Pemilihan umum Gubernur Sumatra Utara 2018

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Pemilihan umum Gubernur Sumatera Utara 2018)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pemilihan umum Gubernur Sumatra Utara 2018
Bendera Sumatra Utara
2013 ←
27 Juni 2018 → 2023

Kehadiran pemilih 61,78%
  Pangkostrad Edy Rahmayadi.jpg Governour DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.jpg
Calon Edy Rahmayadi Djarot Saiful Hidayat
Partai Gerindra PDI-P
Pendamping Musa Rajekshah Sihar Sitorus
Suara rakyat 3.291.137 2.424.960
Persentase 57,58% 42,42%

North Sumatra in Indonesia.svg

Peta Lokasi Sumatra Utara

Gubernur dan Wakil Gubernur petahana

Tengku Erry Nuradi dan Nurhajizah Marpaung
NasDem

Gubernur dan Wakil Gubernur

Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah
Gerindra

Pemilihan umum Gubernur Sumatra Utara 2018 (selanjutnya disebut Pilgub Sumut 2018 atau Pilgubsu 2018) akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 untuk menentukan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2018–2023. Jadwal pemilihan periode ini mengikuti jadwal pilkada serentak gelombang ketiga pada Juni 2018.

Calon resmi dalam ajang pilkada ini adalah mantan Panglima Kostrad, Letnan Jenderal Edy Rahmayadi, dan juga mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Calon[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan peraturan, hanya partai politik yang memiliki 20 kursi atau lebih di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatra Utara yang dapat mengajukan kandidat. Partai politik yang memiliki kursi kurang dapat mengajukan calon hanya jika mereka telah memperoleh dukungan dari partai politik lainnya. Sedangkan bagi calon independen membutuhkan 764.578 suara minimal atau 6,5% jumlah pemilih di Sumatra Utara. Dukungan harus ditunjukkan dalam bentuk fotokopi KTP yang akan diverifikasi oleh KPU. Namun, tidak ada calon yang akan maju secara independen dalam pilkada ini.[1][2]

Resmi[sunting | sunting sumber]

Nomor Urut Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Partai Politik Jumlah Kursi DPRD
1
Edy Rahmayadi, Gubernur Sumatra Utara.jpg
Musa Rajekshah, Wakil Gubernur Sumatra Utara.jpg
Pengusung:

Pendukung:

77 / 100
Edy Rahmayadi Musa Rajekshah
Panglima Kostrad (2015-2018)
Ketua Umum PSSI (2016-2019)
Ketua PMI Kota Medan (2014–2019)
2
Governour DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.jpg
No image available.svg
Pengusung:

Pendukung:

23 / 100
Djarot Saiful Hidayat
(Kader PDI-P)
Sihar Sitorus
(Kader PDI-P)
Gubernur DKI Jakarta (2017) Tenaga Ahli Kemenko PMK RI

Edy Rahmayadi pertama-tama mendaftar di Partai Hanura pada Agustus 2017.[5][6] Partai Gerindra, PKS dan PAN lalu menyatakan dukungan mereka pada akhir Desember 2017.[7] Untuk turut serta dalam pemilu ini, Edy Rahmayadi mundur dari jabatannya sebagai Panglima Kostrad pada tahun 2018.[8] Walaupun sempat menyatakan dukungannya kepada Tengku Erry Nuradi, Golkar dan Nasdem kemudian memutuskan untuk mendukung pasangan Edy-Musa.[9][10]Partai Demokrat menyatakan dukungan terhadap pasangan Edy-Musa pada tanggal 11 Mei 2018. Sikap Partai Demokrat ini langsung disampaikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.[11]

Djarot Saiful Hidayat sebelumnya gagal dalam pilkada Jakarta 2017 dan sempat menjadi gubernur setelah Basuki Tjahaja Purnama masuk penjara akibat kasus penodaan agama. PDI-P menyatakan Djarot sebagai calon gubernur Sumatra Utara pada tanggal 5 Januari 2018.[12] Djarot berpasangan dengan Sihar Sitorus, dan mereka berdua kemudian mendapatkan dukungan dari PPP, sehingga mereka memenuhi syarat untuk maju[13][14]

Didiskualifikasi[sunting | sunting sumber]

Nomor Urut Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Partai Pengusung Sumber
3
Resmi JR.jpg
No image available.svg

Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat (mendukung pasangan Edy-Ijeck)
PKB (mendukung pasangan Edy-Ijeck)
Logo PKPI.png PKPI (mendukung pasangan Djarot-Sihar)

[15][16][17]
JR Saragih Ance Selian
Bupati Simalungun (2010–2021) Ketua DPW PKB Sumatra Utara

