 2020. 

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]