Pembicaraan:Kontroversi ilmu psikologi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Artikel ini pindahan dari bagian artikel Psikologi. Gw ngerti memang ada kontroversi, tapi kayanya dalam artikel ini banyak yang merupakan riset sendiri dan opini yang tercampur dengan karya ilmiah yang telah diterbitkan.

Bisa tolong kasi referensi dari mana aja pernyataan2 di artikel ini diambil?Hariadhi - Ngobrol 13:41, 21 Januari 2007 (UTC)

Hmmmm, mengenai tulisan Argumentasi Negatif Tentang Ilmu Psikologi. Saya rasa penilaiannya terlalu dangkal dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sangat subyektif dan tidak disertai referensi-referensi yang mendukung. Mohon dipertimbangkan lagi mengenai tulisan ini. Thanx..!

sesuai dengan pernyataan diatas ^, terlalu dangkal. gimana kl judulnya diganti "PSIKOANALISA BERDASARKAN PADA SEBAGIAN PERSPEKTIF AGAMA ISLAM" karena memang argumennya terbatas pada penjelekan aliran psikoanalisa dengan kutipan-kutipan berdasar pada agama islam. tapi aq pernah baca sebuah buku berjudul "PSIKOLOGI DAN ISLAM", mungkin pengagas artikel ini (penulis pertama artikel ini di artikel psikologi sebelum dipindahkan) tertarik untuk membacanya.

tambahan
aliran psikoanalisa dilahirkan oleh dokter jiwa bernama sigmund freud, jadi jangan heran kalo yang dibicarakan selalu tentang degradasi kondisi seseorang (kondisi kejiwaan). yang namanya dokter pasti banyaknya memelajari penurunan kondisi seseorang. jadi, judul diatas tidak sesuai karena jika psikologi dikontroversikan disebabkan oleh psikoanalisa seharusnya psikiatri (kedokteran jiwa) juga harus dikontroversikan. dan judulnya itu kontroversi ilmu psikologi. sedangkan akhiran -logi (logos) itu sendiri sudah berarti ilmu. perlu diketahui: aliran ini telah banyak membantu para dokter jiwa dalam menyembuhkan pasiennya dan penegak hukum membuat psychological profile dalam usaha penangkapan/penyelidikan seorang kriminal, disamping membantu psikologi dalam keilmuannyaNelwandi 06:17, 14 Oktober 2007 (UTC)

ilmu psikologi adalah ilmu pengetahuan ![sunting sumber]

Kontroversi yang terjadi karena psikologi yang diangkat masih merupakan bagian dari filsafat. sejak laboratorium pertama yang dibangun oleh Wundt di Jerman psikologi menjadi ilmu yang terukur dan teruji. Metodologi yang digunakannya pun berkembang. Bahkan banyak metodologi yang dikembangkan oleh ilmu psikologi digunakan pula oleh ilmu sosial lainnya, seperti metodologi korelasional metodologi observasi, survey maupun kuasi eksperimennya. Selain itu Eksperimen pun telah menjadi bagian penting dalam pengembangan ilmu psikologi. Kegiatan penelitian di ilmu psikologi telah mengembangkan beberapa metode statistik terutama untuk penelitian sosial, seperti ANOVA, multivariate, korelasi regresi dan lain sebagainya. Bahkan statistik non-parametrik dikembangkan oleh penelitian psikologi. Penelitian tentang otak sekarang hampir menjadi ilmu pengetahuan tersendiri yaitu cognitive neuroscience. Disini digunakan neuroimaging method, maupun pengukuran fungsi otak dengan MRI, fMRI, EEG, NIRS, PET yang sampai saat ini dapat mengalokasi tempat-tempat tertentu di otak sesuai dengan fungsinya, misalnya Broca Area untuk fungsi bahasa, Amigdala untuk emosi. Penemuan terbaru yang sedang hangat adalah penemuan Mirror Neuron System yaitu bagian F5 dari otak yang aktif ketika melihat orang lain melakukan hal yang sama dengan dirinya. MNS ini pun dianggap membuka jalan untuk penelitian-penelitan social kognitif, dimana aktivitas otak terkait dengan tingkah lakunya. Menurut hemat saya, kontroversi ilmu psikologi ini kurang menggambarkan perkembangan ilmu psikologi saat ini. Psikologi dapat dipertimbangkan secara ilmiah sehingga layak menjadi cabang ilmu, mengingat psikologi lebih luas dari pada yang ditulis dalam artikel kontroversi ilmu psikologi --Ira Silva 00:34, 7 Juli 2008 (UTC)

Terlalu Subjektif[sunting sumber]

Menurut saya artikel ini sangat aneh karena tidak mencerminkan objektifitas dalam melihat sebuah permasalahan. Penilaian terhadap artikel ini sangat subjektif dan hanya didasarkan oleh riset melalui kacamata agama Islam saja, tanpa mempertimbangkan sudut pandang lainnya. Permasalahan lainnya adalah terlalu dangkalnya permasalahan yang digali. Saya sangat berharap artikel ini dapat dihapus, selain karena permasalahan objektifitas dan studi ilmiah, artikel ini sudah membawa dampak yang kurang baik terhadap mereka yang menekuni di bidang Psikologi (dapat dilihat langsung pada bagian "bantahan langsung"). PT09Christian (bicara) 28 November 2011 06.38 (UTC)