Lompat ke isi

Pemilihan umum Malaysia 1982

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pilihan raya umum Malaysia 1982
Sebelum
1978
Sebelum
1986
22 April 1982 (1982-04-22) - 26 April 1982 (1982-04-26)
 Ahli Dewan Rakyat, Parlimen Malaysia ke-5
Semua 154 kerusi ke Dewan Rakyat
78 kursi untuk meraih status mayoritas
Pemilih terdaftar6,081,628
Kehadiran pemilih4,296,312 (75.4%)
Kandidat
  Partai pertama Partai kedua Partai ketiga
 
Ketua Mahathir Mohamad Lim Kit Siang Asri Muda
Partai BN Parti Tindakan Demokratik Parti Islam Se-Malaysia
Ketua sejak 28 Jun 1981 1 Oktober 1969 1970
Kursi ketua Kubang Pasu Kota Melaka Tiada kerusi
Pemilu sebelumnya 131 kerusi, 57.2% 16 kerusi, 19.1% 5 kerusi, 15.5%
Kursi yang dimenangkan 132 9 5
Perubahan kursi Kenaikan 1 Penurunan 7 Steady
Suara rakyat 2,522,079 815,473 602,530
Persentase 60.5% 19.6% 14.5%
Swing Kenaikan 3.3% Kenaikan 0.5% Penurunan 1.0%
Perdana Menteri petahana
Mahathir Mohamad

BN

Perdana Menteri yang dilantik

Mahathir Mohamad
BN

Pemilihan Umum Malaysia 1982 merupakan pemilihan umum ke-6 di Malaysia, dan pemilihan umum pertama sejak Mahathir Mohamad menjabat sebagai Perdana Menteri. Seperti yang diperkirakan, koalisi partai Barisan Nasional mempertahankan mayoritasnya di parlemen dan dengan demikian tetap memegang jabatan Perdana Menteri serta membentuk pemerintahan.

Hasil pemilihan umum

[sunting | sunting sumber]

Dengan kemenangan 132 kursi dari 154 kursi di Dewan Rakyat, hal ini mencakup 85,7% dari total kursi, dan merupakan pencapaian tertinggi kedua sejak kemerdekaan pada saat itu. Pencapaian tertinggi adalah pada tahun 1974 ketika Abdul Razak Hussein menjabat sebagai Perdana Menteri, yang kemungkinan besar disebabkan oleh keinginan rakyat untuk keamanan dan stabilitas setelah terjadinya Peristiwa 13 Mei tahun 1969.

Meskipun partai-partai oposisi secara keseluruhan memperoleh 39.5% dari jumlah suara, mereka hanya berhasil memenangkan 22 kursi yang tersisa. Berdasarkan hasil masing-masing partai oposisi, Lim Kit Siang dari Partai Aksi Demokratik (DAP) tetap menjabat sebagai ketua oposisi di Parlemen.