Pembicaraan:Suku Jawa

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

    Cirebon dan Banten[sunting sumber]

    Dalam penghitungan cacah orang Jawa, orang Cirebon dan Banten digolongkan pula sebagai suku Jawa atau bukan? Kembangraps 20:13, 26 April 2007 (UTC)

    Kelihatannya untuk Jawa Barat penduduk Jawa 11% menurut statistik yg diberikan di artikel en:West Java. Buku itu saya pingin punya. Nah kalau saya melihat jumlah penduduk Cirebon dan Indramayu, jumlahnya kurang lebih 11% penduduk Jabar! Tapi di sisi lain di daerah urbanisasi Jakarta, yaitu Depok, Bogor dan Bekasi banyak orang Jawa pula. Jadi konklusi saya kelihatannya tidak ikut dihitung. Nah tentang Banten, saya dulu pernah belajar bahwa orang Jawa Banten jumlahnya sekitar 500.000 ribu. Kalau saya melihat statistik untuk Banten kelihatannya mereka dimasukkan ke orang Jawa juga. Sebab biar bagaimanapun orang Jawa itu tidak hanya orang Semarang-Solo-Yogya dan Surabaya tapi dari Banten sampai Banyuwangi. Kalau kemudian dibikin subsuku memang bisa. Ada orang Jawa Banten, Jawa Cirebon, Banyumas, Tengger dan Osing. Meursault2004ngobrol 20:31, 26 April 2007 (UTC)

    Maksudnya 500.000 atau 500 ribu, bukannya 500.000 ribu (alias 500 juta).Stephensuleeman 22:35, 26 April 2007 (UTC)

    Eh benar lagi ... Sudah ngantuk kali :-) Meursault2004ngobrol 23:20, 26 April 2007 (UTC)

    OK, kita bisa mengacu ke hasil BPS sebetulnya. Suku berdasarkan SP terakhir (2000) didefinisikan menurut pengisi sendiri (kemungkinan besar underestimated krn sejumlah orang merasa sebagai "orang Indonesia", bukan "orang Jawa" lagi. Mungkin yg di en: juga mengacu ke hasil BPS. Kembangraps 23:42, 26 April 2007 (UTC)

    Terakhir kali pada sensus ditanyakan sukubangsa adalah pada tahun 1930, lalu hal ini dilakukan lagi pada tahun 2000. Nah dalam kurun waktu 70 tahun ini suku2 besar seperti Jawa dan Sunda jumlahnya secara relatif drop padahal secara absolut naik. Kenapa? Karena pada tahun 1930 etnisitas terutama berdasarkan bahasa. Sekarang ada faktor2 lain. Meursault2004ngobrol 23:44, 26 April 2007 (UTC)

    Foto/Gambar dan Keakuratan[sunting sumber]

    Dari judulnya, artikel ini jelas-jelas menggambarkan Suku Jawa. Tetapi saya melihat beberapa kejanggalan di dalamnya.

    1. Foto/Gambar yang mewakili suku Jawa didominasi oleh kalangan artis. Coba perhatikan: Natashia Nikita, Opick, Ari Lasso, Ahmad Dhani, Melly Goeslaw, Krisdayanti. Ada apakah gerangan?
    2. Bagaimanakah etnisitas seseorang dapat ditentukan? Saya pikir, selagi galur moyang masih dapat dirunut dengan jelas ke belakang, maka dapat ditentukan apakah seseorang berasal dari suku x, y, atau z sebagai murni, atau campuran. Lain kasusnya apabila galur moyangnya terlalu sulit untuk diketahui, praktisnya dapat dikatakan "murni".
    3. Natashia Nikita di dalam artikelnya disebutkan bahwa beliau memiliki darah campuran Tionghoa. Ari Lasso sendiri berdarah campuran Manado dari ayahnya yang bernama Bartholomeus Lasso dan Jawa dari ibunya yang bernama Sri Noerhida, meskipun Ari Lasso berbahasa ibu Jawa. Ahmad Dhani memiliki darah campuran non-Jawa (bahkan non-Indonesia) dari ibunya dan nenek-neneknya. Melly Goeslaw memiliki ayah bernama Melky Goeslaw yang seorang Ambon dan Melly juga memiliki ibu (Ersi Sukaesih) yang seorang Sunda. Di manakah letak kejawaan Melly Goeslaw?

    Reindra (bicara) 03:32, 23 April 2011 (UTC)

    Setuju. Seharusnya yang berdarah campuran tidak perlu dimasukkan.

