Pembunuhan Salwan Momika

Pada 29 Januari 2025, Salwan Momika, seorang imigran asal Irak yang dikenal atas aksinya membakar Al-Qur'an di depan publik, ditembak saat berada di sebuah apartemen di area Sodertalje, sebelah selatan Stockholm. Dia dinyatakan tewas tak lama setelah dilarikan ke rumah sakit. Kematian Momika itu terjadi hanya beberapa jam sebelum dia dijadwalkan menghadiri sidang putusan di Stockholm atas dakwaan menghasut kebencian etnis, terkait aksi pembakaran Al-Qur'an. Dia didakwa bersama Salwan Najem atas tindak pidana yang sama.
Kepolisian pada saat itu menempatkan Momika di lokasi rahasia demi perlindungannya dan dia sedang menyampaikan pernyataan secara langsung melalui TikTok, ketika sejumlah penyusup tiba-tiba masuk ke dalam apartemen. Lima orang, yang semuanya berjenis kelamin laki-laki, ditangkap beberapa jam setelah penembakan Momika terjadi. Namun, kelima pria itu dibebaskan polisi sekitar dua hari kemudian.[1]
Referensi
[sunting | sunting sumber]