Pemilihan umum Parlemen Sri Lanka 2001

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pemilihan parlemen Sri Lanka ke-12
Bendera Sri Lanka
2000 ←
5 Desember 2001 → 2004

Seluruh 225 kursi pada Parlemen Sri Lanka
113 kursi dibutuhkan untuk mayoritas
Kehadiran pemilih 76.03%
  Partai pertama Partai kedua
  Ranil At UNP Office.jpg Chandrika Kumaratunga.jpg
Ketua Ranil Wickremesinghe Chandrika Kumaratunga
Partai Front Nasional Serikat Aliansi Rakyat
Ketua sejak 1994 1994
Kursi ketua Distrik Kolombo n/a
Pemilu sebelumnya 89 Kursi, 40.22% 107 Kursi, 45.11%
Kursi yang dimenangkan 109 77
Perubahan kursi 20 30
Suara rakyat 4,086,026 3,330,815
Persentase 45.62% 37.19%

Sri Lankan Parliamentary Election 2001.png

Pemenang divisi pemungutan suara. FNS dalam warna hijau dan AR dalam warna biru.

Perdana Menteri petahana

Ratnasiri Wickremanayake
Aliansi Rakyat

Perdana Menteri-dirancang

Ranil Wickremesinghe
Front Nasional Serikat

Lambang Sri Lanka, menunjukkan seekor singa memegang pedang di tangan depan kanannya yang dikelilingi oleh cincin yang terbuat dari kelopak bunga teratai biru yang ditempatkan di atas sebutir biji-bijian yang menumbuhkan padi untuk mengitarinya. Dharmacakra ada di puncak sementara matahari dan bulan berada di bawah di setiap sisi vas.
Artikel ini adalah bagian dari seri
Politik dan Ketatanegaraan
Sri Lanka

Pemilihan parlemen diadakan di Sri Lanka pada 5 Desember 2001, lebih dari setahun setelah pemilihan terakhir pada Oktober 2000.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Pemerintah Aliansi Rakyat (AR) menghadapi sebuah pukulan ketika sebagian besar anggota parlemen Kongres Muslim Sri Lanka meninggalkan koalisi tersebut. Presiden Chandrika Kumaratunga berupaya untuk merekrut JVP untuk menggantikannya, tetapi hal tersebut membuat marah beberapa anggota parlemen AR.

Lebih dari 1,300 peristiwa kekerasan pemilihan dikabarkan pada saat kampanye tersebut. [1]. Perdana Menteri Ratnasiri Wickremanayake hampir terbunuh oleh seorang pengebom bunuh diri. Secara keseluruhan, 60 orang tewas dalam kekerasan terkait pemilihan, termasuk 14 orang pada hari pemungutan suara. [2]

Referensi[sunting | sunting sumber]