JR Saragih sudah mendaftar dari bulan Agustus dan ia mendapatkan dukungan resmi dari partai Demokrat pada bulan September.[18][19] Menjelang batas waktu pendaftaran, PKB juga menyatakan dukungannya terhadap JR Saragih setelah kader PKB, Ance Selian, dijadikan calon wakil JR Saragih.[20] Namun, JR Saragih didiskualifikasi oleh KPU karena dianggap tidak memenuhi syarat legalisir ijazah SMA. Ia kemudian dijadikan tersangka akibat dugaan pemalsuan ijazah dan juga diberhentikan sementara dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat di Sumatra Utara.[21]

Diusulkan[sunting | sunting sumber]

Beberapa calon lain yang sempat digadang-gadang akan maju dalam pilgub ini adalah:

Walaupun petahana Tengku Erry Nuradi dapat maju kembali, ia gagal mendapat dukungan dari partai, dan partainya sendiri, Partai Nasdem, malah mendukung pasangan Edy-Musa.[24] Sementara itu, Effendi Simbolon tidak maju karena partainya memutuskan untuk mengajukan Djarot Saiful Hidayat sebagai calon.

Hasil survei[sunting | sunting sumber]

Sebelum pencalonan[sunting | sunting sumber]

Lembaga Tanggal Jumlah sampel Hasil
Indonesia Network Election Survey 24 November - 3 Desember 2017 1.816 Effendi MS Simbolon (25,2%), Edy Rahmayadi (13,9%), Gus Irawan Pasaribu (11,9%), Tengku Erry Nuradi (6,4%), Ngogesa Sitepu (6,2%), JR Saragih (5,1%)
Survei dan Polling Indonesia 11-23 Desember 2017 1.262 Tengku (37,54%), Edy (32,45%), Gus Irawan (10,21%), Djarot Saiful Hidayat (9,10%)

Setelah pencalonan[sunting | sunting sumber]

Lembaga Tanggal Jumlah sampel Hasil
Median 16-25 Januari 2018 1.200 Edy Rahmayadi (33,1%), Djarot Saiful Hidayat (19,2%), JR Saragih (10,5%)
Indo Barometer 4-10 Februari 2018 800 Djarot Saiful Hidayat (26,0%), Edy Rahmayadi (25,8%), JR Saragih (8,4%)
LSI Denny JA 11-15 April 2018 1.000 Edy Rahmayadi (43,3%), Djarot Saiful Hidayat (33,3%)
Indo Barometer 26 Mei-2 Juni 2018 800 Djarot Saiful Hidayat (37,8%), Edy Rahmayadi (36,9%)

Hitung Cepat[sunting | sunting sumber]

Hitung cepat KPU[sunting | sunting sumber]

Berikut merupakan data hasil perhitungan cepat dari KPU untuk Pilkada Gubernur Sumatra Utara 2018. Hitung cepat dibuat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengetahui hasil Pilkada Serentak 27 Juni 2018 secara cepat dan transparan di seluruh wilayah yang menyelenggarakan Pilkada. Data hasil pada hitung cepat berdasarkan entri Model C1. Hasil pada hitung cepat merupakan hasil sementara dan tidak bersifat final. Jika terdapat kesalahan pada model C1 akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi di tingkat atasnya. Hasil ini berdasarkan 24.949 TPS dari total 27.479 TPS (90.79%).[25]

Pasangan Calon Perolehan Suara % Suara
Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah 2.986.648 57.67%
Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus 2.192.649 42.33%
Suara Sah 5.174.638 99,00%
Suara Tidak Sah 85.971 1,00%
Partisipasi Pemilih 5.286.060 63,31%
Daftar Pemilih Tetap 8.350.036 100,00%

Hasil Pemilihan Umum Resmi[sunting | sunting sumber]

Cagub-Cawagub Perolehan suara
Pemilih %
Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah 3.291.137 57,58%
Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus 2.424.960 42,42%
Jumlah suara sah 5.716.097 98,45%
Suara tidak sah 90.770 1,55%
Jumlah suara sah dan tidak sah 5.806.867 100,00%
Partisipasi pemilih 5.806.867 61,78%
Pemilih terdaftar 9.399.324 100,00%
Sumber [26]