    Gambar[sunting sumber]

    Gambarnya dihapus dari commons, apakah ada yang punya penggantinya? вёӣйүӀіп 11.41, 16 Februari 2012 (WIB)

    Suku Jawa Diperkirakan Jadi Minoritas Di Tahun 2200[sunting sumber]

    Merujuk Pada hasil sensus penduduk di tahun 1930 - 2000 - 2010 cenderung mengalami penurunan signifikan dari 47,02% di tahun 1930 menjadi 41,71% di tahun 2000 dan turun lagi jadi 40,22 di tahun 2010. Sehingga populasi orang Jawa di Indonesia berkurang rata-rata 1,5% per 10 tahun. Tri Sulis Tiyani

    Orang Jawa merupakan keturunan Nabi Nuh dan leluhur bangsa Yunani?[sunting sumber]

    Penambahan klaim bahwa orang Jawa merupakan keturunan Nabi Nuh dan leluhur bangsa Yunani didasari pada nama "Javan" dalam Alkitab. "Javan" menurut Calmet's Dictionary of the Holy Bible adalah sebutan untuk orang Yunani. Referensi ini menyebutkan kalau Javan adalah Javanese, lalu ia diberi imbuhan ta- menjadi Tajavan (Taiwan), lalu diubah pengucapan hurufnya dari V ke B ke P yang kemudian menjadi Japanese. Saya pikir bagian sejarah yang baru-baru ini ditambahkan merupakan cocoklogi belaka. Untuk gambarnya kini jadi banyak sekali yang membuat tata letaknya menjadi tidak karuan pada versi desktop. Deskripsi gambar ini (Special:Permalink/19287949) juga bermasalah dan kemungkinan dikait-kaitkan dengan Yunani karena letak lautnya berbatasan dengan garis pantai wilayah tersebut, "Kapal Jawa tergambar dalam atlas wilayah perairan Catalan di Laut Mediterania". Gambar tersebut merupakan crop-cropan dari Berkas:1375 Atlas Catalan Abraham Cresques.jpg di mana kapal tersebut sebenarnya berada di timur/tenggara India atau Jazirah Arab. — Labdajiwa (bicara) 20 Oktober 2021 10.10 (UTC)[balas]

    Menambah sedikit, saya juga melihat suntingan baru-baru di artikel ini sudah mengarah ke riset asli. Mari lihat: Primary, secondary and tertiary sources. Sumber primer dapat digunakan untuk pernyataan deskriptif. Menggunakan sumber primer semata jelas adalah riset asli . Sumber sekunder diperlukan sebagai kajian atau telaah sumber primer. Rahmatdenas (bicara) 20 Oktober 2021 12.03 (UTC)[balas]
    Tidak ada tanggapan dari pengguna yang menambahkan klaim soal ini. Ingat: klaim luar biasa butuh pemastian luar biasa. Saya tetap pada pendapat ini riset asli, hal itu dengan gampang terlihat dari penulisan di setiap awal paragraf. Oleh sebab itu, bagian yg tengah didiskusikan ini saya hilangkan untuk mencegah ouroboros pada artikel ini kelak.
    Ohya, mengapa artikel ini tidak dilindungi seperti artikel suku lainnya? Tambahan, kontributor Eiskrahablo memiliki rekam jejak perang suntingan, diblokir selamanya di en.wiki dan ms.wiki. Mohon jadi perhatian pengurus. Rahmatdenas (bicara) 26 Oktober 2021 13.55 (UTC)[balas]
    @Rahmatdenas:Apa alasan suntingan yang terakhir dikembalikan ke versi sebelumnya? Bukankah disitu telah jelas sumber-sumber referensinya dan dapat dipastikan masing-masing? Saya dituduh melakukan cocokologi atau hasil karangan pribadi padahal saya menyunting berdasarkan hasil dari bacaan-bacaan yang telah saya sematkan sebagai sumber-sumber rujukan, dan mungkin saudara juga tidak memperhatikan bahwa pada buku maupun gambar-gambar oleh Thomas Stamford Raffles, orang Jawa juga disebut sebagai 'Javan' kok, makanya saya imbuhkan gambar-gambarnya juga, lalu apakah anda menuduh bahwa beliau juga hasil 'cocokologi'? Mengapa saudara menghapus well-documented literatures yang menyebutkan mengenai Jawa namun malah membiarkan opini bahwa masyarakat Jawa berasal dari Taiwan dan Filipina? Padahal sama sekali tidak ada bukti dokumentasi ataupun literatur kuno yang menyebutkan terkait hal tersebut. Mengapa saudara menganggap bukti-bukti literatur kuno yang secara jelas menyebutkan Jawa sebagai 'klaim luar biasa' tapi tidak mengecap hal yang sama untuk hasil opini dan teori yang tidak jelas arahnya? Kalau saudara melihat hal ini sebagai 'klaim luar biasa' dan 'riset asli', harusnya anda juga memperlakukan hal yang sama dengan statement tentang Taiwan dan Filipina tersebut, coba sih tunjukkan mana literatur-literatur purba/kuno yang menyebutkan keterkaitan Jawa dengan Taiwan ataupun Filipina?
    Dan tambahan, alasan saya hingga sampai diblokir sudah saya sampaikan secara tersirat pada diskusi di halaman pembicaraan salah satu pengurus Wikipedia disini: [1]. Eiskrahablo (bicara) 26 Oktober 2021 17.53 (UTC)[balas]
    Terkait pengguna Eiskrahablo, saya sudah bahas dengan RaFaDa dan [dwadieff]. Herryz (bicara) 27 Oktober 2021 03.07 (UTC)[balas]

