Pembicaraan:Syekh Siti Jenar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Bagian "Kontroversi"-nya seperti cerita silat di sinteron2.. --(^_^)BlackKnight (kirim pesan) 23:30, 1 Juni 2007 (UTC)

Iya Bung BlackKnight, mitos "anjing kudisan" dan "harum bunga" itu adalah bentuk perlawanan terselubung pendukung Syekh Siti Jenar terhadap marginalisasi ajaran mereka oleh Islam ortodoks yang dibawa para Walisongo. Umumnya info tersebut memang dikutip dari Serat Siti Jenar atau yang sejenisnya. Saya akan usahakan mencarikan referensinya nanti. Salam, Naval Scene 01:44, 2 Juni 2007 (UTC)

Tak netral[sunting]

Menurut saya isi artikel ini sudah terlalu pro ajaran Syekh Siti Jenar. Saya tambahkan tag tak netral dulu. Naval Scene (bicara) 10:06, 28 September 2008 (UTC)

Sebagai masukan, saya hanya menambahkan sedikit, perbedaan antara ilmu syariat, tarekat, hakekat dan ma'rifat terdapat pada "cara pelaksanaan" ibadahnya. seperti halnya kontroversi tentang "Darussalam" (lebih terkenal dengan "Jerussalem"). Masing2 pihak meng-klaim mereka lebih berhak atas daerah tersebut menurut "leluhur" mereka. Yahudi dengan Tembok Ratapan, Nasrani dengan Tempat penyaliban, Islam dengan Masjid Al-Aqsha. – komentar tanpa tanda tangan oleh 118.136.43.191 (bk) pada 08:14, 30 Oktober 2009.

Harap memahami bahwa halaman pembicaraan artikel gunanya untuk meningkatkan kualitas artikel, yaitu dengan cara memberikan saran perbaikan isi atau referensi pendukung lainnya. Lihat Wikipedia:Halaman pembicaraan. Salam, Naval Scene (bicara) 03:59, 30 Oktober 2009 (UTC)

Suntingan yang dipindahkan[sunting]

Catatan : (disalain dari buku Syech Siti Jenar cetakan ke IV Safar 1423 H/ April 2003 Masehi; penulis ACHMAD CHODJIM 2002 dengan pengantar oleh Budhy Munawar Rachman- Direktur Pusat studi Islam Yayasan Paramadina)

1. Sebenarnya Wali Songo tinggal beranggotakan 8 (delapan) orang karena Siti Jenar menyatakan keluar dari jamaah tersebut (hal.254)

2. Ajaran Siti Jenar merupakan integrasi antara filsafat, tasawuf, dan ajaran jawa; semua diramu jadi satu yaitu islam jawa (hal. 255)

3. Agama akan indah bila sesuai dengan hukum tuhan di alam, biarka agama itu tumbuh sesuai dengan tempat tumbuhnya sesuai dengan ekosistemnya (hal.258)

Dengan demikian manunggaling Kawulo lan Gusti adalah menyatunya hati nurani dengan Tuhan Yang Maha Esa yang dalam kehidupan sehari-hari diaplikasikan sesuai praktek menurut ajaran kebaikan (budi pekerti)

Jakarta, 11 Oktober 2009

Suntingan oleh 09:29, 11 Oktober 2009 61.247.7.46

Asal Usul[sunting]

Situs IAIN Syekh Nurijati bahwa Syekh Nurjati ketika lahir dikenal dengan nama Syekh Datuk Kahfi, putra dari Syekh Datuk Ahmad, seorang ulama besar. Syekh Datuk Ahmad putra dari Maulana Isa, yang juga seorang tokoh agama yang berpengaruh pada jamannya. Syekh Datuk Ahmad mempunyai adik yang bernama Syekh Datuk Sholeh, ayahanda dari Syekh Siti Jenar (Abjul Jalil). ini tertulis dalam [[1]] tulisan Drh. H. R. Bambang Irianto, BA dan Dra. Siti Fatimah, M.hum. 2009. Syekh Nurjati (Syekh Datul Kahfi) perintis Dakwah dan Pendidikan. Cirebon : Zulfana Cierbon, untuk menambah informasi dan pengetahuan saja, terima kasih

Oalah, saya paham sekarang maksudnya. Soalnya tulisannya ngga nyambung dengan yang sebelumnya. Saya ubah susunan kalimatnya nggak apa2 ya Kang? Supaya orang yang baca jadi nyambung. Kenapa nggak sekalian bikin artikel Syekh Nurijati saja? Jika memang terkenal, kan layak dibuatkan artikel tersendiri. Okkisafire (bicara) 27 Januari 2015 07.34 (UTC)
Sebentar, saya salah baca lagi. Syekh Nurjati itu adalah Syekh Datuk Kahfi, begitu kan? Berarti artikelnya sudah ada. Penjelasannya saya bantu menyusun ulang ya supaya nyambung dengan bagian artikel yang lain. Okkisafire (bicara) 27 Januari 2015 07.36 (UTC)

Kontroversi II[sunting]

Sepertinya ada referensi yang bisa menjawab semua hal mengenai Siti Jenar yaitu buku karya M.B. Rahimsyah yang berjudul Wali Songo. Tetapi setelah saya cek, rupanya ada permasalahan yakni perselisihan antara Walisongo dengan Siti Jenar yang berujung penghukuman mati oleh Walisongo. Terima kasih. Alqhaderi AliffianikoBicara 16 Maret 2015 13.04 (UTC)