Sumber:[27]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Siregar, Wahyudi Aulia (11 September 2017). "Pilgub Sumut 2018, KPU Tetapkan Calon Independen Harus Kantongi 764.578 Dukungan". okezone.com. Diakses tanggal 22 January 2018. 
  2. ^ Muhardiansyah, Yan (27 November 2017). "Pilgub Sumut 2018 tanpa calon independen". Merdeka. Diakses tanggal 22 January 2018. 
  3. ^ Lubabah, Raynaldo Ghiffari. "SBY: Demokrat resmi dukung Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah di Pilgub Sumut | merdeka.com". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-05-13. 
  4. ^ Radaronline, Redaksi. "Juliski Simorangkir: PKPI Siap Menangkan Djarot – Sihar | Berita dan Informasi Online". radaronline.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-02. 
  5. ^ Santama, Jefris (1 August 2017). "Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi Daftar Jadi Cagub Sumut ke Hanura". detiknews. Diakses tanggal 27 January 2018. 
  6. ^ Fadil, Iqbal (16 August 2017). "3 Jenderal ini berhasrat ingin jadi gubernur di pilkada 2018". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 January 2018. 
  7. ^ "Gerindra, PKS, PAN endorse Army general in North Sumatra election". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). 27 December 2017. Diakses tanggal 25 January 2018. 
  8. ^ "TNI commander appoints new Kostrad chief". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). 5 January 2018. Diakses tanggal 25 January 2018. 
  9. ^ Maharani, Tsarina (5 January 2018). "Ini Alasan Golkar Ubah Dukungan dari Tengku Erry ke Edy Rahmayadi". detik.com. Diakses tanggal 25 January 2018. 
  10. ^ Andayani, Dwi (5 January 2018). "Batal Dicalonkan NasDem di Sumut, Tengku Erry Tetap Dukung Edy". detik.com. Diakses tanggal 25 January 2018. 
  11. ^ Lubabah, Raynaldo Ghiffari. "SBY: Demokrat resmi dukung Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah di Pilgub Sumut | merdeka.com". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-05-13. 
  12. ^ Erviani, Ni Komang; Ramadhani, Nurul Fitri (5 January 2018). "PDI-P seeks support to field Djarot in N. Sumatra race". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 January 2018. 
  13. ^ "Former Jakarta Governor to run for N. Sumatra Governor". Antara News. 7 January 2018. Diakses tanggal 27 January 2018. 
  14. ^ Zulfikar, Muhammad (10 January 2018). "PPP Resmi Usung Djarot - Sihar Sitorus di Pilgub Sumut". Tribun News. Diakses tanggal 27 January 2018. 
  15. ^ Ini Alasan Demokrat Sumut Deklarasi Cagub Saragih di Enam Lokasi. 17 November 2017. Jawa Pos.
  16. ^ Gabung Demokrat, PKB Dukung JR Saragih-Ance Selian di Pilgub Sumut. 26 Januari 2018. Kompas.com.
  17. ^ JR Saragih-Ance Selian Jadi Jagoan Demokrat di Pilgub Sumut. 26 Januari 2018. Detikcom.
  18. ^ Tanjung, M Azhari (7 September 2017). "JR Saragih Resmi Diusung Demokrat Maju Menuju Sumut 1, Siapa Wakilnya?". Tribun Medan. Diakses tanggal 27 January 2018. 
  19. ^ Warsito, Budi (31 August 2017). "JR Saragih Daftar Sebagai Calon Gubernur Sumut". Metro TV. Diakses tanggal 27 January 2018. 
  20. ^ Ihsannudin (8 January 2018). "Gabung Demokrat, PKB Dukung JR Siragih-Ance Selian di Pilgub Sumut". KOMPAS. Diakses tanggal 27 January 2018. 
  21. ^ Nasib JR Saragih: Gagal Jadi Cagub, Jadi Tersangka dan Dipecat Partai. 23 Maret 2018. Kumparan.
  22. ^ NasDem Resmi Dukung Tengku Erry Nuradi di Pilgub Sumut. 17 November 2017. MetroTV News.
  23. ^ Hasil Survei, Effendi Simbolon Diminati Warga Pimpin Sumatra Utara. 14 Desember 2017. Tribun News.
  24. ^ "Lapang Hati Petahana Tengku Erry Nuradi Tak Ikut Pilgub Sumut". CNN Indonesia. 8 January 2018. Diakses tanggal 27 January 2018. 
  25. ^ "Hitung Cepat: Pilkada Provinsi Sumatra Utara". infopemilu.kpu.go.id. Komisi Pemilihan Umum. Diakses tanggal 29 Juni 2018. 
  26. ^ "KPU Tetapkan Edy-Iject Pemenang Pilgub Sumut 2018". CNNIndonesia.com. 8 Juli 2018. Diakses tanggal 11 Juli 2018. 
  27. ^ "REKAPITULASI :: PILKADA PROVINSI SUMATERA UTARA". infopemilu.kpu.go.id. Komisi Pemilihan Umum. Diakses tanggal 11 Juli 2018. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]