    Galeri potret infobox[sunting sumber]

    Excuse me for writing in English as I'm coming from English Wikipedia. Why are the portrait galleries from the infoboxes of articles about ethnic groups still allowed in Indonesian Wikipedia? It was banned with consensus long ago in English Wikipedia.[1] Even here in Indonesian Wikipedia, the execution seems disparate. Some Indonesian ethnic groups such as Suku Jawa have a staggering huge list of portraits, while others completely eliminated the gallery and followed the style of English Wikipedia. What are the reasoning behind the persistent use of portrait gallery, as well as the selective and patchy application of it?

    For your information, here are the Indonesian ethnic groups with portrait gallery:

    I've removed them but Pengguna:Herryz kept reverting them without any particular reason, and hasn't responded to my question on his talk page.

    Meanwhile, here are the ethnic groups that don't have the portrait gallery (as of this moment I'm posting this topic): Suku Sunda, Suku Madura, Suku Betawi, Orang Minangkabau, Suku Bugis, Suku Melayu, Suku Banten, Suku Banjar, Suku Bali, Suku Sasak, Suku Dayak, Suku Makassar, Suku Cirebon, Suku Jambi, Suku Lampung, Suku Nias. Actually it was me who removed the gallery from many of them, you can check the edit history. And don't get me started on non-Indonesian nationalities. It's even more patchy and selective. For example, on what criteria are the figures selected on the infobox of Bangsa Arab? Why is there no portrait gallery on the infobox of Bangsa Slavia? I can go on and on and on.

    terjemahan google (and my patchy edit):[sunting sumber]

    Permisi saya menulis dalam bahasa Inggris (dan ini terjemahannya) karena saya berasal dari Wikipedia bahasa Inggris. Mengapa galeri potret di infobox artikel tentang suku masih diperbolehkan di Wikipedia bahasa Indonesia? Ini telah dilarang dengan konsensus sejak lama di Wikipedia bahasa Inggris.[2] Bahkan di Wikipedia bahasa Indonesia, eksekusinya tampaknya berbeda. Beberapa kelompok etnis Indonesia seperti Suku Jawa memiliki daftar galeri potret yang sangat besar, sementara yang lain benar-benar menghilangkan galeri dan mengikuti style Wikipedia bahasa Inggris. Apa alasan di balik penggunaan galeri potret yang terus-menerus, serta penerapannya yang selektif dan tidak merata?

    Sekadar informasi, berikut adalah suku bangsa Indonesia dengan galeri potret di infobox:

    Saya telah menghapusnya tetapi Pengguna:Herryz terus mengembalikannya tanpa alasan tertentu, dan belum menanggapi pertanyaan saya di halaman pembicaraannya.

    Sedangkan suku-suku yang tidak memiliki galeri potret ini adalah (saat saya menambahkan topik ini): Suku Sunda, Suku Madura, Suku Betawi, Orang Minangkabau, Suku Bugis, Suku Melayu, Suku Banten, Suku Banjar, Suku Bali, Suku Sasak, Suku Dayak, Suku Makassar, Suku Cirebon, Suku Jambi, Suku Lampung, Suku Nias. Sebenarnya saya yang menghapuskan galeri dari sebagian besar ini. Anda dapat simak dalam riwayat edit. Dan apalagi dengan kewarganegaraan non-Indonesia. Ini bahkan lebih tambal sulam dan selektif. Misalnya, berdasarkan kriteria apa tokoh-tokoh tersebut dipilih di infobox Bangsa Arab? Mengapa tidak ada galeri potret di infobox Bangsa Slavia?

    JahlilMA (bicara) 25 Maret 2022 22.58 (UTC)[balas]

    1. ^ [2]
    2. ^ [3]